Belajar ke Belanda dengan Musik Jazz




A painter paints pictures on canvas
But musicians paint their pictures on silence....



DISEBERANG BENUA KINCIR

Gw gak begitu suka berada di tempat yang penuh sesak dengan orang, seperti pasar, mall saat weekend, atau di tengah Gramedia yang sedang sale 70%. Tapi yang ini beda, gw rela harus berhimpit-himpit ria demi mendapat tempat paling depan, gw rela harus berpegal ria karena tidak ada tempat duduk, bahkan gw rela harus teriak-teria untuk ngomong ke teman gw yang jarak telinganya hanya lima senti dari mulut gw. Karena ini Java Jazz Festival, bung!

Gw masih ingat saat itu, saat gw datang ke Java Jazz Festival (JJF) 2005. Gw begitu gak sabaranya untuk masuk ke dalam gedung Jakarta Convention Center. Gw begitu excited, sama seperti pertama kali gw mencuri nonton film bokep.

Gw masih ingat Ketika Deodato mempertontonkan musik jazz-rock elektriknya yang unik -- dengan kepala yang gw pikir akan patah diakhir pertunjukan; atau saat Al McKay memimpin Earth Wind and Fire Experience mengumandangkan September -- dan gak bosan-bosannya untuk datang kembali ke JJF dengan lagu yang sama tahun berikutnya; atau Tania Maria yang karena keterlambatan pesawatnya, langsung dari Bandara Soekarno Hatta tanpa sempat ganti baju, menuju Jakarta Convention Center untuk melantunkan suara merdunya -- dan malam itu langsung masuk angin.

Melihat Java Jazz Festival, pikiran gw gak bisa lepas dari North Sea Jazz, festival yang seumur hidup ingin gw kunjungi. Peter Gonta, founder dari JJF pun tidak memungkiri, bahwa ambisinya menyelenggarakan JJF tidak jauh dari pesona festival jazz indoor terakbar seantero dunia yang tidak pernah absen ia kunjungi itu. Bahkan dia pernah bercanda ingin membeli North Sea Jazz Festival, "sayang mahal sekali, haha...", celetuknya (ya iyalah?!!).

Entah memang Indonesia tidak bisa lepas dari Belanda atau ada alasan lain, karena lucunya, almarhum Paul Acket, penggagas North Sea Jazz yang untuk pertama kali diselenggarakan 1976 itu, adalah pria berkebangsaan Belanda yang lahir di Semarang.


SEMANGAT AKULTURASI DALAM DUTCH JAZZ

Gw rasa semangat Paul Acket dalam membangun festival North Sea Jazz didorong dari kulturisasi bangsanya dalam melihat dan memahami budaya lain. Kalo kita mundur sedikit, jazz sendiri lahir dari asimilasi musik barat (kala itu musik klasik) dengan musik rakyat Afrika di tengah perbudakan kulit putih awal 1915. Dari jazz lah genre-genre musik yang kita kenal saat ini lahir. Bahkan Indonesia yang berada ribuan mil pun sudah berpartisipasi di sini jauh sebelum musisi kita dikenal luas di mancanegara. Tidak harus band dan instrumen moderen yang tampil di North Sea Jazz, tapi juga instrumen dan musik etnik dari berbagai budaya dan bangsa (yang familiar disebut world music).

Awalnya Dutch jazz merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut musisi atau band jazz yang muncul dari Belanda, yang tentunya banyak bisa dilihat dalam North Sea Jazz. Namun dengan berjalannya waktu, Dutch Jazz merupakan rujukan dari sebuah warna baru dalam jazz, 'Jazz-rasa-Belanda'. Dutch Jazz berangkat dari sub genre free jazz yang lahir di US pada akhir 50an, diprakarsai oleh musisi-musisi muda, salah-satunya John Coltrane (A Love Supreme). Sub-genre ini begitu cepat berkembang di eropa, termasuk Belanda. Nama-nama seperti Ayler, Steve Lacy and Eric Dolphy merupakan musisi-musisi yang diduga bertanggung-jawab dalam mempopulerkan free jazz di dataran eropa.

Dari sana Dutch Jazz bukan lagi sekedar free jazz yang nyeleneh dan tidak patuh pada pakem musik jazz, apa lagi sekedar sebutan untuk musisi asal Belanda. Idiologi yang diserap oleh Dutch Jazz adalah kebebasan akulturasi budaya dan toleransi sosial yang besar. Dutch Jazz muncul sebagai genre yang membaur tanpa batas ruang-waktu, batasan status-sosial, maupun batasan budaya.

Sebut saja Yuri Honing bersama trionya. Band trio jazz asal Belanda yang beranggotakan Joost Lijbaart (drummer), Tony Overwater (kontra bass), dan Yuri Honing sendiri, membawa semangat bermusik yang sangat plural.

Semangat ini tidak hanya tercermin dari Yuri Honing Trio yang selalu memadukan musik mereka dengan budaya setempat di mana mereka berkunjung (seperti Jepang, Cina, Arab), namun juga tercermin dari masing-masing personilnya. Joost Lijbaart, selama studi di conservatory Hilversum, dia pergi ke Senegal (Afika Barat) untuk belajar Perkusi Afrika dengan pemain perkusi legendaries Ali un D’Aya Rose.

Begitu juga dengan Tony Overwater yang sedang mendalami studi musik Arabia, juga merupakan pemain Oud (semacam gambus, alat musik dari Arab).

Pengaruh dari berbagai macam gaya musik yang berbeda menjadikan hal yang utama dalam interpretasi musik mereka, baik musik pop, musik klasik, musik-musik masa kini, bahkan musik timur tengah menjadi salah satu yang mempengaruhi permainan mereka.

Selain Yuri Honing dan kawan-kawannya, masih banyak musisi Belanda lainnya yang memiliki semangat akulturasi ini, sebut saja Peter Beets, Candy Dulfer, Michiel Borst, bahkan René Creemers & Wim De Vries dalam The Drumbassadors, ensembel perkusi asal Belanda yang kaya warna.

Music is the universal language of mankind...

KENAPA GW MEMILIH JAZZ?

Sempat pada sebuah masa di dataran eropa dan Amerika orang-orang hanya mengenal satu jenis musik, yaitu jazz (hm gak kebayang dari pengamen sampai hotel musiknya jazz...). Dari jazz ini munculah berbagai genre musik yang kita kenal, seperti rock n roll, rock, pop, funk, dsb. Genre-genre ini merupakan bentuk kebebasan yang dilahirkan dari jazz. Sayagnya justru genre-genre tsb mendikotomikan musik yang seharusnya untuk kita dengar dan nikmati, bukan untuk memperbanyak perbendaharaan kata kita.

Bentuk protes akan pengkotak-kotakan adalah lahirnya musik-musik lintas genre, seperti rock yang ditabrakan dengan house music, atau musik pop instrumentalis, atau yang sekarang sedang populer instrumen yang dikolaborasikan dengan bentuk seni lainnya, seperti teater dan sastra.

Protes ini justru membuat kita kembali pada semangat free jazz yang lebih luwes dan mengalami moderenisasi. Mungkin itu dia, kenapa harus jazz, karena ini genre paling bebas dan paling jujur, dan musik sebagai alat komunikasi universal lintas budaya dan lintas waktu. Jadi di mana menurutmu kita belajar saling menghargai dan berkomunikasi lintas budaya dalam bermusik?

Belanda, tunggu gw...

URGENT: PENCURIAN MOBIL

Gw baru kena musibah. Mobil kantor yang gw pakai, secara teledor gw pinjamkan kepada yang gw pikir sahabat gw. Ternyata yang selama ini gw sangkal itu benar terjadi, bahwa orang itu bisa berubah.

KRONOLOGI
Tanggal 20 April hari Senin, pelaku datang ke apartemen saya dengan di jemput oleh adik saya bernama Richard jam 9 lebih sedikit. Saat itu saya sedang berada di rumah teman saya, di Taman Ratu, karena menginap dari hari sebelumnya. Setelah dia menelpon sebelumnya bahwa sudah berada di daerah Tanjung Duren, saya bergegas menjemput dia di apartemen saya dengan mobil kantor B1818AT.

Kami keluar dari apartemen sekitar jam 9.51 (keterangan ini diperkuat oleh cctv yang melihat masuk keluarnya mobil B 1818 AT). Kami menuju daerah Kota untuk makan di Pancoran. Sekitar jam 11 lewat Mikael minta untuk ditemani ke pasar batu PGC Rawa Bening, untuk mengecek harga dari batu-batu yang dibawanya. Saya sempat melihat batu-batu tersebut di simpan di saku tas pinggangnya. Setelah sampai di sana dan keliling-keliling, Mikael sempat tawar menawar batu miliknya dengan salah-satu pedagang di sana sebelum akhirnya membatalkan transaksi.

Dari PGC tersebut kami beranjak ke Cawang Dalam, tempat orang tuanya. Tapi diurungkan pelaku, karena tasnya masih tertinggal di apartemen saya, sehingga kami kembali ke daerah Tj Duren. Kami sempat berhenti di jalan Dr Susilo, Grogol untuk makan siang. Setelah dari sana ke apartemen saya untuk mengambil barang. Setelah keluar dari apartemen saya jam 15 kurang, pelaku minta diantarkan ke Muara Angke untuk makan otak-otak.

Dari Muara Angke kami beranjak ke Cawang. Di dalam perjalanan, pelaku menawarkan untuk saya beristirahat di rumah, melihat saya cukup kelelahan karena kurang tidur, dan dia membawa mobilnya untuk menaruh barang-baragnya di rumah. Dia berjanji malam itu juga akan mengembalikan mobilnya, karena dia berencana menginap di tempat saya.

Tawaran ini saya sambut baik tanpa rasa curiga sedikitpun. Dia mengantarkan saya kembali ke apartemen. Saya masih sempat minta untuk diantarkan ke Anjungan Tunai Mandiri bank BCA untuk mengambil sejumlah uang. Saya masih sempat memberikan uang kepada pelaku sebesar Rp150.000,00 untuk mengisi bensin. Saya berpesan untuk berhati-hati karena mobil tsb milik kantor.

Sampai sekarang tidak ada kabar-beritanya.

Setelah cek ke keluarganya, sudah bertahun-tahun ternyata tidak pulang.

LATAR BELAKANG HUBUNGAN DENGAN PELAKU
Pertama kali saya bertemu dengan Mikael tahun 2003 dalam sebuah hubungan kerja di PT Allianz. Dari sana beranjak pertemanan kami, walaupun sudah tidak satu pekerjaan. Keluarga dan orangtua saya kenal dengan dia, begitu juga sebaliknya. Terakhir kali bertemu 2-3 tahun yang lalu. Saat itu Mikael membuka bengkel motor di rumah orang tuanya di Cawang. Kami biasa saling meminjamkan mobil. Namun setelah dari sana, Mikael menghilang ke Jawa. Beberapa orang mengatakan dia kawin lari ke sana.

Awal bulan Maret, Mikael menelpon kalo dia berada di Surabaya selama ini dan ingin main ke Jakarta. Tanpa merasa curiga saya menyambut kedatangan dia. Sempat tertunda, sampai akhirnya kami bertemu tanggal 20 April kemarin.

IDENTITAS
Mobil yang dibawa Daihatsu Terios dengan nopol B1818AT warna silver.
Ciri-ciri mobil:
  • Mobil matic
  • Stir dan pedal racing
  • Ada parfum mobil menempel di dasbord tepat diatas spidometer
  • Ada stiker kompleks perumahan Taman Ratu dan perkantoran Kencana Niaga di kaca depan sebelah kanan
Pelaku:
Nama lengkap Mikael Kartono Embong Djaja, berusia 30 tahun.
Ciri-ciri pelaku:
  • Memakai kacamata, kumis tipis dan ada tai lalat di ujung atas bibir sebelah kanan
  • Biasa menggunakan celana pendek, kaos polo t-shirt dan sandal
  • Biasa menggunakan tas pinggang

Foto pelaku:



Ini foto yang tertangkap di kamera cctv di apartemen:




Tolong bangat yang melihat orang ini, atau mobil yang dimaksud, bisa menghubungi Yuda di 0817-101316.

Tolong juga disebarluaskan ya di blog, atau di forum atau di milis atau setidaknya dilink ke posting ini.


NEW UPDATE!
Mobil dan Pelaku sudah ditemukan di Salatiga. Dan saat ini kasus sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Untuk ditelnya akan menyusul pad posting bersambung di blog ini.

Saya juga mengucapkan terima kasih untuk teman-teman yang sudah bantu menyebarkan berita ini, baik melalui email, blog, maupun forum. Besar rasa terima kasih saya tanpa bisa membalas. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih guys.

Up Date

Wuih sudah lama gak posting blog, seminggu lebih dua hari tepatnya. Gw lagi gak sempat posting blog baru, dikarnakan; pertama, laptop gw habis jatuh dan pecah -- honest, gw jarang juga blogging pakai laptop. Kedua, dikantor lagi sibuk bikin office managament sistem dan preparing seminar -- gw terlalu bego sehingga cuma bisa bengong di kantor. Ketiga, karena gw gak punya pacar -- dari ketiga alasan, sumpah, ini yang paling gak nyambung!

Dan sekarang gw mau posting blog baru -- bukan, bukan karena gw sudah punya pacar! Dibilang itu gak nyambung?!

Gw mau infokan evant apa saja yang sedang dan mungkin gw ikuti selama hari-hari ini. Mungkin kamu bisa ikutan juga dan ketemu gw di sana -- jangan sampai deh, kalo gak mau hari lu sial.

Pertama, sudah dua malam gw nginap di rumah teman buat ngerjain sistem. Kalo yang ini kamu memang gak bisa ikutan. Hari pertama, sudah terlalu malam gw datangnya. Hari kedua, kita sama-sama ngantuk. Gw gak tau alasan apa lagi untuk malam ini sehingga kita gak ngerjain sistem. Hm gw rasa gak punya pacar bisa jadi alasan yang baik buat gak ngerjain sistem malam ini.

Kedua, sore ini, insyallah gw ada di talkshow-nya Rio Febrian, ngomongin album terbarunya doi, AKU BERTAHAN. Acaranya pukul 16.00. Kalo ada teman-teman yang ingin datang, monggo ke Gold Gym Citywalk Sudirman (City Loft) 2nd floor, Jl. K.H.Mas.Mansyur. tenang, talkshownya gak sambil ngegym kok. Tapi sori, ini talkshow tertutup bareng orang media.

Ketiga, Serambi Jazz dan Goethe Institut ngadain konser musik Jazz: Trio Florian Ross, dengan judul "BIG FISH & SMALL POND" Komposisinya trionya Florian Ross (piano), Dietmar Fuhr (kontrabass) , Jonas Burgwinkel (drums).

Kapan dan di mana?
Hari ini juga, dimulai pk 19.30 di Goethe House Jl. Sam Ratulangi 9-15 Menteng - Jakarta Pusat. Info undangan dan reservasi media, bisa menghubungi DEVI +628158811760
atau langsung Email: info@jakarta.goethe.org.

Keempat, gwSystronic bakalan onair di heartline FM besok jam8 pagi. Systronic apaan sih? Walaupun isinya kumpulan S.Kom (kecuali gw tentunya), tapi ini bukan nama toko di Mangga Dua yang jualan komputer jangkrik, apa lagi komputer belalang. Systronic ini kantor gw dan kalo kamu mau tahu apa saja sih yang kami kerjakan, pantengin radio kalian digelombang yang sama, 100,6 Heartline FM.

Kelima, gw bakalan ada (semoga) di seminar "Ini Bisnis Gue" Besok jam16.00-18.00 di La Codefin. Tenangn ini bukan seminar motivasi yang kalian benci itu kok. Ini seminar bagi orang-orang kreatif yang ingin nyemplung di bisnis kreatif, seperti industri musik, distro, EO dll. Jadi kalo kamu ingin hidupmu kreatif dengan usaha yang kreatif, datang dong ke seminar ini!

Keenam, gw bakalan jalan sama sso Minggu sore dan sso ini punya potensi bikin gw kikuk setengah idup, bikin gw banyak melamun, dan bikin gw mulai berpikir tentang cinta. Hei, gw dengar suara muntah!
Venue yang ini tertutup untuk umum, jadi jangan kamu tanya di mana tempatnya.

Ok, itu evant-evant dari gw. Semoga berguna. Have a great weekend guys!

'Shaken, not stirred'

Jumat kemarin gw mendapatkan buah tangan dari teman yang keluar negri. Ok sebenarnya bukan buah tangan, karena gw memang nitip.

Sebelum dia berangkat ke luar negri, dia sempat tanya mau nitip apa. Awalnya gw bingung. Pastinya sih mau nitip buku, cuma buku seperti apa? Soalnya belakangan waktu menjadi terlalu sedikit, bahkan untuk sekedar main Total War, makan sushi Naga, nongkrong di Starbucks, dan lain sebagainya. Itu semua bukti kepadatan gw dan bukan kesenggangan gw, ok.

Selain itu juga memang masih banyak buku yang belum gw selesaikan membacanya. Akhirnya ditengah kebingungan, gw milih nitip Absolute sama beer aja. Alasannya, gw susah bangat nyari Absolute di Jakarta. Sekalinya ada, harganya wujubile mahalnya.

Tepat Jumat kemarin barang titipan gw tiba di Indonesia dengan selamat hohoho. Langsung gw samperin rumah temen gw buat ngambil nih barang. Ternyata selain Absolute dan Corona Extra, gw dapat bonus satu botol Stolichnaya! Hohoho alamat mabok vodka nih gw. Eh gw lupa, pembaca blog gw bukan clubber. Jadi Absolute dan Stolichnaya itu nama merek vodka, bukan merek rokok apa lagi judul buku. Dan vodka adalah air putihnya orang Rusia.



Sebenarnya gw agak kecewa dengan Corona Extranya. Gw kecewa kenapa temen gw belinya yang itu?! Pertama, gw sudah pernah minum beer ini. Kedua, beer asal Meksiko ini rasanya seperti air sabun diberi pemanis. Ketiga, DAN GW GAK SUKA MINUM AIR SABUN!

Gw heran kenapa orang Meksiko bisa tahan dengan beer seperti ini. Tapi namanya oleh-oleh, jadi tetap harus ngomong trima kasih, 'trima kasih, sudah buat gw keracunan sabun mandi, kawan'

Gw janji ke temen gw ini, gw akan buatkan cocktail kalo doi bawakan vodka buat gw, I kept my promise, I made it. Hanya masalahnya gw belum pernah berkesempatan menggunakan Stolichnaya untuk buat cocktail, jadi gw gak tau gimana karakter aslinya.

Stolichnaya
700ml Stolichnaya sekitar USD78, lebih mahal dibandingkan Absolute yang 'cuma' USD36. Ini vodka kebanggaannya Berlin dan gw jarang bangat menemukannya diracik dalam cocktail. Kebanyakan diminum langsung, cmiiw. Sebenarnya enak sih diminum langsung, tapi saat itu gw bawa mobil dan nyetir sendiri, jadi gw harus memastikan sampai di rumah dengan selamat. Aromanya mirip seperti alcohol 70%, dengan rasa yang lembut.

Ah gila, gw suka nih vodka. Belum genap seminggu, Stolichnaya gw tersisa gak lebih dari 1/4 botol. Kentang. Yang pasti sih bukan karena gw haus.

Ok, diakhir posting, gw ingin berbagi beberapa resep cocktail ala Joe's House.

Jungle Juice
Gw demen bangat jungle jus, soalnya mudah. Pertama kali gw belajar buat sewaktu di Bali. Jungle Juice dihidangkan di dalam gelas 800ml, campurannya 1-2slot sirop buah (banyaknya tergantuk selera, suka manis atau tidak), satu scop ice dan 650ml Absolute, kemudia dicampur dengan cara dituang ke wadah lain. Lebih nikmat jika ada perasan lemon atau dengan potongan buah. Biasanya Jungle Juice di minum menggunakan hanya satu sloki dan digilir. Makanya ini biasanya diminum saat hang out bareng teman dekat sebagai tanda keakraban.

Black Russian
Berbeda dengan Jungle Juice, ini dihidangkan pergelas, biasanya menggunakan Old-fashioned glass (gelas pendek). Buatnya gampang bangat. Tuangkan 1 3/4 oz (1oz itu sekitar 28gram) Absolute ke dalam gelas yang sudah diberi es batu, lalu 3/4 oz Khalua (minuman beralkohol beraroma kopi), kemudian aduk.

Appletini (Apple Martini)
Kalo yg ini dihidangkan di gelas cocktail (gelas tinggi mirip gelas wine, hanya saja wadahnya kerucut). Persiapan, dinginkan gelas, dengan cara masukan es secukupnya ke dalam gelas dan beri air. Masukan 65gram vodka ditambah dengan 28gram green apple schnapps ke dalam shaker. Kalo suka bisa tambahkan Granny Smith yang rasa apel. Kocok seperlunya (terus terang gw gak gitu suka vodka atau martini yang dikocok). Buang es dan air di dalam gelas dan tuang Apple Martini ke dalam gelas. Sebagai tambahan, kamu bisa sapukan potongan lemon di bibir gelas.

Pasti setelah ini kamu bertanya-tanya, bagaimana cara membuat minuma favorit James Bond, Dry Martini?

Persiapannya sama, dinginkan gelas cocktail dengan es dan air. Masukan 1oz gin (vodka juga bisa, tapi jarang) ke shaker, 'Shaken, not stirred' bersama es. Tuangkan Dry Vermouth secukupnya ke dalam gelas cocktail yang sudah dikosongkan tentunya, lalu menyusul Gin yang sudah selesai dikocok. Masukan satu green olive. Ow iya, kamu bisa nambahin garam pada bibir gelas. Voila.


Update: di apartemen gw baru masuk tv kabel (sedih bener, hampir dua tahun berdiri baru sekarang masuk tv kabel). Gw sudah lama gak nonton channel luar semenjak pindah dari kost Alpukat. Gw kangen nonton Animax, gw juga bisa nonton Gosip Girl, Dorama Korea -- lo boleh ketawa karena cowo seseram gw sukanya nonton film cartoon dan drama seri, pake nangis lagi. Dan ini artinya berpotensi memperburuk insomnia gw. Crab...





Powered by XL BlackBerry® smartphone

Global Powerization dalam YEC 2009

Ok, gw lanjutin lagi ngomongin komposisinya Kenan Loui Widjaja,

Global Powerization (Sebelumnya, ada baiknya kamu membaca posting di_sini terlebih dahulu, biar nyambung dan gak seperti katak lama di WC)

Apa yang istimewa di sini?
Orang Indonesia tahu persis apa yang membuat bangsa kita menarik di mata manca negara, dan itu karena budaya kita yang beraneka ragam. Itu juga yang digunakan Kenan dengan baik. Dia menggunakan etnik dari daerah beberapa daerah, Karawit Sunda, Gamelan Bali. Etnik tersebut dipadu dengan fusion dan jazz.

Judul komposisi ini merangkumnya dengan baik. Bercerita mengenai kekuatan dari perubahan, komposisi enerjik. Diawali dengan seruling bambu lengkap dengan suara kicauan burung, yang seolah-olah kita diajak membayangkan sawah yang membentang luas dan hijau. Tapi dengan cepat komposisi berubah cepat, menandakan perubahan global. Kenan masuk dengan kecak Bali yang diiringin secara unison. Tipikal kecak pada gamelan bali adalah three against four.

Ah, apa pula itu? Maksudnya, kamu memainkan 16th not dengan memblok tiga not. Ok, kalo masih bingung juga, kamu bisa les di tempat kursus musik terdekat. Kalo kamu perhatikan di sini, unison dimainkan dengan tangan kiri dan kanan, sedangkan pattern kecak dimainkan pada kaki. Kalo di dalam institusi musik ini disebut poliritem, karena bagian tangan dan kaki memainkan birama/ritem yang berbeda.

Tidak hanya ritem, Kenan bermain pola progresi yang unik sekaligu rumit. Sebenarnya masih dalam cord yang sama, hanya saja alur melodinya turun/naik setengah nada, persis seperti gospel chops.

Beranjak masuk kedalam verse, kita disuguhi balutan ritem rock dengan distorsi gitarnya. Mungkin di sini tibalah era moderen. Walopun ritemnya rock dengan melodi distorsi gitar, namun latarnya diiringi pola gamelan Bali.

Masuk ke reff: double time. Kali ini dibalik, justru melodinya yang menggunakan pentatonik seruling Sunda, dimainkan secara stakato double time.

Di lagu ini Kenan menunjukan semua yang dia miliki; speed, ostinato (untuk penjelasan pragmatis, bisa kamu lihat di_sini), dan musikalitas. Speed. Ini tidak membutuhkan penjelasan panjang lebar, dikarnakan bisa kamu lihat langsung. Kecak Bali yang dimainkan minimal dua orang yang saling bersahutan, bisa Kenan mainkan dengan mudah hanya dengan satu tangan.

Bagaimana dengan ostinato? Kamu bisa lihat bahwa karawitan Sunda, gamelan Bali dimainkan secara kelompok, artiya banyak ritem dengan banyak kepala, namun Kenan mampu memainkannya seorang diri.

Bicara musikalitas, tentu kamu bisa melihat, bahwa komposisi super rumit ini hampir mustahil diciptakan oleh anak seusia 16 tahun, walaupun kami tidak mengerti apa yang dia mainkan -- tentu! Kalo kamu mengerti jadi tidak terlihat rumit lagi kan?





Posting ini gw dedikasikan untuk Kenan Loui Widjaja dan semua generasi muda bangsa Indonesia, agar menjadi kebanggaan ibu pertiwi. Tidak mengikuti gw sebagai penulis yang merusak mental bangsa dengan membaca blog gw (gw heran, masih aja ada yang demen baca blog gw?!).

MTV Insomnia

Ini acara sangat, sangat gak bagus sekali, terutama buat gw. Kamu tahu dong kalo gw ini insomnia akut. Lebih mudah rasanya belajar bahasa Latin dari pada tidur cepat *lebay*

Nah dengan adanya acara ini, GW MAKIN SUSAH TIDUR. Kalo tujuan hakiki acara ini membuat orang terlambat kuliah dan ngantor besok pagi, maka Surya dan Adit berhasil. Wajar kalo kamu belum tahu, karena acara ini baru seminggu lebih sehari. MTV Insomnia tayang perdana 23 Maret 2009 dari jam01.00-04.00 dini hari, dengan format kamar kost cowo (yang berantakan), dengan Adit dan Surya sebagai anak kostnya.

Apa aja konten acara ini?
Jangan tanya, karena gw juga gak tahu. ABSRUD ABIZZZ. Dari tips yang absrud, saran yang absrud, sampai host yang absrud. Intinya, Surya dan Adit akan menemani orang-orang seperti gw. Jadi kamu boleh telp untuk sekedar say hi, atau request musik bergambar*, atau kirim salam, atau menyatakan cinta, atau curhat -- ini yang paling populer, curhat soal lawan jenis. Belum ada seminggu, sudah ada yang ribut karena masalah pacaran dengan suami orang dan istrinya labrak lewat MTV insomnia. Crab!

Selain on air dari studio Global tv, MTV insomnia juga hadir di tempat-tempat hang out anak nongkrong Jakarta, khususnya yang masih melek di tengah malam bersama vj Andini yang lebay mampoes itu.

Pernah yang lucu saat Surya digodain sama Dedi, salah-satu penelpon yang ngerayu Surya. Iya lah, Dedinya gay!

Nah malam ini, Surya dan Adith on air untuk yang terakhir kali karena akan diganti dengan yang lain. Gw juga gak tahu kenapa umur mereka cuma bentar aja. Menurut gw susah-susah gampang bawa acara seperti ini. Acara tanpa scrip, spontan, mirip seperti di radio, harus ngaco dan gokil, tapi jangan sampai kelepasan batas, seperti yang dulu Desta pernah lakukan sehingga menyebabkan acara serupa MTV Insomnia dituntut dan ditutup.

Update: ternyata bukan mereka diganti, tapi mulai besok sampai Kamis ada bola, jadi mereka gak on air. Kentang!



Beberapa istilah atau kebiasaan di MTV Insomnia:
* musik bergambar: video clip
- Basah: ngerti
- Aa dan Ee: peran Surya dan Adit saat menjawab panggilan telpon
- mereka sering bersaing siapa yang paling banyak dapat pujian
- ow iya, Surya dan Adit paling males kalo terima telpon dari cowo
- Gobis: gokil abiz; gagil: gaul gila; gamam: gaul mampoes.


Update:
Karena banyak yang nanya alamat email dan no telp, maka gw share aja di blog (dan bukan di comment). Ini guys:

alamat email mtvinsomnia[at]globaltv[dot]co[dot]id

no telpon 79191059 atau 79290948

Perlu nomor telpon gw juga? Hehe


Tuh kan, gw belum tidur sampai sekarang karena mereka!


DISCLAIMER: Melihat banyaknya comment, email, dan shout-box-message yang mengira ini blognya MTV Insomnia, apa lagi yang mengira gw Adith/Surya, maka gw menegaskan di sini, bahwa blog ini TIDAK ADA AFILIASI DALAM BENTUK APAPUN DENGAN MTV INSOMNIA. Tulisan ini semata-mata hanya untuk menginformasikan bahwa pemilik blog ini juga suka 'nongkrongin' MTV Insomnia -- tidak lebih. Tapi kalo kamu mau posting all about MTV Insomnia, kamu bisa email gw di johanesjuda[at]gmail[dot]com, nanti kalo ok, akan gw upload di blog gw ini, tentunya semua email akan dirujuk ke MTV Insomnia. Thank you.


Powered by XL BlackBerry® smartphone