Tampilkan postingan dengan label masak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masak. Tampilkan semua postingan

Spaghetti 'Ulangtahun' Bolognese

Setelah selesai nyiapin beberapa project buat nanti malam dan besok - ok sebenarnya belum benar-benar selesai cuma kangen ngeblog absrud, gw pengen posting post yang sudah lama pengen gw nulis, yaitu masa spaghetti Ulangtahun!

Kalo di beberapa tradisi biasanya ulangtahun atau tahun baru itu masa mi goreng (katanya biar umur panjang dan masalah banyak), maka dikeluarga gw tradisinya masak spaghetti. Gw gak tahu pastinya sejak kapan tradisi itu berawal, tapi seingat gw semenjak gw jualan spaghetti di bazar SMU gw dulu. Mungkin karena pujian dari Errick (gw sampai hafal gitu namanya?!) bilang bahwa spaghetti nyokap gw lebih enak dari spaghetti Pizza Hut, makanya keluarga gw getol bikin spaghetti tiap ngumpul. Yang kami gak tau ternyata Errick gak pernah makan spaghetti di Pizza Hut *long sigh*.

Ok, bahan-bahan apa aja yang perlu disiapkan untuk membuat Spaghetti Ulangtahun ala Joe?

Pertama, pastikan siapa dulu yang ulang tahun. Kalo gak ada yang ulangtahun gak relevan dong bikin Spaghetti Ulangtahun.

Kedua, yang gak kalah penting siapkan spaghetti keringnya. Ini gak bisa ditawar. Soalnya kalo spaghettinya digantikan dengan fetucini atau makaroni, jadinya bukan Spaghetti Ulangtahun jg - gak relevan dengan judul. Beli 750gram.

Ketiga, Beli daging sapi giling. Kalo gak salah 1ons itu IDR7000, belinya IDR10.000 aja. Ow iya, ini gw masak untuk 4-5 orang ya. Lebih dan kurangnya ditakar aja pake ilmu perbandingan> masih ingat kan rumusnya? Syaratnya angka-angka dalam perbandingan tidak boleh ada pecahan!

keempat, Beli smoked sosis. Kalo yg ini setahu gw gak bisa beli batangan, jadi beli satu bungukus, nanti ambil secukupnya.

Untuk bumbu dan saos:
  • Pasta tomat 7-8 buah ukuran sedang, itu kalo kalian mau repot. Kalo gw sih pake pasta tomat 4sdm dan saos tomat 10sdm.
  • Satu buah bawang bombai, cincang. Saran gw, motongnya jauh-jauh kalo gak mau nangis bombai. Soalnya gw butuh tiga kali bolak-balik ke WC nyeka air mata untuk bisa nyincang satu bawang bombai
  • 5 buah tomat ukuran sedang
  • 4 batang peterseli, cincang; 1/2 sdt oregano dan 1/2 sdt basil - gw gak tahu di mana kalian bisa beli ini, tapi yang pasti di pasar kopro gak ada. Gw sudah pernah tanya kok.
  • keju parmesan
  • butter
  • olive oil / minyak goreng
  • bumbu penyedap: garam secukupnya, lada hitam sebanyaknya

Cara Memasak:
  1. Rebus spaghetti di dalam air mendidih, taburi garam secukupnya. Tiriskan. Campur dengan 2sdt olive oil atau minyak goreng.

  2. Goreng bawang bombai dengan olive oil dan butter (3sdt), tunggu sampai harum. Setelah itu masukan daging giling, masak sampai berubah warna. Setelah agak kecoklatan, masukan sosi yang sudah dipotong-potong (eh ada sake sisa dari Jepang, masukan aja sekalian). Masukkan garam, lada, oregano, basil. Aduk sebentar, lalu masukkan saus tomat, pasta tomat, dan tomat yang sudah dipotong kotak-kotak kecil. Aduk dan masak terus di atas api kecil hingga mengental.
  3. Tuang saos di atas spaghetti plus parutan parmesan.


Sori kalo penyajiannya berantakan, itu menunjukan eksistensi gw sebagai cowo


Kalo masih terlalu sulit, saran gw pesan aja spaghettinya di pizza hut.

'Shaken, not stirred'

Jumat kemarin gw mendapatkan buah tangan dari teman yang keluar negri. Ok sebenarnya bukan buah tangan, karena gw memang nitip.

Sebelum dia berangkat ke luar negri, dia sempat tanya mau nitip apa. Awalnya gw bingung. Pastinya sih mau nitip buku, cuma buku seperti apa? Soalnya belakangan waktu menjadi terlalu sedikit, bahkan untuk sekedar main Total War, makan sushi Naga, nongkrong di Starbucks, dan lain sebagainya. Itu semua bukti kepadatan gw dan bukan kesenggangan gw, ok.

Selain itu juga memang masih banyak buku yang belum gw selesaikan membacanya. Akhirnya ditengah kebingungan, gw milih nitip Absolute sama beer aja. Alasannya, gw susah bangat nyari Absolute di Jakarta. Sekalinya ada, harganya wujubile mahalnya.

Tepat Jumat kemarin barang titipan gw tiba di Indonesia dengan selamat hohoho. Langsung gw samperin rumah temen gw buat ngambil nih barang. Ternyata selain Absolute dan Corona Extra, gw dapat bonus satu botol Stolichnaya! Hohoho alamat mabok vodka nih gw. Eh gw lupa, pembaca blog gw bukan clubber. Jadi Absolute dan Stolichnaya itu nama merek vodka, bukan merek rokok apa lagi judul buku. Dan vodka adalah air putihnya orang Rusia.



Sebenarnya gw agak kecewa dengan Corona Extranya. Gw kecewa kenapa temen gw belinya yang itu?! Pertama, gw sudah pernah minum beer ini. Kedua, beer asal Meksiko ini rasanya seperti air sabun diberi pemanis. Ketiga, DAN GW GAK SUKA MINUM AIR SABUN!

Gw heran kenapa orang Meksiko bisa tahan dengan beer seperti ini. Tapi namanya oleh-oleh, jadi tetap harus ngomong trima kasih, 'trima kasih, sudah buat gw keracunan sabun mandi, kawan'

Gw janji ke temen gw ini, gw akan buatkan cocktail kalo doi bawakan vodka buat gw, I kept my promise, I made it. Hanya masalahnya gw belum pernah berkesempatan menggunakan Stolichnaya untuk buat cocktail, jadi gw gak tau gimana karakter aslinya.

Stolichnaya
700ml Stolichnaya sekitar USD78, lebih mahal dibandingkan Absolute yang 'cuma' USD36. Ini vodka kebanggaannya Berlin dan gw jarang bangat menemukannya diracik dalam cocktail. Kebanyakan diminum langsung, cmiiw. Sebenarnya enak sih diminum langsung, tapi saat itu gw bawa mobil dan nyetir sendiri, jadi gw harus memastikan sampai di rumah dengan selamat. Aromanya mirip seperti alcohol 70%, dengan rasa yang lembut.

Ah gila, gw suka nih vodka. Belum genap seminggu, Stolichnaya gw tersisa gak lebih dari 1/4 botol. Kentang. Yang pasti sih bukan karena gw haus.

Ok, diakhir posting, gw ingin berbagi beberapa resep cocktail ala Joe's House.

Jungle Juice
Gw demen bangat jungle jus, soalnya mudah. Pertama kali gw belajar buat sewaktu di Bali. Jungle Juice dihidangkan di dalam gelas 800ml, campurannya 1-2slot sirop buah (banyaknya tergantuk selera, suka manis atau tidak), satu scop ice dan 650ml Absolute, kemudia dicampur dengan cara dituang ke wadah lain. Lebih nikmat jika ada perasan lemon atau dengan potongan buah. Biasanya Jungle Juice di minum menggunakan hanya satu sloki dan digilir. Makanya ini biasanya diminum saat hang out bareng teman dekat sebagai tanda keakraban.

Black Russian
Berbeda dengan Jungle Juice, ini dihidangkan pergelas, biasanya menggunakan Old-fashioned glass (gelas pendek). Buatnya gampang bangat. Tuangkan 1 3/4 oz (1oz itu sekitar 28gram) Absolute ke dalam gelas yang sudah diberi es batu, lalu 3/4 oz Khalua (minuman beralkohol beraroma kopi), kemudian aduk.

Appletini (Apple Martini)
Kalo yg ini dihidangkan di gelas cocktail (gelas tinggi mirip gelas wine, hanya saja wadahnya kerucut). Persiapan, dinginkan gelas, dengan cara masukan es secukupnya ke dalam gelas dan beri air. Masukan 65gram vodka ditambah dengan 28gram green apple schnapps ke dalam shaker. Kalo suka bisa tambahkan Granny Smith yang rasa apel. Kocok seperlunya (terus terang gw gak gitu suka vodka atau martini yang dikocok). Buang es dan air di dalam gelas dan tuang Apple Martini ke dalam gelas. Sebagai tambahan, kamu bisa sapukan potongan lemon di bibir gelas.

Pasti setelah ini kamu bertanya-tanya, bagaimana cara membuat minuma favorit James Bond, Dry Martini?

Persiapannya sama, dinginkan gelas cocktail dengan es dan air. Masukan 1oz gin (vodka juga bisa, tapi jarang) ke shaker, 'Shaken, not stirred' bersama es. Tuangkan Dry Vermouth secukupnya ke dalam gelas cocktail yang sudah dikosongkan tentunya, lalu menyusul Gin yang sudah selesai dikocok. Masukan satu green olive. Ow iya, kamu bisa nambahin garam pada bibir gelas. Voila.


Update: di apartemen gw baru masuk tv kabel (sedih bener, hampir dua tahun berdiri baru sekarang masuk tv kabel). Gw sudah lama gak nonton channel luar semenjak pindah dari kost Alpukat. Gw kangen nonton Animax, gw juga bisa nonton Gosip Girl, Dorama Korea -- lo boleh ketawa karena cowo seseram gw sukanya nonton film cartoon dan drama seri, pake nangis lagi. Dan ini artinya berpotensi memperburuk insomnia gw. Crab...





Powered by XL BlackBerry® smartphone

Teman Penyemangat

Aah gila, gak kerasa sudah hampir dua minggu gak ngeblog!! Tapi yang pasti gw belum married, ok. Jadi kalo kalo ada dari kamu yang mikir 'Joe gak ngeblog lagi karena ngurusin anak' gw mau bilang itu keliru (eh, tapi kalo pun sudah kawin, gak secepat itu kalee punya anak?!). Atau kalo ada yang berpikir gw sudah mati, maka yang itu hampir tepat. Kerjaan gw sekarang bikin gw lupa pakai kutang, alias kerja sudah gak ada jamnya!! Bukan, buka karena lembur, tapi karena telat mulu ngantor.

Saat ini gw bersama teman-teman di kantor sedang mempersiapkan seminar untuk tanggal 23-24 April (official web-nya menyusul). Kurang lima minggu sebelum hari H dan proposal saja belum lengkap! Itu pun masih dipotong untuk mempersiapkan seminar hari ini (brosur terlampir di banner)! Artinya gw siap brojol tanpa kutang!

Dengan alasan tsb gw harap kamu bisa mentolerir lamanya blog ini gak terupdate. Kalo gak bisa ditolerir, PERGI AJA LO DARI SENEE!

Ehm... ehm... maaf kelepasan. Dengan alasan ini juga gw ingin memperkenalkan teman gw yang membuat gw bisa tetap semangat di pagi hari dan menemani gw bekerja di malam-malam sunyi. Yang bisa bikin gw tenang saat kalut. Menciumnya saja, membuat satu hari gw menjadi indah untuk dilalui. Ah indah bangat waktu-waktu yang kami lalui bersama (tsah...), khususnya saat menghempaskan ampasnya ke keranjang sampah dan membuatnya kembali (loh?). Ehm teman saya adalah kopi instan! Ya, ironis sekali gw cuma bisa berteman sama bungkus kopi.

Dengan waktu yang sering kami lalui bersama, gw semakin mirip kopi mengerti kopi-kopi instan yang berada di pasaran itu tidak sama - kecuali kalo mereknya sama.


Sekilas mengenai kopi instan, di pasaran bisa dikelompokan menjadi dua jenis kopi instan, yaitu black coffee dan mix coffee (bisa sudah dicampur gula, dicampur cream, dicampur susu, dicampur gingseng, dan mungkin dalam waktu dekat akan keluar kopi mix jamu Ayam Jago). Dari ke dua kopi tersebut dibagi lagi menjadi dua, yang berampas atau tidak.

Terus terang, gw lebih suka kopi berampas. Alasannya, kopi berampas itu hampir mirip dengan kopi tubruk. Sedikit mengenai kopi seduh. Menyeduh kopi tubruk itu harus dengan air mendidih, kenapa? Karena saat terkena air panas, kopi akan terpanggang kembali. Jadi kalo menggunakan air panas aja, kopi cendrung 'melempem'. Nah saat kopi terpanggang digelas itu, kopi mengeluarkan aroma yang bikin -- gw khususnya, senyum-senyum najong. Tapi tidak semua kopi berampas gw suka. Sebaliknya juga dengan kopi tanpa ampas, ada beberapa yang gw suka. Sekian sekopi sirih dari gw mengenai kopi instan dan untuk beberapa menit ke depan gw akan menyita waktumu untuk mendengarkan ocehan gw terhadap merek-merek kopi yang gw biasa minum.

Torabika Kopi Susu
Kita mulai dari yang paling gak enak (versi gw). Seperti gw bilang sebelumnya, menyeduh kopi instan hampir sama seperti menyeduh kopi tubruk, khususnya yang berampas. Eh, gw belum bilang ya kalo Torabika kopi susu ini seperti kopi instan ABC atau kopi instan Kapal Api, yang kalo diseduh meninggalkan ampas sama seperti kopi tubruk? Ok, baca kembali kalimat sebelumnya.

Rasa kopi ini agak aneh, gw rasa itu rasa dari pemanis buatan atau cream tambahan agak terlihat seperti kopi susu. Padahal wanginya sudah hampir meyakinkan loh.

Indocafe Coffee Mix
Banyak yang suka nih kopi, termasuk beberapa teman kantor gw, bahkan emak gw juga suka. Ini termasuk kopi tanpa ampas alias benar-benar instan; campuran kopi, gula dan krim. Mungkin ini cofee mix yang terakhir gw pilih. Dibanding coffee mix - coffee mix yang lain. Sebenarnya dulu gw suka nih kopi (sewaktu di pasaran cuma ada ini), tapi setelah semakin banyaknya merek baru dengan kopi yang lebih baik, maka kopi ini terlihat kurang. Tanpa ada pembanding bagaimana kita tahu sesuatu enak. Apa yang gw gak suka dari nih kopi adalah rasanya yang seperti kelapa. Gw gak kaget kalo ternyata pembuat kopi ini gak bisa bedakan antara krim dengan santan. Tapi setidaknya masih lebih baik dri Torabika.

Kopi kapal Api Insatn (kopi+gula)
Ini hampir tidak ada bedanya dengan kopi tubruk biasa, kecuali dalam bentuk instan dan sudah tercampur gula. Kopinya harum, cukup harum maksud gw. Rasanya kering, padahal tidak begitu light, tapi juga tidak dark. Manisnya cukup, namun buat gw sepertinya nanggung. Mending sekalian beli kopi tubruk, apa lagi gw lebih senang minum kopi hitam tanpa gula.

Kapal Api Kopi Susu
Masih satu merek dagang dengan sebelumnya, hanya saja yang ini sudah ada campuran susunya. Aroma saat kopi diseduh mirip sekali dengan Kopi ABC Susu, favorit gw. Mungkin kalo bukan gw sendiri yang seduh, bakalan tertukar antara dua merek tersebut. Campuran antara kopi dan susunya pas. Cuma sewaktu selesai diminum, ampasnya sedikit jika dibandingkan dengan sebelum diseduh (32g). Ok, mungkin kamu lihat itu bagus ampasnya dikit, tapi buat gw itu berarti lebih banyak gula dan susunya dibanding kopinya dan memang benar, rasanya manis (bahkan saat gw menyeduhnya dengan 250ml air mendidih, lebih banyak 75ml dari yang dianjurkan). Kalo minum kopi yang terasa hanya manisnya, mending minum sirup khalua aja.

Nescafe Original
Ini mungkin kopi mix tanpa ampas ter-favorit gw. Kopi ini terdiri dari kopi (jenis espresso), cream dan sugar. Rasanya persis caramel tanpa bau gosong. Ok bangat buat menemani cemilan sore, tapi gagal membuat gw tetap stay tune dengan kerjaan gw. Mungkin karena rasanya yang seperti permen itu sehingga hanya cocok sebagai pemanis bibir dan biar dibilang minum kopi.


Nescafe Classic
Kalo ini favorit kopi hitam gw dengan bungkus paling kecil dibanding merek kompetitornya (isinya hanyaa 5g) tapi bisa buat nyeduh kopi 200ml. Sama seperti yang Original, yang Classic pun tidak berampas karena proses kopinya dari ekstrak kopi murni (jenis espresso). Selain itu, kopi ini tanpa gula, makanya cocok bangat sama gw. Mungkin untuk beberapa orang mengeluhkan kopi ini terasa agak asam, dan itu benar, persis seperti Americano (espresso dengan lebih banyak air). Jadi kalo kamu mau jago ngomong sama orang Amerika, mulai besok sarapan dengan kopi ini. (Disclaimer: saran ini bukan dari pengalaman penulis, tapi dari ke-sotoy-an penulis! Satu lagi, penulis tidak bertanggung jawab jika perut kamu mules sehabis sarapan dengan kopi ini).

Kopi ABC Susu
Menurut gw ini kopi susu instan terbaik yang pernah ditemukan oleh orang Indonesia (Eh bbener kan ini kopi buatan dalam negri?)! Dari pertama kali diseduh, seperti gw bilang di atas, langsung bisa bikin gelisah, alias geli-geli basah. Kopinya segar, dan disangrai dengan timing yang tepat, sehingga sewaktu diseduh kopi matangnya pas! (Kalo kamu nemu penulis blog ini ngomong sok ahli lagi, lempar aja dengan kamus!). Sewaktu diminum lebih gila lagi, gw bisa senyum-senyum najong sendirian! Kopinya seperti buatan tangan aja. Antara kopi dan susunya pas bangat perbandingannya. Gulanya juga pas, kamu hanya dapat rasa yang pas dengan menyeduhnya denag air sebanyak 175ml s/d 200ml. Di luar itu akan kekentalan atau keenceran (dan tentu gak kerasa manis juga). Tob markotot buat ABC kopi susu!

Tapi satu pertanyaan gw buat kopi ini. Ada hubungannya gak sih dengan Baterai ABC?

Kopi ABC Moca
Gw pikir sama seperti Pocky Banana yang menggabungkan dua rasa kesukaan gw, coklat dan pisang, dan hasilnya menjadi sumber libido gw. Begitu dengan ABC Moca, menggabungkan kopi dengan coklat, dan hasilnya HOEEEKKK INI KOPI APA JAMU SIIHHH?!! Gila, rasanya lebih berantakan dibandingkan konflik di Gaza!!

Ya segini dulu cerita gw mengenai kopi instan. Eh, kamu nanya kenapa kopi favoritmu gak ikutan masuk sini? Ok, jujur gw bilang kopi - instan-kopi - instan semacam Gooday (semua jenis), atau Indocafe Cappuccino, itu lebih parah dari ABC Moca -- padahal ABC Moca saja suda seheboh Gaza!!

tolong, jangan ngaku ke gw, kamu minum kopi kalo yang kamu maksud kopi itu Good Day

Kopi-kopi semacam ini banyak menggunakan ekstrak rasa dari bahan kimia untuk mendapatkan rasa 'dummy' kopi impor seperti late atau cappuccino. Aslinya membuat cappuccino atau late harus menggunakan kompresor bertekanan tinggi. Kalo benar dari bungkus 50g bisa beneren dapat cappuccino, mesin kopi Starbucks yang seharga 500 juta itu gak akan laku!




Ok, jangan tersinggung kalo gw menghina permen kopi favoritmu. Apapun kopinya, jangan lupa bayar di kasir!



Powered by XL BlackBerry® smartphone

Masak Udang Sayur Lodeh ala Joe!



Masak Udang Sayur Lodeh ala Joe:

Bahan-bahan
- sayur-sayuran lodeh; labu, kacang panjang, terong, daun melinjo, nangka sayur (beli paketan di Hero)
- melinjo (saya tidak suka, jadi tidak pake)
- setengah kilo udang. Kok sedikit ya? Iya, soalnya udang mahal, bung. sisihkan kepalanya dan kupas kulitnya, sisahkan satu ruas terakhir berserta ekor
- penyedap royco (pilih antara rasa sapi atau ayam. Jangan rasa tiram, karena gak ada)
- bumbu instan lodeh sajiku
- kacang tanah (saya pake kacang di toples, sisa lebaran kemarin)
- santan (saya tidak pakai santan karena sudah ada udang)
- tomat ceri. Ok, saya tahu memang sayur lodeh tidak pake tomat, tapi ini tomat sisa kemarin dan tinggal sedikit
- empat siung bawang putih, geprak/rajam kasar/biarkan apa adanya - pilih salah-satu, jangan semuanya, nanti kebanyakan.
- satu sendok teh minyak goreng
- garam, gula, merica secukupnya

Untuk menemani memasak
- satu album The King of Swing
- satu kotak kue mangkok

Cara memasak:
Tumis bawang putih yang sudah kamu geprak atau rajam atau utuh-utuh dengan kulitnya, bersama bumbu lodeh dengan minyak satu sendok teh. Ingat, apinya kecil saja, jangan gede-gede. Setelah harum, atau bawang mulai kecoklatan, atau kamu rasa sudah agak gosong, masukan santan encer dan kepala udang. Masih dengan api kecil, aduk perlahan. Kalo seperti saya yang tidak menggunakan santan, kamu bisa ganti dengan air putih atau susu. Jenius! Itu inovasi dari saya, semata-mata karena santan, air putih, dan susu sama-sama berwarna putih. Tapi kamu jangan ganti dengan terigu, pokoknya jangan.

Setelah harum, masukan udang. Tentunya terlebih dahulu tiriskan kepala udangnya. Nah kepala udang yang sudah matang itu bisa kamu cemil sembari nunggu udangnya matang. Tapi kalo saya sih kepalanya saya buang.

Setelah udang berubah warna, masukan semua sayuran yang ada, dan tambahkan sedikit demi sedikit santan kental. Ingat, apinya tetap kecil ya, nanti santannya pecah.

Masak hingga sayuran layu, angkat dan hidangkan. Mudah bukan? Saran, hidangkan sambil mendengarkan album Extreme dari Extreme, pastinya tidak akan terasa kalo sayur Lodeh Masak Udangnya terlalu asem.

Selamat mencoba.

Joe is in the Kitchen

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa judul blog ini adalah Joe's House, maka seperti layaknya rumah, saya menambah kategori baru dalam blog ini, yaitu dapur. Apa aja yang bisa kamu temui di dapur? Tentu saja seputar tips memilih bahan makanan dan ngomongin makanan. Tentunya makanan yang dibicarakan adalah makanan yang saya masak.

Apa, Joe masak??!

Tenang, tenang. Berita baiknya sampai saat ini belum ada yang mati karena keracunan masakan saya. Berita buruknya, sudah ada yang hampir mati kelaparan karena nunggin saya masak.

Awal November ini, saya lagi senang-senangnya masak. Ada beberapa hal yang menyebabkan saya memasak sendiri. Pertama karena mama saya sudah kembali ke Banjarmasin sehingga harus ada yang memasak untuk menjaga kelangsungan hidup kami. Kedua karena saya sedang mengatur pola makan yang sehat dan baik. Ketiga perekonomian dunia yang kian memburuk juga Obama terpilih sebagai presiden US (yang ini rasanya gak ada hubungannya). Terakhir karena dalam waktu dekat ada 'cewek' yang bakalan ngunjungin blog ini.

Sehubungan mengenai alasan terakhir tersebut, saya mohon dengan sangat kepada Selvyna, Yessica, dan Hanny untuk tidak berkata yang bukan-bukan terhadap saya. Tolong gunakan kosa kata yang baik dan benar (baca: ngomongin yang baik-baik tentang saya). Ngomong yang baik-baik itu seperti apa? Seperti ini: Joe itu baik, panjang sabar, dan tidak sombong, rajin menabung dan gemar membaca (silahkan yang mau muntah, soalnya gw sudah duluan).

Kembali pada hobi baru saya. Hobi baru ini mau tidak mau merubah pergaulan saya. Kalo sebelumnya saya lebih banyak nongkrong di warung kopi sambil ngbrol soal-soal ekonomi, politik (gaya loe tuh joe!) bersama para pengusaha dan eksmud seperti Benny, Raymond, Samuel, maka sekarang mau-tidak mau tongkrongan saya sekarang di swalayan bagian bumbu dapur bersama ibu-ibu. Pembicaraan seperti, bawang putihnya di geprak aja, jangan di iris atau telurnya pilih yang kecil-kecil aja, biar dapatnya banyak, juga suami saya suka nakal kalo sehabis saya datang bulan, jeng, sudah menjadi jamak saya dengar di swalayan.

Saya banyak belajar dari ibu-ibu tersebut. Misalnya saya belajar bahwa menggunakan banyak jahe tua untuk memasak 'ayam jahe' menyebabkan rasanya lebih tepat disebut 'ayam ronde' dari pada ayam jahe, atau memasak 'ayam garam Sapo Ekspres' harus menggunakan ayam kampung kalo tidak mau menjadi 'sop asinan ayam', juga memasak sop sapi tidak perlu menggunakan kulit ayam kalo tidak mau jadi 'gulai sapi kulit ayam'.

Trima kasih untuk para ibu-ibu yang sudah begitu besar jasanya. Semoga jejaka ini bisa masuk dapur dan keluar dengan selamat. Amin.

Untuk memulainya maka saya memilih memasak yang sederhana dulu, ayam masak rendang.

Loh, itu gak sederhana kali, Joe?

Yuda, disaat semuanya serba instan, masak ayam rendang tidak lah sulit.

Berikut panduan memasak ayam rendang. Siapkan satu ekor Ayam (minta dipotong delapan bagian di Hero), bumbu rendang instan Sajiku, santan instan, kelapa sangrai instan, kompor dan panci. Cara memasak: Masak ayam bersama gula, garam, merica, santan encer, sangrai kelapa dan bumbu sajiku. Masak dengan api kecil hingga matang.

Mudah bukan? Eh, rasanya? Ok, memang 'agak' gosong, tapi masih bisa dimakan kok. Sueer!

Nah, dari masakan-masakan yang sukses ini membuat kepercayaan diri saya semakin besar untuk terus memasak. Sedangkan jika masakannya gagal, maka masakan tersebut dengan sukses berada di tong sampah.

Manfaat dari memasak sendiri, selain tentunya lebih sehat (karena kita tahu apa yang kita makan), dan lebih hemat (percayalah, uang makanmu sehari bisa untuk membeli bahan makanan untuk tiga hari), memasak merupakan penghilang stress (kecuali kalo masakanmu gagal).

Tips bagi pemula dalam memasak.
1. cari resep yang sederhana, dengan bumbu-bumbu yang familiar ditelinga.
2. Putar musik. Barusan saya masak Sayur Lodeh sambil memutar keras-keras albumnya Michael Buble, 'Call Me Irresponsible'. Lebih asik lagi sambil ditemani wine (seperti di film-film), sayangnya karena masaknya Indonesian Food, maka masaknya sambil makan kue mangkok. Emang, gak elit.
3. Siapkan bahan pokok terlebih dahulu, kemudian bumbu-bumbu. Kalo ada bumbu yang harus dimasak terlebih dahulu, gunakan api kecil.
4. Jangan terlalu lama memasak sayur atau bahan pangan laut.
5. Jangan terlalu berpatokan pada resep dalam menggunakan perasa, karena kebanyakan masih tawar.
6. Berhati-hati! Percaya atau tidak, tingkat kecelakaan di dapur lebih tinggi dibanding berkendaraan mobil.
7. Nikmati masakanmu! Kalo saya tadi memasak sambil ditemani om Buble, maka saat makan saya ditemani Metalica. Bukan, bukan karena saya penggemar musik rock. Itu semata-mata untuk menyamarkan rasa asam sayur lodeh!

I'm superman

Sebelum kita membahas kenapa aku menjadi superman (atau tepatnya kenapa aku terjebak menjadi superman), mari aku ucapkan selamat Tahun Baru 2008. Biar semua cita-cita kita akan terwujud di tahun ini. Amin!

Ok, masih ingat kan di salah-satu blogku sebelum ini, kalo aku harus urus rumah sendirian? Nah berita baiknya aku selamat melewati delapan hari tsb.


Dimulai tanggal 22 malam. Karena masih fresh, jadi masih semangat. Pulang dari antar ortu ke bandara, kami (aku dan adeku yg paling kecil, kelas 1smu sih, cuma jangan diharap bantu ngurus rumah kalo bukan sebaliknya yg dia kerjakan) mampir warnet. Pulangnya kami beli soto untuk makan malam. So far so good karena beli makan diluar.


Tanggal 23, pagi kami sarapan kentang dan naget, sounds good hu? Siangnya masak kornet telur dadar. Malamnya. Nah malamnya agak rumit. Aku coba goreng kodok tepung. Yumy! Lumayanlah, cuma aku gak mau lagi masak kodok. Asli geli liat paha kodok mentah, apa lagi masih ada kukunya. Udah gitu dagingnya dikit pula. Swt deh.


Tanggal 24 siang makan diluar karena sekalian belanja buat malam natal. Cihui, bakalan asik nih! Rencananya aku mau bikin mess potato, ayam&ikan panggang ala hotel SangriLa (nyerempet dikit), sop ikan ekor kuning, sama satu loyang pizza. Huehue pasti kalian semua mulai ngiler kan?;D

Cara membuat:

  1. mess Potato. Siapkan kentang 1kg, susu putih cair (bukan susu kental manis), serta garam&lada secukupnya. Cara membuat: rebus kentang (tentunya setelah di cuci dong) kupas, dan hancurkan. Setelah halus masak tanpa api (loh?!). Sori, masak tanpa minyak dengan api kecil, sambil tuangkan susu cair perlahan-lahan. Ingat, bukan susu manis ya! Masak hingga lembut. Setelah itu jangan lupa matikan kompor.
  2. Ikan&ayam bakar ala hotel SangriLa (hehe soalnya aku sampai tanya resepnya ke mantan koki SangriLa nih). Hasilnya? Ugh, not bad, cuma agak asam karena kebanyakan jeruk lemon (aku suka pake jeruk lemon). Cuma tidak buruk, malah cukup baiklah untuk pemula hehe.
  3. Sop ikan. Aku lupa beli wortel dan tomat, jadinya sop monokromatik gitu warnanya. Ini sop juga ala SangriLa. Cara membuat, fille daging ikan. Terus rebus tulang, kepala, bawang merah/putih, bawang bombay dalam 700cc air sekitar 15menit dengan api kecil. Habis itu ambil airnya, dan rebus kembali bersama potongan ikan, daun bawang, wortel, tomat, garam, gula, merica, dan jeruk nipis. Masak hingga matang. Eh ini resep sungguhan loh, bukan 'how to kill ur roomates'.
  4. Pizza. Monggo di beli di PizzaHut terdekat.
Nah disini mulai deh repotnya kudu nyuci piring kotor seabrek.


Tanggal 25, gereja. Pulang gereja bobo karena kecapean. Malamnya masak sop sama goreng ikan. Mulai males masak aneh-aneh karena nyuci baju juga. Gila, cape bangat! Hampir setahun yg lalu jg aku pernah nyuci baju sso. Sebelumnya aku belum pernah seumur-umur nyuci baju, karena aku lebih milih sikat wc, cuci piring, nyapu/ngpel ketimbang cuci baju. Ya mau tdk mau aku harus bertrima kasih pada orang tsb.


Tanggal 26 s/d tanggal 28, nyuci/jemur pakean, masak, nyapu/pel. Oh God help me! Dulu aku sering berpikir, aku lebih bisa masak dari pada pembantuku or mamaku, cuma sekarang aku ngerti, kalo ngurus rumah tuh berat. Kerjaan gak hanya masak doang, tapi ngepel, nyuci dll. Dalam delapan hari ini aku merasa jadi manusia super (baca superman.red), mungkin lebih (karena aku sangsi superman bisa masak, nyuci, ngepel).


Aku jadi berpikir, sebenarnya perempuan itu lebih kuat dari laki-laki, apa lagi wanita karier. Aku gak habis pikir bagaimana bisa ya mengerjakan pekerjaan rumah dan masih tetap produktif di kantor??


Sungguh besar jasamu ibu. Kalo tidak ada engkau, sudah lama aku mati karena harus ngurus rumah.


Sungguh besar jasamu wahai para pembantu RT. Jika tidak ada kalian, maka membereskan rumah akan sama mustahilnya seperti membrantas korupsi di Indonesia.


Nb. Utk para ibu2, bukan berarti saya mensejajarkan fungsinya dengan para pembantu, jelas para ibu lebih tinggi hehe





Johanes P

johanesjuda.blogspot.com
fivestroke.blogsopt.com
_____________
This mail sent by Sony M600i