Berdasarkan pengalaman gw, ada 7 (tujuh) olahraga yang wajib dikuasai para cowok. Selain karena olahraga ini membuat cowok lebih macho, juga karena biasanya digunakan sebagai ajang pergaulan dan yang terpenting, PDKT cewek (baca: memikat.red). Berikut juga dengan alasannya.
SOCCER
Ini olahraga paling populer di jagad bumi ini, sangkin populernya ini satu-satunya olahraga yang ada World Champion 4 tahun sekali yang diikuti oleh semua negara di dunia ini. Dalam sekala lebih kecil, soccer populer di kalangan masyarakat urban, dalam bentuk futsal. Sepertinya hampir semua kantor punya tim futsal. Pertandingan futsal secara regulernya pun biasanya digunakan juga sebagai ajang lobi. Itu satu poin penting bagi cowok untuk wajib menguasai permainan ini.
Apa yang perlu dikuasai? Loe gak usah harus seperti Beckham atau Ronaldinho, yang terpenting dalam permainan ini loe bisa bermain tim, bisa menggring bola dengan baik dan menerima/memberi umpan dengan baik. Cukup itu aja. Kurang dari itu loe merusak permainan.
BASKET
Amerika, seperti yang loe ketahui, selalu merasa negara adidaya sehingga saat mereka gak bisa sebaik negara-negara eropa atau amerika latin dalam bermain bola, mereka cari olahraga favorit mereka sendiri, yaitu basket. Kalau masih ingat jaman SMU, biasanya selain soccer, basket pun menjadi olahraga favorit para cowok.
Apa lagi kalau loe bekerja di perusahaan asing, khususnya milik Amerika, pasti olahraga reguler mereka adalah basket, jadi wajib hukumnya untuk bisa bermain basket. Dan yang terpenting, cewek akan berpikir loe keren bangat kalo bisa amin basket!
Apa yang perlu dikuasai? Hampir sama seperti bermain soccer, kamu gak perlu harus hebat dalam dunk, atau shoot, yang terpenting kamu bisa drible bola dengan baik dan punya stamina yang baik. Pastikan juga kamu tahu dengan baik siapa timmu. Kesalahan yang paling sering dilakukan pemula adalah double dan blind spot (karena tidak menguasai area dengan baik maka salah mengoper).
BILYARD
Gw pribadi gak golongkan ini sebagai olahraga secara gak pake keringat, tapi bagi orang-orang pemalas ini termasuk olahraga loh! Kenapa harus bilyard? Soalnya ini olahraga paling gender. Pernah satu masa di mana cewek sama sekali gak diijinkan untuk main bilyard. Bahkan sampai saat ini permainan bilyard cewek belum bisa menyamai permainan cowok. Kebayang dong cemennya loe kalo gak bisa main bilyard??
Apa yang perlu dikuasai? Kalau yang ini justru yang dibutuhkan adalah konsentrasi, bukan stamina. Pastikan loe tahu dasar-dasar bermain bilyard yang benar -- bisa googling atau search di youtube untuk mendapatkan tutorialnya. Oh, lu gak usah punya stick bilyard, biasanya di pool disediakan kok. Tips dari gw, sering-sering nyodok, olahraga ini butuh feel *ehm sounds cabul*
CARD GAMES
Sebenarnya ini bukan olahraga, tapi jangan sampai loe mati gaya karena gak bisa main kartu. Kenapa harus bisa? Karena ini 'olahraga' pengisi waktu luang terpopuler dan bisa loe temukan di mana-mana; di kelas kampus yang dosennya gak datang, di cafe, di kantin kampus, di tempat retret. Kenapa wajib buat cowok? Soalnya ini olahraga bisa untuk PDKT cewek.
Apa yang perlu dikuasai? Setidaknya kamu kuasai empat games. Gak termasuk 41, itu game anak SD. Saran gw loe kuasai macam-macam capsa dan poker. Oh kalo lu bisa sedikit bermain sulap dengan kartu itu nilai tambah.
SURFING
Kalo ini pasti kamu bakalan suka. Hampir semua turis asia (Jepang dan Korea) yang ada di Kuta bakal bersedia diajak datting sama peselancar. Merka tergila-gila sama peselancar. Tantangannya ini olahraga yang butuh geografi khusus dan juga usaha keras, soalnya gak mudah.
Apa yang perlu dikuasai? Keseimbangan itu penting bangat, dan renang. Pastikan juga loe bukan orang yang pantang menyerah.
SWIMING
Nah yang ini sebenarnya gak wajib dikuasai cowo, tapi kalo kamu mau belajar surfing ini wajib hukumnya. Selain itu renang bagus untuk membentuk postur tubuh cowok.
Apa yang perlu dikuasai? Tolong jangan gaya katak, sumpah itu gak keren. Minimal gaya bebas lah, syukur-syukur bahu. Kalo kamu bisa berenang berarti kamu bisa menolong ibumu dan pacarmu bersamaan.
Tambahan dari gw,
MARTIAL-ART
Gw baru sadari ini saat gw mengalami kejadian di_sini. Dan gw rasa ini juga penting untuk menjaga pasangan loe. Eits, ini bukan berarti loe harus bisa berkelahi, lari pun termasuk membela diri loh! Tapi lari yang benar perlu keahlian bela diri, salah-salah bukannya lari menyelamatkan diri, malah membahayakan diri.
Apa yang perlu dikuasai? Menyelamatkan diri, menghindari serangan, khususnya senjat tajam. Setidaknya belajar membela diri membuat kamu tidak panik saat diserang.
Kalau kamu tidak bisa kuasai ke-tujuhnya, setidaknya kamu kuasai empat dari tujuh olahraga tesebut. Salam olahraga.
Belajar Dari Terong
Seberapa banyak pengunjung blog gw yang suka terong?
Gw harap kalian sependapat dengan gw bahwa sayur terong (kalo memang benar itu bisa disebut sayur) adalah bahan makanan yang ditemukan akibat krisis pangan. Sangkin berkurangnya bahan pangan di dunia sehingga manusia memilih tanaman yang-dipandang-pun-tidak-menarik sebagi bahan makanan. Gak habis pikir bagaimana bisa manusia memakan terong?!
Gw rasa dulu pun terong tidak ada dalam taman Eden. Kalo pun terong ada dalam taman Eden, makan selain Buah Pengetahuan, mungkin Terong pun termasuk yang gak boleh dimakan!
happy birthday

Ulang tahun gw tahun ini tidak terlalu ramai. Eh gw belum pernah bilang ya? Ok, gw cowo berbintang ikan, sama seperti adik gw yang nomor tiga.
Gw lupa tepatnya kenapa, tapi menjelang malam pergantian tahun suasana di rumah gw gak gitu enak. Selain itu gw bangun siang di hari ulang tahun gw. Damn, benar-benar gak ada spesialnya.
Labels:
life
Cafe Capung
Gak banyak hiburan di kota Banjarmasin. Hanya ada satu mall dan satu 21 yang filmnya update kalah-kalah bioskop lokal di Jakarta. Bahkan sangkin desperate-nya, adik gw sempat berujar, "pacaran di sini paling mentok dipamerin ke tukang pentol di jembatan" (pentol sejenis makanan ringan berbentuk bola-bola baso - pic menyusul).
Ada sih hiburan lain seperti pub, diskotik lengkap dengan segala bonus negatifnya, sayang itu bukan hiburan yang gw harapkan.
Beruntung gw nemu komunitas milis i-SatBerry yang suka nongkrong di Excelso Duta Mall. Namun kali ini gw pengen review sebuah cafe yang terbilang unik di Banjarmasin ini. Namanya cafe Capung.

Hal pertama yang langsung bikin gw suka dengan cafe ini adalah konsepnya rumah yang interiornya diset jaman baheula, alias jaman kolonialis. Banyak terpajang foto-foto dari jaman kolonial, atau poseter-poster lapuk yang masih menggunakan ejaan lama. Tidak ketinggalan furniture dan ornamen-ornamen di dindingnya.


Awalnya gw kira itu berasal dari Banjarmasin sampai gw melihat salah-satu poster dan foto yang ada, ternyata itu semua dokumentasi dari Batavia, alias Jakarta. Iya lah, secara gw ragukan Banjarmasin sudah ada penghuninya saat jaman kolonial itu.



Selain ornamen dan konsep rumah tersebut, cafe ini terbilang murah. Sebagai contoh minuman andalannya Spicy Teh ala Capung cafe yang tidak sampai IDR20.000, atau Nasi goreng Capung yang cuma IDR22.000. Rasanya? Gw jamin mantab dan gak rugi dengan harga segitu.




Mereka memiliki halaman belakang yang sering digunakan untuk gathering komunitas musik, atau komunitas apa saja yang ingin menggunakan tempat mereka. Ini menambah nilai positif dari cafe ini.
Nah kalo itu semua positifnya, ada juga kekurangannya. Gw baru sadar saat gw datang berkunjung untuk ke dua kalinya ke kafe ini. Saat ini meang waktu sudah menunjukan pukul 20.30 dan memang pengunjungnya sepi. Saat gw menanyakan wifi-nya yang gak menyala, dijawab layanan server mereka dari pusat rusak. Padahal gw tahu pasti mereka menggunakan fast net dari Jakarta, padahal di kantor gw yang notabene menggunakan fast baik-baik aja.
Saat gw mulai memesan banyak menu, dan ada beberapa pengunjung yang datang, secara tiba-tiba hotspot wifi mereka aktif. Saat gw konfirmasi, mereka bilang layanannya baru baik kembali. D'oh mereka pikir pelanggan bisa dikadalin ya? Dari sana gw berkesimpulan bahwa wifi hanya menyala dalam kondisi tertentu saja.
Saran gw, lebih fair jika mereka menggunakan minimal order untuk pengguna hotspot mereka seperti yang banyak dilakukan di cafe-cafe Jakarta. Itu lebih terbuka dan pelanggan tidak merasa dibohongi.
Tapi untuk ukuran Banjarmasin, ini kafe terbaik yang bisa kamu temukan.
Ada sih hiburan lain seperti pub, diskotik lengkap dengan segala bonus negatifnya, sayang itu bukan hiburan yang gw harapkan.
Beruntung gw nemu komunitas milis i-SatBerry yang suka nongkrong di Excelso Duta Mall. Namun kali ini gw pengen review sebuah cafe yang terbilang unik di Banjarmasin ini. Namanya cafe Capung.

Hal pertama yang langsung bikin gw suka dengan cafe ini adalah konsepnya rumah yang interiornya diset jaman baheula, alias jaman kolonialis. Banyak terpajang foto-foto dari jaman kolonial, atau poseter-poster lapuk yang masih menggunakan ejaan lama. Tidak ketinggalan furniture dan ornamen-ornamen di dindingnya.


Awalnya gw kira itu berasal dari Banjarmasin sampai gw melihat salah-satu poster dan foto yang ada, ternyata itu semua dokumentasi dari Batavia, alias Jakarta. Iya lah, secara gw ragukan Banjarmasin sudah ada penghuninya saat jaman kolonial itu.



Selain ornamen dan konsep rumah tersebut, cafe ini terbilang murah. Sebagai contoh minuman andalannya Spicy Teh ala Capung cafe yang tidak sampai IDR20.000, atau Nasi goreng Capung yang cuma IDR22.000. Rasanya? Gw jamin mantab dan gak rugi dengan harga segitu.




Mereka memiliki halaman belakang yang sering digunakan untuk gathering komunitas musik, atau komunitas apa saja yang ingin menggunakan tempat mereka. Ini menambah nilai positif dari cafe ini.
Nah kalo itu semua positifnya, ada juga kekurangannya. Gw baru sadar saat gw datang berkunjung untuk ke dua kalinya ke kafe ini. Saat ini meang waktu sudah menunjukan pukul 20.30 dan memang pengunjungnya sepi. Saat gw menanyakan wifi-nya yang gak menyala, dijawab layanan server mereka dari pusat rusak. Padahal gw tahu pasti mereka menggunakan fast net dari Jakarta, padahal di kantor gw yang notabene menggunakan fast baik-baik aja.
Saat gw mulai memesan banyak menu, dan ada beberapa pengunjung yang datang, secara tiba-tiba hotspot wifi mereka aktif. Saat gw konfirmasi, mereka bilang layanannya baru baik kembali. D'oh mereka pikir pelanggan bisa dikadalin ya? Dari sana gw berkesimpulan bahwa wifi hanya menyala dalam kondisi tertentu saja.
Saran gw, lebih fair jika mereka menggunakan minimal order untuk pengguna hotspot mereka seperti yang banyak dilakukan di cafe-cafe Jakarta. Itu lebih terbuka dan pelanggan tidak merasa dibohongi.
Tapi untuk ukuran Banjarmasin, ini kafe terbaik yang bisa kamu temukan.
Labels:
review
Java Jazz Festival dan Softlens
Horee akhirnya bisa juga ngeblog setelah sekian lama 'tidur'. Kalo dilihat-lihat lama juga ya dari posting terakhir - bulan lalu.
Jadi ceritanya JavaJazz Festival (JJF) tahun ini cukup gw nantikan, secara gw dijadwalkan main. Sayang karena kerjaan di Kalimantan dan gak dapat tiket pesawat, akhirnya gw gak main. Cuma gak terlalu kecewa sih, karena pertama, gw juga bisa datang nonton, dan ke dua, gw main juga gak dibayar tahun ini :p
Eniwei gw tiba di Jakarta Sabtu siang dan langsung menuju apartemen gw di Kelapa Gading. Sebenarnya gw bisa istirahat dulu setelah Jumat sebelumnya gw balik dari lokasi kerja dini hari dengan tidur cuma 3jam, dan JJF sendiri mulai jam18.00 wib. Cuma masalahnya kaca mata gw hilang entah di mana dalam rimba hutan Kalimantan. Gak asik dong nonton konser salah tepuk tangan gara-gara gak bisa lihat dengan jelas.
Akhirnya gw memutuskan untuk membeli softlens sementara sambil membuat kaca mata baru. Gw pikir pakai softlens itu mudah, semudah yang gw lihat, ternyata enggak....
Setelah beli softlens di MKG dan makan malam di sana, gw balik rumah dulu untuk siap-siap. Gw perkirakan bisa berangkat jam20.00, tapi gw baru bisa berangkat pukul21.00. Gw perlu waktu satu jam dengan bantuan tiga orang untuk memasangkan softlens tersebut!!
Tiap kali tuh plastik cembung itu mendekati mata, gw malah reflek menutup mata, atau kalau enggak mata gw lari-lari (mata gw memang menjaga kebugarannya dengan rutin lari pagi). Oh seandainya mata ini bisa dicopot untuk memasang softlens, pasti penderitaan gw sedikit berkurang.
Ternyata gak sampai di sana, pas gw lagi asik-asiknya nonton George Duke eh softlens sebelah kanan gw copot dengan sendirinya loh?! Gw berasa pusing bangat, apa lagi tiap nonton gw harus menutup mata gw sebelah kaya orang picek biar jelas nontonnya.
Dilepas aja satunya biar gak pusing...
Ow terima kasih sarannya kawan, masalahnya untuk membuka gw butuh waktu lebih lama dari pada memasang softlens. Makanya kalau lu ada lihat orang picek keliling-keliling venue JJF, itu gw.
Itu Sabtu kemarin, gimana sekarang setelah lima hari pake softlens?
Gw tetap gak bisa pasang dan lepas softlens sendiri! *desperado*
Buat yang bersimpati, gw ucapkan terima kasih. Buat yang kasih tips memasang softlens juga bisa komen. Eh.. softlens gw lepas lagi loh?!! Arghhh..!!!
Tumbang Samba
Kamis 11 Februari 2010
Setelah selesai sosialisasi tender dengan pihak Indosat di Samptit, gw langsung menuju arah Palangkaraya. Waktu itu jam menunjukan pukul 14.00 wib. Sebenarnya tujuan gw bukan ke Palangkaraya, tapi salah-satu site Indosat di Tumbang Samba. Tumbang Samba itu 90 km dari Palakaraya ke arah Sampit.
Selama kerja di maintenance BTS Indosat gw, belajar untuk tidak mencari tahu lokasi suati site. Kamu hanya bisa percaya GPSmu saja dan bukan akses jalan. Sering kali BTS tidak terletak di pinggir jalan, atau malah tidak bisa diakses menggunakan kendaraan darat. Ada yang harus menggunakan akses sungai, malah ada yang hanya bisa dijangkau dengan kendaraan khusus roda dua, alias tidak ada akses jalan sama sekali ke sana.
Di satu sisi gw salut dengan Indosat yang punya BTS di daerah terpencil (sering malah BTS Indosat berdiri sendiri tanpa ada 'teman-teman' BTS dari provider lain. Minusnya, teknisinya meregang nyawa setiap ke lokasi, seperti kejadian yang gw alami ini...
Pukul 15.44 gw tiba di mulut jalan menuju Tumbang Samba. Dari jalan umum, Tumbang Samba masih masuk lagi 30km lagi ke dalam. Jalan ini sebenarnya aman saja, asal dilalui pada saat terang. Jalan ini juga digunakan para penambang untuk mengakses sampai ke lokasi tambang. Selain tambang emas, teradapat juga tambang peyu. Peyu adalah bahan dasar untuk membuat intan atau berlian imitasi. Biasanya untuk diekspor ke Cina maupun Hongkong.
Daerah ini bisa dibilang berbahaya karena yang berlaku hukum rimba. Orang bisa saja selesai menambang lalu dirampok dan mayatnya dibuang ke hutan - tidak ada yang perduli di sana, hanya yang kuat yang menang. Makanya tidak jarang juga para penambang membawa pistol. Banyak juga preman yang menguasai jalan di sini. Kebanyakan mereka minta uang keamanan. Tapi karena ini lokasi tambang emas dan peyu, tentu gak cuma puluhan ribu yang mereka minta.
Kendaarn peribadi yang melalui desa itu kebanyakan melaju dengan kencang. Kadang mereka tidak perduli dengan kondisi jalan yang banyak lubang atau rusak, seolah ingin sampai di tempat tujuan dengan segera. Saat itu gw masih belum sadar arti dari semuanya itu.
Pukul 16.23 kami tiba di desa Kelanaman kabupaten Katingan, di mana posisi site BTS yang ingin kami kunjungi berada. Ada yang berbeda di sini, semua orang memandang ke arah kami dengan tatapan kurang bersahabat. Musolah adalah tempat pertama yang kami masuki untuk mencari informasi penjaga site. Dari semua orang yang ada di dalam musolah, termasuk ustadnya memandang dengan dingin, hanya satu orang yang masih tersenyum. Saat itu perasaan tidak enak mulai perayap diam-diam.
Pukul 16.33 kami tiba di site. Kondisi site pintu shulter rusak, pagar dekat ruang genset bekas dibobol. Langit jingga meroba, bercampur kelabu di ufuk timur.
Kami putuskan untuk stay di lokasi karena berbagai pertimbangan. Salah-satunya yang gw baru tahu dari penjaga site bahwa jalan akses yang menuju ke jalan umum tidak aman. Karena jalan itu menuju lokasi tambang sehingga saat gelap banyak perompak yang mengincar mobil-mobil pribadi. Itu menjawab kenapa sepanjang jalan banyak mobil yang melaju sangat kencang tanpa memperdulikan kondisi jalan. Ini membuat hati menjadi semakin risau tak menentu. Belum lagi tidak adanya rumah penduduk di sekitar BTS selain pondok penjaga site di depan BTS.
Walaupun begitu gw putuskan untuk tetap melakukan perbaikan mesin. Sore menjelang malam kami mulai membongkar mesin. Sebenarnya perbaikan itu tidak rumit, hanya saja tetap perlu waktu karena kondisi penerangan yang tidak memadai.
Menjelang pukul 20.33 kami tidak dapat meneruskan pekerjaan karena kondisi lingkungan. Selain gelap, banyak sekali serangga berterbangan. Gw gak bisa bayangkan itu hewan apa, tapi satu sayapnya aja sebesar telapak tangan orang dewasa! Gw baru sadar saat keluar dari ruang genset menuju pekarangan BTS, serangga tersebut ratusan dan terbang berkeliaran menutupi jarak pandang, begitu ketenangannya terusik dengan kehadiran gw. Beberapa dari serangga tersebut sempat menyerempet lengan dan leher, meninggalkan luka goresan. Mau nangis rasanya...
Malam itu gw tidur di mobil dengan kondisi mesin menyala. Selain itu juga gw bergantian berjaga malam. Gw sempat melihat ada orang datang mengawasi BTS tersebut, entah penjaga sitenya atau orang lain. Saat itu gw masih belum tahu apa sebenarnya yang terjadi dan yang akan terjadi...
Pukul 6.04 gw bangun. Matahari belum muncul dari peraduan. Semakin cepat kami membereskan pekerjaan hari itu semakin cepat kami pulang. Artinya semakin aman bagi kami. Nanun saat gw balik dari sungai untuk cuci muka dan ambil air bersih, gw sudah lihat dua orang pemuda datang menggunakan motor. Mereka hanya duduk-duduk di depan, sambil mengawasi kami. Mereka baru pergi setelah penjaga site datang. Dari penjaga site kami baru tahu kalo semalam mereka sudah kumpul puluhan orang untuk bersiap pagi ini. Tengkuk gw mulai dingin, padahal matahari pagi menyengat panas. Akhirnya gw kermbali kerja secepat gw bisa, berusaha untuk tidak merisaukan keadaan lingkungan tempat di mana gw berada.
Pukul 9.36 tiga pemuda datang dan berjaga-jaga di depan gerbang BTS. Kali ini badan mereka besar-besar. Gak kebayang kalo kami cuma berdua harus berhadapan dengan mereka. Kehadirannya cukup mengganggu gw. Beberapa kali baut lepas dari tangan. Rasanya keki dan jengkel sekali, kami kerja memerah keringat terus ada yang nungguin untuk dimintai uang. Kalau saja mereka belalang pelahap atau ular derik pasti akan gw injak-injak sampai mati. Sayangnya saat itu mungkin sebaliknya, gw yang seperti belalang dan gw yang akan diinjak-injak sampai mati.
Pukul 10.00 kami selesai bekerja bertepatan dengan datangnya penjaga site. Betapa leganya hati ini melihat kai-kai tua itu, padahal mungkin jika terjadi kekisruan, dia pun tidak bisa bertindak apa-apa. Awalnya kami berniat untuk mampir ke rumah penjaga sitenya, namun sepertinya kondisi tidak memungkinkan. Akhirnya setelah berpamitan, kami menerobos keluar dari BTS menuju ke jalan utama.
Ada 30km jalan yang membentang dimana hidup kami dipertaruhkan. Apa saja bisa terjadi sepanjang jalan tersebut, mengingat apa yang sudah terjadi malamnya dan baru saja kami kabur tanpa membayar apa-apa ke preman di site BTS. Waktu berjalan lama sekali, 30km seolah seperti ratusan km.
Sebelum sampai di jembatan perbatasan kampung, sepasang mengendara motor mengisyaratkan kami untuk berhenti. Namun kami melaju tanpa memperdulikannya.
Mobil melaju dengan 80km/jam kecepatan yang tidak mungkin seharusnya untuk jalan kecil dan serusak itu. Lima belas menit kemudian tiba-tiba dua orang yang boncengan mendadak melaju dari arah hutan untuk menghadang jalan. Kali ini tubuh mereka lebih besar dan beringas. Seolah tidak ingin membiarkan kami lepas...
Beruntung di depan kami ada mobil sehingga mereka tidak bisa menghalangin kami tanpa menghalangi mobil di depan. Gw sudah berpikir kami pasti dikejar sehingga menginjak pedal gas lebih dalam dari yang seharusnya.
Masih ada satu lagi yang mencoba menghadang, tapi mungkin mereka berpikir kembali untuk coba menghadang mobil berkecapatan tinggi.
Entah keberuntungan seorang pemula atau kebaikan Tuhan semata yang membuat kami lolos dari mereka. Padahal mereka punya pilihan untuk mengejar kami. Bagaimana pun gw bersyukur masih dapat menulis blog ini sekarang di tengah-tengah cafe Capung sambil menghirup teh 'Capung'...
Setelah selesai sosialisasi tender dengan pihak Indosat di Samptit, gw langsung menuju arah Palangkaraya. Waktu itu jam menunjukan pukul 14.00 wib. Sebenarnya tujuan gw bukan ke Palangkaraya, tapi salah-satu site Indosat di Tumbang Samba. Tumbang Samba itu 90 km dari Palakaraya ke arah Sampit.
Selama kerja di maintenance BTS Indosat gw, belajar untuk tidak mencari tahu lokasi suati site. Kamu hanya bisa percaya GPSmu saja dan bukan akses jalan. Sering kali BTS tidak terletak di pinggir jalan, atau malah tidak bisa diakses menggunakan kendaraan darat. Ada yang harus menggunakan akses sungai, malah ada yang hanya bisa dijangkau dengan kendaraan khusus roda dua, alias tidak ada akses jalan sama sekali ke sana.
Di satu sisi gw salut dengan Indosat yang punya BTS di daerah terpencil (sering malah BTS Indosat berdiri sendiri tanpa ada 'teman-teman' BTS dari provider lain. Minusnya, teknisinya meregang nyawa setiap ke lokasi, seperti kejadian yang gw alami ini...
Pukul 15.44 gw tiba di mulut jalan menuju Tumbang Samba. Dari jalan umum, Tumbang Samba masih masuk lagi 30km lagi ke dalam. Jalan ini sebenarnya aman saja, asal dilalui pada saat terang. Jalan ini juga digunakan para penambang untuk mengakses sampai ke lokasi tambang. Selain tambang emas, teradapat juga tambang peyu. Peyu adalah bahan dasar untuk membuat intan atau berlian imitasi. Biasanya untuk diekspor ke Cina maupun Hongkong.
Daerah ini bisa dibilang berbahaya karena yang berlaku hukum rimba. Orang bisa saja selesai menambang lalu dirampok dan mayatnya dibuang ke hutan - tidak ada yang perduli di sana, hanya yang kuat yang menang. Makanya tidak jarang juga para penambang membawa pistol. Banyak juga preman yang menguasai jalan di sini. Kebanyakan mereka minta uang keamanan. Tapi karena ini lokasi tambang emas dan peyu, tentu gak cuma puluhan ribu yang mereka minta.
Kendaarn peribadi yang melalui desa itu kebanyakan melaju dengan kencang. Kadang mereka tidak perduli dengan kondisi jalan yang banyak lubang atau rusak, seolah ingin sampai di tempat tujuan dengan segera. Saat itu gw masih belum sadar arti dari semuanya itu.
Pukul 16.23 kami tiba di desa Kelanaman kabupaten Katingan, di mana posisi site BTS yang ingin kami kunjungi berada. Ada yang berbeda di sini, semua orang memandang ke arah kami dengan tatapan kurang bersahabat. Musolah adalah tempat pertama yang kami masuki untuk mencari informasi penjaga site. Dari semua orang yang ada di dalam musolah, termasuk ustadnya memandang dengan dingin, hanya satu orang yang masih tersenyum. Saat itu perasaan tidak enak mulai perayap diam-diam.
Pukul 16.33 kami tiba di site. Kondisi site pintu shulter rusak, pagar dekat ruang genset bekas dibobol. Langit jingga meroba, bercampur kelabu di ufuk timur.
Kami putuskan untuk stay di lokasi karena berbagai pertimbangan. Salah-satunya yang gw baru tahu dari penjaga site bahwa jalan akses yang menuju ke jalan umum tidak aman. Karena jalan itu menuju lokasi tambang sehingga saat gelap banyak perompak yang mengincar mobil-mobil pribadi. Itu menjawab kenapa sepanjang jalan banyak mobil yang melaju sangat kencang tanpa memperdulikan kondisi jalan. Ini membuat hati menjadi semakin risau tak menentu. Belum lagi tidak adanya rumah penduduk di sekitar BTS selain pondok penjaga site di depan BTS.
Walaupun begitu gw putuskan untuk tetap melakukan perbaikan mesin. Sore menjelang malam kami mulai membongkar mesin. Sebenarnya perbaikan itu tidak rumit, hanya saja tetap perlu waktu karena kondisi penerangan yang tidak memadai.
Menjelang pukul 20.33 kami tidak dapat meneruskan pekerjaan karena kondisi lingkungan. Selain gelap, banyak sekali serangga berterbangan. Gw gak bisa bayangkan itu hewan apa, tapi satu sayapnya aja sebesar telapak tangan orang dewasa! Gw baru sadar saat keluar dari ruang genset menuju pekarangan BTS, serangga tersebut ratusan dan terbang berkeliaran menutupi jarak pandang, begitu ketenangannya terusik dengan kehadiran gw. Beberapa dari serangga tersebut sempat menyerempet lengan dan leher, meninggalkan luka goresan. Mau nangis rasanya...
Malam itu gw tidur di mobil dengan kondisi mesin menyala. Selain itu juga gw bergantian berjaga malam. Gw sempat melihat ada orang datang mengawasi BTS tersebut, entah penjaga sitenya atau orang lain. Saat itu gw masih belum tahu apa sebenarnya yang terjadi dan yang akan terjadi...
Pukul 6.04 gw bangun. Matahari belum muncul dari peraduan. Semakin cepat kami membereskan pekerjaan hari itu semakin cepat kami pulang. Artinya semakin aman bagi kami. Nanun saat gw balik dari sungai untuk cuci muka dan ambil air bersih, gw sudah lihat dua orang pemuda datang menggunakan motor. Mereka hanya duduk-duduk di depan, sambil mengawasi kami. Mereka baru pergi setelah penjaga site datang. Dari penjaga site kami baru tahu kalo semalam mereka sudah kumpul puluhan orang untuk bersiap pagi ini. Tengkuk gw mulai dingin, padahal matahari pagi menyengat panas. Akhirnya gw kermbali kerja secepat gw bisa, berusaha untuk tidak merisaukan keadaan lingkungan tempat di mana gw berada.
Pukul 9.36 tiga pemuda datang dan berjaga-jaga di depan gerbang BTS. Kali ini badan mereka besar-besar. Gak kebayang kalo kami cuma berdua harus berhadapan dengan mereka. Kehadirannya cukup mengganggu gw. Beberapa kali baut lepas dari tangan. Rasanya keki dan jengkel sekali, kami kerja memerah keringat terus ada yang nungguin untuk dimintai uang. Kalau saja mereka belalang pelahap atau ular derik pasti akan gw injak-injak sampai mati. Sayangnya saat itu mungkin sebaliknya, gw yang seperti belalang dan gw yang akan diinjak-injak sampai mati.
Pukul 10.00 kami selesai bekerja bertepatan dengan datangnya penjaga site. Betapa leganya hati ini melihat kai-kai tua itu, padahal mungkin jika terjadi kekisruan, dia pun tidak bisa bertindak apa-apa. Awalnya kami berniat untuk mampir ke rumah penjaga sitenya, namun sepertinya kondisi tidak memungkinkan. Akhirnya setelah berpamitan, kami menerobos keluar dari BTS menuju ke jalan utama.
Ada 30km jalan yang membentang dimana hidup kami dipertaruhkan. Apa saja bisa terjadi sepanjang jalan tersebut, mengingat apa yang sudah terjadi malamnya dan baru saja kami kabur tanpa membayar apa-apa ke preman di site BTS. Waktu berjalan lama sekali, 30km seolah seperti ratusan km.
Sebelum sampai di jembatan perbatasan kampung, sepasang mengendara motor mengisyaratkan kami untuk berhenti. Namun kami melaju tanpa memperdulikannya.
Mobil melaju dengan 80km/jam kecepatan yang tidak mungkin seharusnya untuk jalan kecil dan serusak itu. Lima belas menit kemudian tiba-tiba dua orang yang boncengan mendadak melaju dari arah hutan untuk menghadang jalan. Kali ini tubuh mereka lebih besar dan beringas. Seolah tidak ingin membiarkan kami lepas...
Beruntung di depan kami ada mobil sehingga mereka tidak bisa menghalangin kami tanpa menghalangi mobil di depan. Gw sudah berpikir kami pasti dikejar sehingga menginjak pedal gas lebih dalam dari yang seharusnya.
Masih ada satu lagi yang mencoba menghadang, tapi mungkin mereka berpikir kembali untuk coba menghadang mobil berkecapatan tinggi.
Entah keberuntungan seorang pemula atau kebaikan Tuhan semata yang membuat kami lolos dari mereka. Padahal mereka punya pilihan untuk mengejar kami. Bagaimana pun gw bersyukur masih dapat menulis blog ini sekarang di tengah-tengah cafe Capung sambil menghirup teh 'Capung'...
Labels:
ngeblog
Road Manager
Setelah lama berselang dari posting perangkat ndustri musik yang terakhir, maka ini lanjutannya.
ROAD MANAGER
Mungkin kalo dalam struktur management bisnis, road manager ini sama dengan manager produksi. Bisa dibilang Road manager ini merupakan staft terpenting untuk seorang artis atau band dalam menggelar pertunjukan dan tour. Bagi band dan manager band, ia adalah mata, telinga, otot, dan penyelamat ketika band berada di luar kota.
Pada saat band masih baru, road manager juga berfungsi ganda sebagai manager, penata suara, penata cahaya, agen perjalanan, dan kru perjalanan. Hanya saja saat band dan artis semakin besar setiap posisi tersebut dijabat oleh orang yang berbeda.
Apa aja sih tugas-tugas dari seorang Road Manager?
Tugas-tugas Road Mnaager biasanya meliputi semua hal, sampai urusan kebersihan. Tapi biasanya mereka sendiri menetapkan batasan-batasan sendiri sesuai dengan keahlian, wewenang, kemampuan dan gaji. Tanggung jawab seorang Road Manager adalah mengantar artis dan kru dengan selamat sampai ke tempat pertunjukan dan membawa mereka kembali. Untuk pekerjaan itu ia harus menyaipakan uang tips untuk pelayan hotel, pembawa koper, atau pelayan restoran. Ia juga bertugas mengatur rombongan check-in di hotel, bandara, dan di tempat pertunjukan. Ia mengatur hotel dan penggunaan ruang ganti. Ia membangunkan artis dan yang tidak kalah penting adalah membuat dan menyusun jadwal bagi artis atau bandnya setiap hari selama tour.
Ia juga mewakili artis dan manager ketika berhubungan dengan promotor, manager produksi prmotor, kru urusan teknik, tempat penjualan karcis, staft belakang panggung, dan pihak keamanan.
Mengatur acara jumpa pers dan menangani media juga merupakan bagian tugas Road Manager. Ia juga memastikan pemesanan kamar hotel sudah diatur dengan baik. Termasuk jemputan dari bandara ke hotel, hotel ke venue, dan sebaliknya. Dia juga mengatur waktu untuk check sound dan gladi bersih.
Ketika artis sedang beristirahat di hotel setelah melakukan penerbangan panjang, road manager berada di tempat pertunjukan untuk bekerja. Ketika pertunjukan berakhir, road manager mengawasi repacking peralatan dan menulis jadwal untuk keesokan hari. Jika artis menghadapi atau menyebabkan masalah, Road Manager harus siap sedia untuk menyelesaikannya. Jika pihak prmotor membuat masalah, Road Manager harus siap bernegoisasi atau menghubngi manager di kantor atau rumahnya. Dan jika sejumlah uang harus diterima sebelum konser dimulai, Road Manager yang mengumpulkan, menyimpan, dan mengatur pengiriman ke bank dengan aman.
Masalahnya sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian besar road manager - sama halnya dengan manager pada umumnya, tidak banyak mengetahui beberapa hal yang menjadi tugas mereka. Artislah yang berkepentingan mencari tahu apa keahlian Road Manager dan melatihnya melakukan bidang yang kurang ia kuasai, atau menjelaskan tanggung jawab yang dapat membahayakan bisnis artis.
Sifat-sifat yang menunjang untuk seorang Artis Manager adalah teliti dan tahu cara mengatur anggaran. Ia merencanakan keseluruhan pertunjukan; artinya beberapa minggu sebelumnya ia sudah menghubungi pihak prmotor dan para pengawas tekniks di tempat pertunjukan untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan teknis artis dipenuhi.
Kamu bisa memperlakukan Road Managermu sebagai mitra kerja atau tangan kanan kamu, tergantung dari gaya kepemimpinan manajemen kamu. Intinya, perlakukan Road Managermu dengan baik.
ROAD MANAGER
Mungkin kalo dalam struktur management bisnis, road manager ini sama dengan manager produksi. Bisa dibilang Road manager ini merupakan staft terpenting untuk seorang artis atau band dalam menggelar pertunjukan dan tour. Bagi band dan manager band, ia adalah mata, telinga, otot, dan penyelamat ketika band berada di luar kota.
Pada saat band masih baru, road manager juga berfungsi ganda sebagai manager, penata suara, penata cahaya, agen perjalanan, dan kru perjalanan. Hanya saja saat band dan artis semakin besar setiap posisi tersebut dijabat oleh orang yang berbeda.
Apa aja sih tugas-tugas dari seorang Road Manager?
Tugas-tugas Road Mnaager biasanya meliputi semua hal, sampai urusan kebersihan. Tapi biasanya mereka sendiri menetapkan batasan-batasan sendiri sesuai dengan keahlian, wewenang, kemampuan dan gaji. Tanggung jawab seorang Road Manager adalah mengantar artis dan kru dengan selamat sampai ke tempat pertunjukan dan membawa mereka kembali. Untuk pekerjaan itu ia harus menyaipakan uang tips untuk pelayan hotel, pembawa koper, atau pelayan restoran. Ia juga bertugas mengatur rombongan check-in di hotel, bandara, dan di tempat pertunjukan. Ia mengatur hotel dan penggunaan ruang ganti. Ia membangunkan artis dan yang tidak kalah penting adalah membuat dan menyusun jadwal bagi artis atau bandnya setiap hari selama tour.
Ia juga mewakili artis dan manager ketika berhubungan dengan promotor, manager produksi prmotor, kru urusan teknik, tempat penjualan karcis, staft belakang panggung, dan pihak keamanan.
Mengatur acara jumpa pers dan menangani media juga merupakan bagian tugas Road Manager. Ia juga memastikan pemesanan kamar hotel sudah diatur dengan baik. Termasuk jemputan dari bandara ke hotel, hotel ke venue, dan sebaliknya. Dia juga mengatur waktu untuk check sound dan gladi bersih.
Ketika artis sedang beristirahat di hotel setelah melakukan penerbangan panjang, road manager berada di tempat pertunjukan untuk bekerja. Ketika pertunjukan berakhir, road manager mengawasi repacking peralatan dan menulis jadwal untuk keesokan hari. Jika artis menghadapi atau menyebabkan masalah, Road Manager harus siap sedia untuk menyelesaikannya. Jika pihak prmotor membuat masalah, Road Manager harus siap bernegoisasi atau menghubngi manager di kantor atau rumahnya. Dan jika sejumlah uang harus diterima sebelum konser dimulai, Road Manager yang mengumpulkan, menyimpan, dan mengatur pengiriman ke bank dengan aman.
Masalahnya sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian besar road manager - sama halnya dengan manager pada umumnya, tidak banyak mengetahui beberapa hal yang menjadi tugas mereka. Artislah yang berkepentingan mencari tahu apa keahlian Road Manager dan melatihnya melakukan bidang yang kurang ia kuasai, atau menjelaskan tanggung jawab yang dapat membahayakan bisnis artis.
Sifat-sifat yang menunjang untuk seorang Artis Manager adalah teliti dan tahu cara mengatur anggaran. Ia merencanakan keseluruhan pertunjukan; artinya beberapa minggu sebelumnya ia sudah menghubungi pihak prmotor dan para pengawas tekniks di tempat pertunjukan untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan teknis artis dipenuhi.
Kamu bisa memperlakukan Road Managermu sebagai mitra kerja atau tangan kanan kamu, tergantung dari gaya kepemimpinan manajemen kamu. Intinya, perlakukan Road Managermu dengan baik.
Labels:
musik
Langganan:
Postingan (Atom)






