the Ghost Writer

Kalo baca judulnya mengingatkan gw pada sebuah film pertengahan 2007 lalu, the Ghost Rider. Sound's silly, but true.

Maksunya dibanding dengan tengkorak mengendarai motor, ghost writer itu memang kerjaan yang real, alias nyata. Sedikit soal Ghost Writer, atau penulis banyangan; Penulis bayangan biasanya adalah orang yang dibayar untuk menulis manuskrip (biasanya jurnal atau bibliografy) seorang tokoh.  Jadi kalau kamu menemukan buku biografi seorang artis, atau musisi terkenal, atau bintang olahraga, bahkan presiden/ tokoh politik, hampir biasa dipastikan yang menulis adalah penulis bayangan mereka, bukan diri mereka sendiri. Intinya seorang penulis bayangan berperan sebagai klien dalam menulis buku mereka.

Walaupun keberadaan dan profesi mereka diakui, tapi tidak karya mereka. Kebanyakan mereka hanya dicantumkan sebagai kontributor.

Mengambil latar belakang tsb, Robert Harris mengangkat kisah penuh intrik yang bisa kamu masukan dalam genre misteri. Mirip seperti kisah-kisah Tom Clancy tentang intrik politik dan perang. Bedanya tokoh utamanya adalah seorang penulis bayangan yang buta politik dan terjebak dalam intrik politik itu sendiri dan menyeret dirinya ke dalam bahaya yang mengerikan.

Dikisahkan seo penulis bayangan yang cukup ahli dibidangnya ditawari sebuah project yang sebelumnya tidak pernah dia kerjakan. Memang klien sebelumnya adalah tokoh-tokoh yang cukup terkenal, misalnya bintang persepak bola, artis, bahkan musisi-musisi dunia; siapaun itu orang terkenal tapi bukan politisi.

Adam Lang, mantan perdana menteri Inggris, menghadapi tuduhan kejahatan perang. Seorag penulis bayangan direkrut untuk membantunya menulis autobiografi yag menjadi satu-satunya cara membela dirinya di mata dunia.

Hanya saja ketika sang "hantu" mulai bekerja, dia menemukan terlalu banyak hal yang tidak sesuai; tentang awal karir politik Adam Lang, tentang kebijakan-kebijakan politiknya, tentang keterlibatan badan intelejen negara asing...

Dan yang paling mengancam nyawanya adalah kematian tak wajar McAra, ajudan politik Adam Lang yang awalnya membuat penulisan memoar sang Perdana Menteri, yang melakukan riset menyeluruh terhadap masa lalunya.... tapi kemudian ditemukan tewas di pantai sunyi Martha's Vineyard. McAra mengetahui terlalu banyak rahasia -- rahasia yang membawa kematiannya.

Yang menarik dari novel ini karena banyak tertuang emosi-emosi dari pemeran utamanya (dalam buku ini adalah 'aku'), dan karena sudut penceritanya adalah orang pertama sehingga membuat pembaca (setidaknya gw) terlarut dalam emosi.

Penuturannya lugas, menarik dan cerdas. Namun waupun buku ini disusun secara seksama dengan revrensi dan riset dari berbagai penulis, gw temukan beberapa hal yang ganjil. Misalnya sering nya tokoh utama menyebutkan waktu dengan perkiraan. Awalnya gw berpikir tokoh utama tipe pria yang tidak suka menggunakan jam tangan, ternyata gw keliru karena pada halaman 64 paragraf ke 4 disebutkan pria ini punya jam tangan -- walaupun begitu dia tidak yakin dengan angka yang ditunjukan jam tsb.

Selain itu masih ada beberapa pernyataan yang tidak mendukung jalan cerita, seperti sengaja ditulis untuk menyesatkan pembaca. Itu sebabnya gw lebih condong menyebut ini kisah misteri, mirip seperti 10 Anak Negro karya Agatha Christie -- karena tidak ada detektifnya.

Walaupun begitu ending buku ini sungguh mengejutkan, dan karena ending tsb gw masih terngiang-ngiang akan kisah ini walaupun sudah lebih dari seminggu selesai membacanya.

Ranking A untuk buku ini, dan untuk lebih jelasnya langsung beli dan dibaca nih buku. Gw sarankan untuk para penulis dan pecinta kisah misteri untuk membacanya.

Obrolan Mei

Menengok blog gw lagi sama halnya seperti menengok rasa bersalah gw, sekaligus meyakinkan diri gw kalo waktu itu cepat sekali berlalu, seperti pernyataan retorik lainnya, rasanya baru kemarin posting terakhir, eh ternyata sudah selisih sebulan.

Apa saja yang gw alami sebulan ini?
Ini pertanyaan yang susah dijawab mengingat waktu berjalan cepat sekali buat gw. Kalo bisa diandaikan saat orang lain mengalami peristiwa seminggu penuh, gw merasa itu seperti dua hari. Agak lebay memang, tapi kalo lo pembaca setia blog gw, pasti itu bukan hal yang mengherankan buat lo.

Mungkin yang bisa gw ingat adalah pengalaman yag baru- baru ini terjadi, seperti gw masih terbawa emosi sehabis membaca bukunya Robert Harris, the Ghost Writer. Sudah lama gw gak membaca novel yang membawa emosi gw larut dalam kisah ini. Akan ada reviewnya.

Ada juga the Man Who Loved Books too Much, karya Allison Hoover Bartlett. Berbeda dengan buku yang pertama, buku ini merupakan kisah nyata yang disusun secara menarik. Kalo dalam jurnalisme ini dikenal sebagai Jurnalisme Sastrawi. Mugkin ini bibliografi yang ditujukan kepada para pencinta, bahkan maniak buku.

Selain buku gw juga memperoleh, bisa dibilang, hadiah yang menarik dari teman di milis. Hadiah tsb adalah sebuah gadget Google Nexus One! Yohhhoo like a dream come true! Berawal dari celetukan yang gak masuk akal yang berbuah kenyataan.

Tapi celetukan yang sama pada hari ini membawa gw pada sebuah pengalaman yang bisa dibilang buruk; buah dari terlalu banyak menggemakan lidah.

Berawal dari gw mencarikan ade gw yang paling kecil sebuah blackberry. Ini bisa dibilang hadiah atas kelulusan dia (akhirnya) dari SMU. Gak mudah mencarikan HP yang dia inginkan itu, mengingat tipenya yang terbilang lumayan lama. Kenapa gak beli yang baru?

Duit kakaknya gak cukup.

Ternyata diujung pencarian tsb duitnya harus terpakai untuk bayar uang masuk kuliahnya. Sebagai kakak yang baik gw harus menanggung sebagian uang kuliah ade gw, mengingat bokap gw sebentar lagi akan pensiun.

Namun yang tidak dinganya, saat duitnya terpakai ada teman yang mau lepas blackberrynya, walaupun tipenya di atas yang gw incer. Gw sebut lah sebuah angka yang seharusnya gak masuk akal dia terima. Gw iseng aja menyebut angka tsb, pikir gw gak mugkin diiyakan oleh temen gw ini. Tapi dasar orang kaya, pikirannya sulit ditebak kaum sudra, tawaran tsb diiyakan tanpa diduga-duga.

Giliran gw yang pusing setelah mendengar jawaban temen gw itu. Sebagai cowok gw gak bisa mundur dari kata-kata gw, tapi di sisi lain gw tahu bulan ini gw sudah terlalu boros ditambah pengeluaran-pengeluaran yang besar. Masih ada sisa duit, tapi perasaan menyesal dan bersalah telah menggemboskan pendatan bulan ini yang terus menghinggap.

Di sini gw belajar, dalam kondisi apapun juga kita gak bisa main-main dengan kata-kata kita, setidaaknya kata-kata kita harus bisa dipertanggungjawabkan kelak jika ada yang memperkarakannya.

Sekarang tinggal gw yang pusing.... ada yang mau beli diri gw?

Inline Studio Experiance

Memojok di sisi café tua dibilangan Cikini, gw mulai menyibukan diri dengan komputer jinjing smbil menunggu sahabatku.

"Joe, aku mixing dulu di tempat mas Ija, jadi agak sore ya"
"Ok gak apa-apa San" Jawabku. "Aku tunggu khe di Cikini aja ya biar dekat dengan studio mas Ija"

Sambil menunggu kedatangannya, ingatanku kembali pada hari Jumat kemarin, saat untuk pertama kalinya gw datang ke Inline Studio punyanya mas Indra Lesmana.

Gw tiba di Jakarta jam15.00 langsung dijemput supir bokap menuju apartemen di bilangan Kelapa Gading. Sahabatku menelpon untuk mengajak ke tempat jam session. Langsung gw iyakan.

Ternyata lamanya gw tidak berkunjung ke Jakarta membuat lupa bahwa kota ini termacet di seluruh Indonesia, apa lagi saat itu menjelang weekend. Alhasil saat jalan dari Kelapa Gading jam19.00 menuju Ciputat membuat gw terjebak macet selama dua jam lebih.

Tiba di Inline Studio hampir jam 10 malam, sudah ada mas Indra, mba Honhon Lesmana, mas Riza Arshad dan Monita Tahalele. Tidak lama berselang Donny Sondjojo menyusul membuat format lengkap untuk memulai jam sesion.


Lagu pertama gw gak pasti judulnya karena dimulai secara abstrak. Yang unik, di beberapa lagu, mas Indra memainkan pianikanya. Gw sama sekali gak nyangka pianika yang gw mainkan terakhir kali saat SD itu bisa menghasilkan harmoni yang gak kalah keren dengan hamond!


Jam session kali ini tanpa ada break, seolah semua berhasrat untuk bermain penuh. Pemain bass terakhir yang muncul adalah Berry Likumahua. Dia datang terlambat karena harus menyelesaikan mixing album terbarunya.

Lagu pertama yang dibawakan adalah Summer Time dengan lantunan suara indah Monita. Yang paling berkesan saat dia menyanyikan Smile, dengan iringan pemain keyboard jelita berbakat Irsa Destiwi.

Akhirnya lagu penutup jam session Jumat itu Giant Step yang dibawakan oleh Indra Lesmana, Berry Likumahua, dan Sandy Winarta.




Sangkin terpesonanya dengan permainan mereka, sampai-sampai gw lupa untuk merekam musik bergambar mereka. Tapi sudah ada yang upload kok ke Youtube. Oh iya, malam ini mereka (Indra Lesmana, Sandy Winarta dan Berry Likumahua) juga akan tampil di Moscatly Metro Pondok Indah. Info lebih jelasnya di_sini.

MOSTLY JAZZ EVENT!



Buat par penikmat musik jazz, kabar gembira karena para master jazz lintas generasi ini akan membawakan musik jazz yang segar! Be there, okay!

Bayar Pajak Dong!

Berada di tengah-tengah mall yg sepi sambil berpikir, betapa susahnya punya rekening di BCA dan Mandiri. Kenapa kedua bank ini gak bisa saling transfer? Bikin nasabah repot aja! *huh*

Sembari nunggu antrian di BCA mall Kelapa Gading, gw buka-buka milis dan group BBM. Terus terang gw gak gitu rajin 'ngbrol' di BBM group, selain 'berisik' juga bikin habis batre BB.

Kemudian gw nemu broadcast soal pajak. Dalam hati, ehm sepertinya ini minggu pajak buat gw. Gak di BBM gak di kantor, gw lagi pusing soal pajak! Gw bukan gak mau bayar pajak, tapi gw bingung bayar pajaknya! Kenapa mau bayar pajak aja harus rumit sih?!

Sangkin rumitnya gw sampe bela-belain ke Jakarta untuk ketemu konsultan pajak dan membahas soal neraca Laba-Rugi, SPT, PPh, PPn, dan semuanya bikin gw mual lihatnya. Gw rasa kalo gw perlu sesuatu untuk cucui perut, gw hanya perlu lihat faktur-faktur dan SPT pajak gw aja.


Balik ke soal broadcast. Jadi pesannya berisi gak perlu bayar PPn karena sudah dihapuskan. Untuk lebih jelasnya, gw copy isi broadcast BBM-nya di sini,

PENTING!!! Jangan mau bayar PPN mulai 1 April 2010 berlaku UU No. 42 Tahun 2009 tentang PPN & PPNBM. Intinya mulai sekarang makanan & minuman udah ga kena PPN 10 % lagi!

Ini kutipan UU No. 42 Tahun 2009 tentang PPN & PPNBM pasal 4A butir 2: barang yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai adalah barang tertentu dalam kelompok barang sebagai berikut:

1. barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya

2. barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak

3. makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya, meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat maupun tidak, termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau katering

4. uang, emas batangan, dan surat berharga.

Isi UU lengkapnya bisa dilihat di:
http://id-id.facebook.com/note.php?note_id=357373796117
dan bisa di download di:
http://www.pajak.go.id/dmdocuments/UU-PPN-2009.rar

JADI mulai sekarang JANGAN MAU BAYAR PPN lagi kalo beli makanan & minuman di restoran dan tempat lainnya! Jangan mau dibegoin ama penjualnya!

Sayangnya sampai hari ini berdasarkan pengalaman PPN masih dikenain ke pembeli, entah karena penjualnya ga tau tentang UU baru ini ato pura-pura ga tau...

Giliran harga minyak naik ato harga sembako naik harga makanan cepet banget naik tapi giliran ada yang begini para penjual makanan terkesan DIEM aja!

TOLONG SEBARKAN biar semua orang tau dan ga dirugikan!

Thank U...Semoga info ini berguna...


Kalo yang punya blackberry 80% usernya pasti dapat broadcast seperti ini. Niatnya baik tapi sayang informasinnya sering kali hoax alias BOHONG, termasuk yang di atas.

Faktanya, pajak dibagi menjadi dua, pajak pusat dan daerah.

1. Pajak pusat adalah PPh (pajak penghasilan) ; PPN (pajak pertambahan Nilai); PBB (Pajak bumi bangunan- yg ini bagi hasil dgn daerah tp sifatnya pusat)

2. Pajak daerah spt PHRD (pajak hotel dan restoran) : PP1 (pajak pembangunan 1) dan PP2 (pajak pembangunan 2).

Kalau kamu makan di KFC, kena pajak 10%. Dulu adalah Pajak Penjualan ( PPn - bukan PPN atau pajak pertambahan nilai loh)

Sekarang namanya pajak pembangunan 1.
Undang undang 42 itu UU PPN. Tidak ada perubahan atas barang yg dibebaskan.

Sehingga kalau kamu ke KFC, ya bayarlah PP1. 10%.Karena PPn salah kaprah dikiran pajak pertambahan nilai.


Di luar itu memang sudah banyak polemik antara perlu bayar pajak atau enggak. Melihat kasus 'Markus' akhir-akhir ini seperti membenarkan anggapan yg pro gak bayar pajak. Dalih mereka biasanya, "buat apa bayar pajak, wong aparat kita korupsi juga, bukan untuk masyarakat".

Kasihan kan, yang korupsi oknum yang harus kena 'sebelanga'.

Terlepas dari polemik tsb, saran gw seperti kitab suci katakan, bayar apa yang menjadi kewajiban kita. Kadang rasa ingin tahu kita besar sehingga merasa perlu mencampuri urusan di luar kita. Padahal kewajiban kita bayar pajak, bukan ngurusi penggunaannya. Soal pengaturan pajak seharusnya kamu pilih saat pemilihan parlemen dan presiden, karena mereka yang mengatur. Jadi kalau salah atur ya berarti salah pilih.


Eh sudah tiba giliran gw ke teller. Cabs dulu ah.




Sent from my BlackBerry® Jave

Lowongan Kerja

Sekedar meneruskan info dari kawan,


Dear all,

Dibutuhkan segera, graphic designer untuk majalah her world, majalah franchise dari singapore, dengan ketentuan sbb:
- Female, 22-27 years old
- Suka dengan dunia perempuan (fashion, beauty, lifestyle, dll)
- Familiar dengan software Adobe Indesign, Photoshop, Illustrator
- Pengalaman kerja min. 1 tahun
- Memiliki interest dengan dunia lay out majalah
- Fast learner, highly inniative in a team work
- Willing to work in a tight deadline

Sent your CV, job application letter and portfolio to: maybely1[at]yahoo[dot]com (u/p;:Sielly)

Ditunggu sampai 20 April 2010 yaa...thank you ;)

regards,Sielly
-creative coordinator-



Semoga aga yg berminat.


Sent from my BlackBerry® Jave

Ice Cream Days!!



Kopma Adil PNJ present 5th Alabama
Ice Cream Days!!
19 - 23 April 2010
At Lapangan Utama Politeknik Negeri Jakarta, Kampus Baru UI, Depok

Buat yang doyan makan eskrim, ini dia acaranya .
di sini kamu bisa makan eskrim sepuasnya selama 30 menit!
eskrimnya walls lagi!
tiketnya cuma Rp. 12.000
ayo" buruan dateng langsung ke Politeknik Negeri Jakarta!!

.