Posting Gak Bisa Tidur

lagi ngapain....
Gw baru habisin SilverQueen Chunky Fruit&Nut ke empat gw dalam sehari ini. Gw lupa sejak kapan tepatnya gw jadi doyan Chunky gini, tapi yang pasti masih dalam minggu-minggu ini. Kalo kamu baca doyan itu bukan berarti sebelumnya gw gak suka, tapi sebelumnya gw gak seintens ini terhadap coklat SilverQueen Chunky Fruit&Nut, karena sekarang rata-rata gw habiskan 3-4 bungkus perharinya.

Kalo dipikir-pikir sebenarnya gw cepat bangat menyesuaikan diri terhadap seseuatu. Misalnya sebelum gw 'tergila-gila' dengan Chunky, gw doyan bangat dengan yang namanya Pork Pocky Banana Chocolate. Gw masih ingat, beberapa bulan yang lalu, gw masih nyetok beberapa dus di kantor, tapi begitu gw tahu pisang itu sama buruknya dengan bungee jumping untuk jantung, maka gw menghilangkan Pocky Banana Chocolate dari hidup gw.

Mungkin gw juga bisa dengan sangat mudah menyesuaikan diri dari yang sebelumnya jomblo terus menjadi pacarnya Sandra Dewi. Percayalah Dewi, itu sangat mudah.

saat ini...
Ini posting ke2 gw dalam bulan ini yang gw tulis menjelang dini hari. Ok, gw ralat, kali ini tepatnya menjelang pagi. Jam di kompi gw menunjukan 4.12, tanpa gw punya niat untuk memejamkan mata, tanpa gw pengen boker. Sepertinya penyakit lama gw datang bertandan, insomnia. Ow iya, ini juga posting ke2 dalam bulan ini yang gajebo.

Ok, gw tahu gw punya hutang posting ke teman-teman di sini, dan tentunya posting gak jelas ke gini bakalan kembali menuai protes dan demo. Tapi karena beberapa diantara kamu kemarin ikutan demo di Sabuga, dan di Trisakti, maka gw bisa sedikit merasa lega kamu gak akan baca posting ini.

Gw baruasan pulang makan di Bakmie Ayam Lili di Tj Duren. Ini bakmi buka dari pk6.30 sampai pk4.00 ke esokan-nya. Mungkin ini bakmi yang jualannya hampir 24jam -- setidaknya setahu gw. Gw gak kaget kalo seandainya besok-besok warung bakmi milik tante teman saya ini menyediakan paket IDR5000 dan ada 'take away'-nya.

minggu ini...
Rabu nanti gw seharusnya mulai sekolah Pantau, cuma gw belum kirim contoh tulisan gw. Sebenarnya gw mau copas aja salah-satu tulisan gw di blog ini, tapi begitu gw bilang ke humas Narasi Pantau kalo gw pemilik blog Joe's House, dia langsung kirimin gw "7 Langkah Menulis Narasi yang Baik". Great!

Ngomong-ngomong mengenai tulisan, beberapa waktu lalu ada yang tiba-tiba email gw untuk minta ijin copas posting gw di fivestroke. Email tsb dari bengkelmusik.com. Gw sih asik-asik aja, asal sumbernya ditulis. Cuma gw jadi penasaran dengan blog gw yang satu itu, yang sudah gw anak-tirikan selama... gw lupa selama apa, tapi mungkin selama-lamanya.

Akhirnya gw buka-buka kembali blog yang sempat berisi 19 poting itu, dan gw heran kok ada sih yang mau copas tuh posting? Joe's House aja masih diemail dengan 7 Langkah menulis narasi. Kalo Fivestroke? Gw takut humas narasi Pantau akan kirim, "7 Langkah Mengeja yang Benar".

Ow iya, gw juga dapat tawaran baik dari kawan baik gw untuk menjadi editor sebuah majalah musik yang akan launching akhir tahun ini. Gw masih pikir-pikir, terus-terang gw gak tega kalo tuh majalah hanya berjalan satu edisi karena editornya gila. Pasti teman gw itu putus asa sampai harus minta gw jadi editornya.

Ow iya, modem gw tewas dengan terhormat karena gw geber download bokep lagu di rumah. Semoga modem gw diterima di sisi Allah... Ow iya, ada yang mau nyumbang gw modem baru?

Posting waktu Bingung

Gw baru balik dari hujan-hujanan. Sudah pernah gw singgung kalo gw suka sekali main hujan, baik sewaktu kecil maupun saat mental gw berubah menjadi kecil. Gw sering pernah singgung juga itu di salah-satu posting gw, dan gw gak pernah kapok tiap kali hujan-hujanan badan gw meriang, bahkan setelah gw gak punya pacar sekalipun (baca: yang akan nemenin gw dikamar sambil nyuapin bubur).

Kalo teman gw ada yang begitu menyukai senja, entah kenapa gw begitu menyukai hujan, bahkan seandainya jika bisa, gw akan bercinta dengannya -- sangkin sukanya gw sama hujan. Gw senang bangat dengan hujan yang turun berjam-jam, bahkan berhari-hari. Seolah waktu berhenti sekian lama dan gw akan aman ditengah-tengahnya -- gw akan kedinginan di tengah keramaian deru hujan, sehingga tangisku akan tersamar dalam ribuan air mata anak bumi.

Sayang gw tinggal di kota yang jika hujan turun lebih dari 45 menit, maka perjalanan pulang gw ditempuh selama 4,5jam. Mungkin itu juga sebabnya gw menyukai dataran tinggi, setidaknya jika gw berharap hujan turun berhari-hari, gw gak perlu cemas harus berususah-susah mengungsi.

Dari hujan-hujanan sampai gw menulis posting ini malam-malam, hujan belum juga reda. Ok, besok gw charter perahu karet.

Gak ada alsan khusus untuk nulis blog, cuma sama seperti hujan, kopi, dan buku, menulis juga salah-satu yang bisa membuat gw tenang -- dan itu yang sedang gw lakukan saat ini.

Sayangh seperti yang gw singgung di atas, gw gak bisa berlama-lama di dalam hujan, kalau tidak mau dikerok keesokan harinya. kalau untuk kopi, entah bagaimana belakangan ini gw sering mual minum kopi, seperti mual yang dialami wanita hamil (kek gw tahu aja mualnya seperti apa??). Ow iya gw sempat nyoba kopi instan baru, seperti yang direkomendasikan oleh komentator gw pada posting ini, dan penilaian dari gw, Nescafe Kopi Tubruk adalah sirop kopi -- gak lebih dan gak kurang.

Sirop Nescafe

Gw juga sedang berusaha asik baca buku gw yang turut hilang bersama-sama dengan mobil, namun akhirnya kembali dengan selamat, "20 Cerpen Indonesia Terbaik 2009". Buku ini merupakan kelanjutan dari annual evant Anugerah Sastra Pena Kencana. Gw pernah review yang 2008 dan kamu bisa cek di_sini. Tahun ini ada beberapa surat kabar yang tidak diikutsertakan, selain itu ada juga beberpa perubahan lainnya. Para Nominasinya juga bagus-bagus, kalo menurut pengamatan Wicaksono Adi, salah-satu jurinya, kebanyakan cerpen mengalami perluasan bobot. Untuk review lebih lengkap akan gw bahas di posting yang lain.

Cuma saat ini gw gagal untuk asik dengan nih buku

Sebenarnya ada lagi yang bisa membuat gw tenang dan tertidur seperti anjing malas. Saat gw menyenderkan kepala gw yang kosong ini ke bahu seseorang, atau membaringkannya di pangkuan seorang wanita -- apa lagi pangkuannya berbalut celana pendek, memamerkan paha putih-bersih, bersuara merdu dan harum bau badannya, tapi lamunan gw buyar seketika saat mata gw beralih ke lehernya yang jenjang, KOK ADA JAKUNNYAA?!! ITU MENJIJIKAN!!

Cuma gw lagi gak punya pacar, alias jomblo. Jadi cara menenangkan diri serupa itu tidak bisa gw gunakan saat ini. Ada sih teman gw sarankan untuk 'Sahabat jadi Cinta', salah-satu judul lagu dari Zigaz, band pendatang baru yang lagunya sudah bisa kamu dengarkan di Prambos. Saran yang bagus sih cari pacar dari sahabat, tapi masalahnya gw gak gitu punya banyak sahabat, khususnya yang wanita. Tentunya saran teman gw itu gak perlaku kan terhadap sesama jenis.


Video klip 'Sahabat Jadi Cinta' by Zigaz. Mohon komentar lagu dan klipnya.

Tapi gw gak sedesperado itu dalam kesendirian gw kawan, sampai satu dari kamu memesankan gw seorang cewe ke apartemen gw. Ini gw serius. Sabtu pagi pintu apartemen gw diketok. Yang tampak dari lubang pengintip adalah seorang cewe dengan pakaian sexy plus boobs yang segede pantat. Stelah ade gw membukakan pintu dan tanya keperluannya, dia bilang kalo ada yang pesan massage. Damn!

Bagi kamu yang memesankannya gw ucapkan trima kasih, tapi tolong PESANNYA JANGAN PAS ADA ADE-ADE GW DOONG!! Dan kalo gw boleh request, please, gw gak suka cewe yang boobs-nya lebih besar dari pantat....


Malam semakin larut, tulisan gw makin sembrawut, tapi raut hati gw belum juga bisa tenang. Kenapa kabar pernikahan itu membuat gw ingin berlari di antara hujan, sampai dada gw pecah karena kekurangan oksigen? Mungkin benar kata dia, gw orang yang gak pantas untuk ditolong.

Kalo kamu sudah mulai bingung, maka gw ucapkan trima kasih karena sudah sudi temani gw ikut bingung.





Powered by XL BlackBerry® smartphone

Belajar ke Belanda dengan Musik Jazz




A painter paints pictures on canvas
But musicians paint their pictures on silence....



DISEBERANG BENUA KINCIR

Gw gak begitu suka berada di tempat yang penuh sesak dengan orang, seperti pasar, mall saat weekend, atau di tengah Gramedia yang sedang sale 70%. Tapi yang ini beda, gw rela harus berhimpit-himpit ria demi mendapat tempat paling depan, gw rela harus berpegal ria karena tidak ada tempat duduk, bahkan gw rela harus teriak-teria untuk ngomong ke teman gw yang jarak telinganya hanya lima senti dari mulut gw. Karena ini Java Jazz Festival, bung!

Gw masih ingat saat itu, saat gw datang ke Java Jazz Festival (JJF) 2005. Gw begitu gak sabaranya untuk masuk ke dalam gedung Jakarta Convention Center. Gw begitu excited, sama seperti pertama kali gw mencuri nonton film bokep.

Gw masih ingat Ketika Deodato mempertontonkan musik jazz-rock elektriknya yang unik -- dengan kepala yang gw pikir akan patah diakhir pertunjukan; atau saat Al McKay memimpin Earth Wind and Fire Experience mengumandangkan September -- dan gak bosan-bosannya untuk datang kembali ke JJF dengan lagu yang sama tahun berikutnya; atau Tania Maria yang karena keterlambatan pesawatnya, langsung dari Bandara Soekarno Hatta tanpa sempat ganti baju, menuju Jakarta Convention Center untuk melantunkan suara merdunya -- dan malam itu langsung masuk angin.

Melihat Java Jazz Festival, pikiran gw gak bisa lepas dari North Sea Jazz, festival yang seumur hidup ingin gw kunjungi. Peter Gonta, founder dari JJF pun tidak memungkiri, bahwa ambisinya menyelenggarakan JJF tidak jauh dari pesona festival jazz indoor terakbar seantero dunia yang tidak pernah absen ia kunjungi itu. Bahkan dia pernah bercanda ingin membeli North Sea Jazz Festival, "sayang mahal sekali, haha...", celetuknya (ya iyalah?!!).

Entah memang Indonesia tidak bisa lepas dari Belanda atau ada alasan lain, karena lucunya, almarhum Paul Acket, penggagas North Sea Jazz yang untuk pertama kali diselenggarakan 1976 itu, adalah pria berkebangsaan Belanda yang lahir di Semarang.


SEMANGAT AKULTURASI DALAM DUTCH JAZZ

Gw rasa semangat Paul Acket dalam membangun festival North Sea Jazz didorong dari kulturisasi bangsanya dalam melihat dan memahami budaya lain. Kalo kita mundur sedikit, jazz sendiri lahir dari asimilasi musik barat (kala itu musik klasik) dengan musik rakyat Afrika di tengah perbudakan kulit putih awal 1915. Dari jazz lah genre-genre musik yang kita kenal saat ini lahir. Bahkan Indonesia yang berada ribuan mil pun sudah berpartisipasi di sini jauh sebelum musisi kita dikenal luas di mancanegara. Tidak harus band dan instrumen moderen yang tampil di North Sea Jazz, tapi juga instrumen dan musik etnik dari berbagai budaya dan bangsa (yang familiar disebut world music).

Awalnya Dutch jazz merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut musisi atau band jazz yang muncul dari Belanda, yang tentunya banyak bisa dilihat dalam North Sea Jazz. Namun dengan berjalannya waktu, Dutch Jazz merupakan rujukan dari sebuah warna baru dalam jazz, 'Jazz-rasa-Belanda'. Dutch Jazz berangkat dari sub genre free jazz yang lahir di US pada akhir 50an, diprakarsai oleh musisi-musisi muda, salah-satunya John Coltrane (A Love Supreme). Sub-genre ini begitu cepat berkembang di eropa, termasuk Belanda. Nama-nama seperti Ayler, Steve Lacy and Eric Dolphy merupakan musisi-musisi yang diduga bertanggung-jawab dalam mempopulerkan free jazz di dataran eropa.

Dari sana Dutch Jazz bukan lagi sekedar free jazz yang nyeleneh dan tidak patuh pada pakem musik jazz, apa lagi sekedar sebutan untuk musisi asal Belanda. Idiologi yang diserap oleh Dutch Jazz adalah kebebasan akulturasi budaya dan toleransi sosial yang besar. Dutch Jazz muncul sebagai genre yang membaur tanpa batas ruang-waktu, batasan status-sosial, maupun batasan budaya.

Sebut saja Yuri Honing bersama trionya. Band trio jazz asal Belanda yang beranggotakan Joost Lijbaart (drummer), Tony Overwater (kontra bass), dan Yuri Honing sendiri, membawa semangat bermusik yang sangat plural.

Semangat ini tidak hanya tercermin dari Yuri Honing Trio yang selalu memadukan musik mereka dengan budaya setempat di mana mereka berkunjung (seperti Jepang, Cina, Arab), namun juga tercermin dari masing-masing personilnya. Joost Lijbaart, selama studi di conservatory Hilversum, dia pergi ke Senegal (Afika Barat) untuk belajar Perkusi Afrika dengan pemain perkusi legendaries Ali un D’Aya Rose.

Begitu juga dengan Tony Overwater yang sedang mendalami studi musik Arabia, juga merupakan pemain Oud (semacam gambus, alat musik dari Arab).

Pengaruh dari berbagai macam gaya musik yang berbeda menjadikan hal yang utama dalam interpretasi musik mereka, baik musik pop, musik klasik, musik-musik masa kini, bahkan musik timur tengah menjadi salah satu yang mempengaruhi permainan mereka.

Selain Yuri Honing dan kawan-kawannya, masih banyak musisi Belanda lainnya yang memiliki semangat akulturasi ini, sebut saja Peter Beets, Candy Dulfer, Michiel Borst, bahkan René Creemers & Wim De Vries dalam The Drumbassadors, ensembel perkusi asal Belanda yang kaya warna.

Music is the universal language of mankind...

KENAPA GW MEMILIH JAZZ?

Sempat pada sebuah masa di dataran eropa dan Amerika orang-orang hanya mengenal satu jenis musik, yaitu jazz (hm gak kebayang dari pengamen sampai hotel musiknya jazz...). Dari jazz ini munculah berbagai genre musik yang kita kenal, seperti rock n roll, rock, pop, funk, dsb. Genre-genre ini merupakan bentuk kebebasan yang dilahirkan dari jazz. Sayagnya justru genre-genre tsb mendikotomikan musik yang seharusnya untuk kita dengar dan nikmati, bukan untuk memperbanyak perbendaharaan kata kita.

Bentuk protes akan pengkotak-kotakan adalah lahirnya musik-musik lintas genre, seperti rock yang ditabrakan dengan house music, atau musik pop instrumentalis, atau yang sekarang sedang populer instrumen yang dikolaborasikan dengan bentuk seni lainnya, seperti teater dan sastra.

Protes ini justru membuat kita kembali pada semangat free jazz yang lebih luwes dan mengalami moderenisasi. Mungkin itu dia, kenapa harus jazz, karena ini genre paling bebas dan paling jujur, dan musik sebagai alat komunikasi universal lintas budaya dan lintas waktu. Jadi di mana menurutmu kita belajar saling menghargai dan berkomunikasi lintas budaya dalam bermusik?

Belanda, tunggu gw...

URGENT: PENCURIAN MOBIL

Gw baru kena musibah. Mobil kantor yang gw pakai, secara teledor gw pinjamkan kepada yang gw pikir sahabat gw. Ternyata yang selama ini gw sangkal itu benar terjadi, bahwa orang itu bisa berubah.

KRONOLOGI
Tanggal 20 April hari Senin, pelaku datang ke apartemen saya dengan di jemput oleh adik saya bernama Richard jam 9 lebih sedikit. Saat itu saya sedang berada di rumah teman saya, di Taman Ratu, karena menginap dari hari sebelumnya. Setelah dia menelpon sebelumnya bahwa sudah berada di daerah Tanjung Duren, saya bergegas menjemput dia di apartemen saya dengan mobil kantor B1818AT.

Kami keluar dari apartemen sekitar jam 9.51 (keterangan ini diperkuat oleh cctv yang melihat masuk keluarnya mobil B 1818 AT). Kami menuju daerah Kota untuk makan di Pancoran. Sekitar jam 11 lewat Mikael minta untuk ditemani ke pasar batu PGC Rawa Bening, untuk mengecek harga dari batu-batu yang dibawanya. Saya sempat melihat batu-batu tersebut di simpan di saku tas pinggangnya. Setelah sampai di sana dan keliling-keliling, Mikael sempat tawar menawar batu miliknya dengan salah-satu pedagang di sana sebelum akhirnya membatalkan transaksi.

Dari PGC tersebut kami beranjak ke Cawang Dalam, tempat orang tuanya. Tapi diurungkan pelaku, karena tasnya masih tertinggal di apartemen saya, sehingga kami kembali ke daerah Tj Duren. Kami sempat berhenti di jalan Dr Susilo, Grogol untuk makan siang. Setelah dari sana ke apartemen saya untuk mengambil barang. Setelah keluar dari apartemen saya jam 15 kurang, pelaku minta diantarkan ke Muara Angke untuk makan otak-otak.

Dari Muara Angke kami beranjak ke Cawang. Di dalam perjalanan, pelaku menawarkan untuk saya beristirahat di rumah, melihat saya cukup kelelahan karena kurang tidur, dan dia membawa mobilnya untuk menaruh barang-baragnya di rumah. Dia berjanji malam itu juga akan mengembalikan mobilnya, karena dia berencana menginap di tempat saya.

Tawaran ini saya sambut baik tanpa rasa curiga sedikitpun. Dia mengantarkan saya kembali ke apartemen. Saya masih sempat minta untuk diantarkan ke Anjungan Tunai Mandiri bank BCA untuk mengambil sejumlah uang. Saya masih sempat memberikan uang kepada pelaku sebesar Rp150.000,00 untuk mengisi bensin. Saya berpesan untuk berhati-hati karena mobil tsb milik kantor.

Sampai sekarang tidak ada kabar-beritanya.

Setelah cek ke keluarganya, sudah bertahun-tahun ternyata tidak pulang.

LATAR BELAKANG HUBUNGAN DENGAN PELAKU
Pertama kali saya bertemu dengan Mikael tahun 2003 dalam sebuah hubungan kerja di PT Allianz. Dari sana beranjak pertemanan kami, walaupun sudah tidak satu pekerjaan. Keluarga dan orangtua saya kenal dengan dia, begitu juga sebaliknya. Terakhir kali bertemu 2-3 tahun yang lalu. Saat itu Mikael membuka bengkel motor di rumah orang tuanya di Cawang. Kami biasa saling meminjamkan mobil. Namun setelah dari sana, Mikael menghilang ke Jawa. Beberapa orang mengatakan dia kawin lari ke sana.

Awal bulan Maret, Mikael menelpon kalo dia berada di Surabaya selama ini dan ingin main ke Jakarta. Tanpa merasa curiga saya menyambut kedatangan dia. Sempat tertunda, sampai akhirnya kami bertemu tanggal 20 April kemarin.

IDENTITAS
Mobil yang dibawa Daihatsu Terios dengan nopol B1818AT warna silver.
Ciri-ciri mobil:
  • Mobil matic
  • Stir dan pedal racing
  • Ada parfum mobil menempel di dasbord tepat diatas spidometer
  • Ada stiker kompleks perumahan Taman Ratu dan perkantoran Kencana Niaga di kaca depan sebelah kanan
Pelaku:
Nama lengkap Mikael Kartono Embong Djaja, berusia 30 tahun.
Ciri-ciri pelaku:
  • Memakai kacamata, kumis tipis dan ada tai lalat di ujung atas bibir sebelah kanan
  • Biasa menggunakan celana pendek, kaos polo t-shirt dan sandal
  • Biasa menggunakan tas pinggang

Foto pelaku:



Ini foto yang tertangkap di kamera cctv di apartemen:






Tolong juga disebarluaskan ya di blog, atau di forum atau di milis atau setidaknya dilink ke posting ini.


NEW UPDATE!
Mobil dan Pelaku sudah ditemukan di Salatiga. Dan saat ini kasus sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Untuk ditelnya akan menyusul pad posting bersambung di blog ini.

Saya juga mengucapkan terima kasih untuk teman-teman yang sudah bantu menyebarkan berita ini, baik melalui email, blog, maupun forum. Besar rasa terima kasih saya tanpa bisa membalas. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih guys.

Up Date

Wuih sudah lama gak posting blog, seminggu lebih dua hari tepatnya. Gw lagi gak sempat posting blog baru, dikarnakan; pertama, laptop gw habis jatuh dan pecah -- honest, gw jarang juga blogging pakai laptop. Kedua, dikantor lagi sibuk bikin office managament sistem dan preparing seminar -- gw terlalu bego sehingga cuma bisa bengong di kantor. Ketiga, karena gw gak punya pacar -- dari ketiga alasan, sumpah, ini yang paling gak nyambung!

Dan sekarang gw mau posting blog baru -- bukan, bukan karena gw sudah punya pacar! Dibilang itu gak nyambung?!

Gw mau infokan evant apa saja yang sedang dan mungkin gw ikuti selama hari-hari ini. Mungkin kamu bisa ikutan juga dan ketemu gw di sana -- jangan sampai deh, kalo gak mau hari lu sial.

Pertama, sudah dua malam gw nginap di rumah teman buat ngerjain sistem. Kalo yang ini kamu memang gak bisa ikutan. Hari pertama, sudah terlalu malam gw datangnya. Hari kedua, kita sama-sama ngantuk. Gw gak tau alasan apa lagi untuk malam ini sehingga kita gak ngerjain sistem. Hm gw rasa gak punya pacar bisa jadi alasan yang baik buat gak ngerjain sistem malam ini.

Kedua, sore ini, insyallah gw ada di talkshow-nya Rio Febrian, ngomongin album terbarunya doi, AKU BERTAHAN. Acaranya pukul 16.00. Kalo ada teman-teman yang ingin datang, monggo ke Gold Gym Citywalk Sudirman (City Loft) 2nd floor, Jl. K.H.Mas.Mansyur. tenang, talkshownya gak sambil ngegym kok. Tapi sori, ini talkshow tertutup bareng orang media.

Ketiga, Serambi Jazz dan Goethe Institut ngadain konser musik Jazz: Trio Florian Ross, dengan judul "BIG FISH & SMALL POND" Komposisinya trionya Florian Ross (piano), Dietmar Fuhr (kontrabass) , Jonas Burgwinkel (drums).

Kapan dan di mana?
Hari ini juga, dimulai pk 19.30 di Goethe House Jl. Sam Ratulangi 9-15 Menteng - Jakarta Pusat. Info undangan dan reservasi media, bisa menghubungi DEVI +628158811760
atau langsung Email: info@jakarta.goethe.org.

Keempat, gwSystronic bakalan onair di heartline FM besok jam8 pagi. Systronic apaan sih? Walaupun isinya kumpulan S.Kom (kecuali gw tentunya), tapi ini bukan nama toko di Mangga Dua yang jualan komputer jangkrik, apa lagi komputer belalang. Systronic ini kantor gw dan kalo kamu mau tahu apa saja sih yang kami kerjakan, pantengin radio kalian digelombang yang sama, 100,6 Heartline FM.

Kelima, gw bakalan ada (semoga) di seminar "Ini Bisnis Gue" Besok jam16.00-18.00 di La Codefin. Tenangn ini bukan seminar motivasi yang kalian benci itu kok. Ini seminar bagi orang-orang kreatif yang ingin nyemplung di bisnis kreatif, seperti industri musik, distro, EO dll. Jadi kalo kamu ingin hidupmu kreatif dengan usaha yang kreatif, datang dong ke seminar ini!

Keenam, gw bakalan jalan sama sso Minggu sore dan sso ini punya potensi bikin gw kikuk setengah idup, bikin gw banyak melamun, dan bikin gw mulai berpikir tentang cinta. Hei, gw dengar suara muntah!
Venue yang ini tertutup untuk umum, jadi jangan kamu tanya di mana tempatnya.

Ok, itu evant-evant dari gw. Semoga berguna. Have a great weekend guys!

'Shaken, not stirred'

Jumat kemarin gw mendapatkan buah tangan dari teman yang keluar negri. Ok sebenarnya bukan buah tangan, karena gw memang nitip.

Sebelum dia berangkat ke luar negri, dia sempat tanya mau nitip apa. Awalnya gw bingung. Pastinya sih mau nitip buku, cuma buku seperti apa? Soalnya belakangan waktu menjadi terlalu sedikit, bahkan untuk sekedar main Total War, makan sushi Naga, nongkrong di Starbucks, dan lain sebagainya. Itu semua bukti kepadatan gw dan bukan kesenggangan gw, ok.

Selain itu juga memang masih banyak buku yang belum gw selesaikan membacanya. Akhirnya ditengah kebingungan, gw milih nitip Absolute sama beer aja. Alasannya, gw susah bangat nyari Absolute di Jakarta. Sekalinya ada, harganya wujubile mahalnya.

Tepat Jumat kemarin barang titipan gw tiba di Indonesia dengan selamat hohoho. Langsung gw samperin rumah temen gw buat ngambil nih barang. Ternyata selain Absolute dan Corona Extra, gw dapat bonus satu botol Stolichnaya! Hohoho alamat mabok vodka nih gw. Eh gw lupa, pembaca blog gw bukan clubber. Jadi Absolute dan Stolichnaya itu nama merek vodka, bukan merek rokok apa lagi judul buku. Dan vodka adalah air putihnya orang Rusia.



Sebenarnya gw agak kecewa dengan Corona Extranya. Gw kecewa kenapa temen gw belinya yang itu?! Pertama, gw sudah pernah minum beer ini. Kedua, beer asal Meksiko ini rasanya seperti air sabun diberi pemanis. Ketiga, DAN GW GAK SUKA MINUM AIR SABUN!

Gw heran kenapa orang Meksiko bisa tahan dengan beer seperti ini. Tapi namanya oleh-oleh, jadi tetap harus ngomong trima kasih, 'trima kasih, sudah buat gw keracunan sabun mandi, kawan'

Gw janji ke temen gw ini, gw akan buatkan cocktail kalo doi bawakan vodka buat gw, I kept my promise, I made it. Hanya masalahnya gw belum pernah berkesempatan menggunakan Stolichnaya untuk buat cocktail, jadi gw gak tau gimana karakter aslinya.

Stolichnaya
700ml Stolichnaya sekitar USD78, lebih mahal dibandingkan Absolute yang 'cuma' USD36. Ini vodka kebanggaannya Berlin dan gw jarang bangat menemukannya diracik dalam cocktail. Kebanyakan diminum langsung, cmiiw. Sebenarnya enak sih diminum langsung, tapi saat itu gw bawa mobil dan nyetir sendiri, jadi gw harus memastikan sampai di rumah dengan selamat. Aromanya mirip seperti alcohol 70%, dengan rasa yang lembut.

Ah gila, gw suka nih vodka. Belum genap seminggu, Stolichnaya gw tersisa gak lebih dari 1/4 botol. Kentang. Yang pasti sih bukan karena gw haus.

Ok, diakhir posting, gw ingin berbagi beberapa resep cocktail ala Joe's House.

Jungle Juice
Gw demen bangat jungle jus, soalnya mudah. Pertama kali gw belajar buat sewaktu di Bali. Jungle Juice dihidangkan di dalam gelas 800ml, campurannya 1-2slot sirop buah (banyaknya tergantuk selera, suka manis atau tidak), satu scop ice dan 650ml Absolute, kemudia dicampur dengan cara dituang ke wadah lain. Lebih nikmat jika ada perasan lemon atau dengan potongan buah. Biasanya Jungle Juice di minum menggunakan hanya satu sloki dan digilir. Makanya ini biasanya diminum saat hang out bareng teman dekat sebagai tanda keakraban.

Black Russian
Berbeda dengan Jungle Juice, ini dihidangkan pergelas, biasanya menggunakan Old-fashioned glass (gelas pendek). Buatnya gampang bangat. Tuangkan 1 3/4 oz (1oz itu sekitar 28gram) Absolute ke dalam gelas yang sudah diberi es batu, lalu 3/4 oz Khalua (minuman beralkohol beraroma kopi), kemudian aduk.

Appletini (Apple Martini)
Kalo yg ini dihidangkan di gelas cocktail (gelas tinggi mirip gelas wine, hanya saja wadahnya kerucut). Persiapan, dinginkan gelas, dengan cara masukan es secukupnya ke dalam gelas dan beri air. Masukan 65gram vodka ditambah dengan 28gram green apple schnapps ke dalam shaker. Kalo suka bisa tambahkan Granny Smith yang rasa apel. Kocok seperlunya (terus terang gw gak gitu suka vodka atau martini yang dikocok). Buang es dan air di dalam gelas dan tuang Apple Martini ke dalam gelas. Sebagai tambahan, kamu bisa sapukan potongan lemon di bibir gelas.

Pasti setelah ini kamu bertanya-tanya, bagaimana cara membuat minuma favorit James Bond, Dry Martini?

Persiapannya sama, dinginkan gelas cocktail dengan es dan air. Masukan 1oz gin (vodka juga bisa, tapi jarang) ke shaker, 'Shaken, not stirred' bersama es. Tuangkan Dry Vermouth secukupnya ke dalam gelas cocktail yang sudah dikosongkan tentunya, lalu menyusul Gin yang sudah selesai dikocok. Masukan satu green olive. Ow iya, kamu bisa nambahin garam pada bibir gelas. Voila.


Update: di apartemen gw baru masuk tv kabel (sedih bener, hampir dua tahun berdiri baru sekarang masuk tv kabel). Gw sudah lama gak nonton channel luar semenjak pindah dari kost Alpukat. Gw kangen nonton Animax, gw juga bisa nonton Gosip Girl, Dorama Korea -- lo boleh ketawa karena cowo seseram gw sukanya nonton film cartoon dan drama seri, pake nangis lagi. Dan ini artinya berpotensi memperburuk insomnia gw. Crab...





Powered by XL BlackBerry® smartphone

Global Powerization dalam YEC 2009

Ok, gw lanjutin lagi ngomongin komposisinya Kenan Loui Widjaja,

Global Powerization (Sebelumnya, ada baiknya kamu membaca posting di_sini terlebih dahulu, biar nyambung dan gak seperti katak lama di WC)

Apa yang istimewa di sini?
Orang Indonesia tahu persis apa yang membuat bangsa kita menarik di mata manca negara, dan itu karena budaya kita yang beraneka ragam. Itu juga yang digunakan Kenan dengan baik. Dia menggunakan etnik dari daerah beberapa daerah, Karawit Sunda, Gamelan Bali. Etnik tersebut dipadu dengan fusion dan jazz.

Judul komposisi ini merangkumnya dengan baik. Bercerita mengenai kekuatan dari perubahan, komposisi enerjik. Diawali dengan seruling bambu lengkap dengan suara kicauan burung, yang seolah-olah kita diajak membayangkan sawah yang membentang luas dan hijau. Tapi dengan cepat komposisi berubah cepat, menandakan perubahan global. Kenan masuk dengan kecak Bali yang diiringin secara unison. Tipikal kecak pada gamelan bali adalah three against four.

Ah, apa pula itu? Maksudnya, kamu memainkan 16th not dengan memblok tiga not. Ok, kalo masih bingung juga, kamu bisa les di tempat kursus musik terdekat. Kalo kamu perhatikan di sini, unison dimainkan dengan tangan kiri dan kanan, sedangkan pattern kecak dimainkan pada kaki. Kalo di dalam institusi musik ini disebut poliritem, karena bagian tangan dan kaki memainkan birama/ritem yang berbeda.

Tidak hanya ritem, Kenan bermain pola progresi yang unik sekaligu rumit. Sebenarnya masih dalam cord yang sama, hanya saja alur melodinya turun/naik setengah nada, persis seperti gospel chops.

Beranjak masuk kedalam verse, kita disuguhi balutan ritem rock dengan distorsi gitarnya. Mungkin di sini tibalah era moderen. Walopun ritemnya rock dengan melodi distorsi gitar, namun latarnya diiringi pola gamelan Bali.

Masuk ke reff: double time. Kali ini dibalik, justru melodinya yang menggunakan pentatonik seruling Sunda, dimainkan secara stakato double time.

Di lagu ini Kenan menunjukan semua yang dia miliki; speed, ostinato (untuk penjelasan pragmatis, bisa kamu lihat di_sini), dan musikalitas. Speed. Ini tidak membutuhkan penjelasan panjang lebar, dikarnakan bisa kamu lihat langsung. Kecak Bali yang dimainkan minimal dua orang yang saling bersahutan, bisa Kenan mainkan dengan mudah hanya dengan satu tangan.

Bagaimana dengan ostinato? Kamu bisa lihat bahwa karawitan Sunda, gamelan Bali dimainkan secara kelompok, artiya banyak ritem dengan banyak kepala, namun Kenan mampu memainkannya seorang diri.

Bicara musikalitas, tentu kamu bisa melihat, bahwa komposisi super rumit ini hampir mustahil diciptakan oleh anak seusia 16 tahun, walaupun kami tidak mengerti apa yang dia mainkan -- tentu! Kalo kamu mengerti jadi tidak terlihat rumit lagi kan?





Posting ini gw dedikasikan untuk Kenan Loui Widjaja dan semua generasi muda bangsa Indonesia, agar menjadi kebanggaan ibu pertiwi. Tidak mengikuti gw sebagai penulis yang merusak mental bangsa dengan membaca blog gw (gw heran, masih aja ada yang demen baca blog gw?!).