Respon Yang Mendahului Kesuksesan

Jumat kemarin saya ditodong untuk staff sharing di kantor. Saya sebut ditodong karena sebelumnya tidak ada yang memberi tahu, dan biasanya memang saya tidak pernah ikut sharing staff. Alasannya karena biasanya saya baru tiba di kantor jam 9.00, sedangkan sharing staff berlangsung pukul 8.30. Entah sebuh kebetulan, persis di hari itu saya harus tiba di kantor pk 7.30 karena ada project yg harus saya QC sebelum diserahkan ke CEO.

Mungkin juga sebuah kesengejaan alam bahwa pagi itu di mobil, dalam perjalanan ke kantor, saya membaca sebuah artikel menarik, berisi mengenai hal-hal yang selalu dilakukan oleh orang-orang sukses, dan ini lah yang menginspirasi sharing pagi itu.

Kebaikan Retoris

Bulan Ramadhan baru saja berakhir, menyisahkan beberapa toples kosong, tumpukan piring, juga sedikit lingkar perut yg bertambah. Namun bukan ini yg saya ingin bahas, tapi kebaikan yg sudah kita bagikan, seberapa banyak yg masih mengingatnya dan berbekas di hati kita?

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana semua orang berlomba-lomba menabur kebaikan. Dan apa yg tersisa? Apakah kebaikan tsb bermanfaat bagi orang lain ataukah hanya kebaikan retoris?

Seni Berkomunikasi = Seni Mendengarkan

Ada sebuah kesesatan dalam berpikir bahwa jika kita ingin dianggap pintar maka mulailah untuk berbicara. Padahal berbicara tidak menambah kepintaran kita, karena saat kita berbicara, kita menyampaikan informasi – menambah pengetahuan orang lain, tapi tidak menambah informasi apa-apa ke dalam pengetahuan kita. Salah-satu cara agar pengetahuan kita bertambah adalah dengan mendengarkan.
Maka seni berkomunikasi bukan mengenai seberapa baik kita berbicara, namun seberapa baik kita mendengarkan.

Gnews: Tidak Perlu Jenius Untuk Selalu Tahu


Sering kali saya butuh tempat mencari informasi yg selalu update dan sesuai dengan dengan minat, dan ini semakin susah saat ini. Nah cuma sekarang sudah ada aplikasi yg menurut saya sangat membantu, dan bikin saya selalu update dengan berita-berita terbaru.

Nama aplikasinya Gnews. Ini aplikasi news reader, sudah ada untuk Android dan iOS. Yang berbeda dengan aplikasi sejenisnya adalah;

Keyboard Terbaik di Smartphone

Kalau gw boleh urutkan keyboard terbaik sebagai penulis - iya, lu gak salah baca, walaupun banyak typo gw ini penulis... - maka SwiftKey ada di puncak keyboard ternyaman untuk smartphone.

Gw percaya yg dikatakan Steve Job, bahwa yg namanya handphone itu ya harus bisa digunakan hanya dengan satu tangan (statment ini dulu muncul karena banyak yg mempertanyakan ukuran layar iPhone yg betah di 3.5"). Dan gw percaya kalau SwiftKey ada sewaktu mr. Steve Job masih hidup, pasti iPhone buru-buru dibuat ukuran 4". Karena SwiftKey ini satu2nya keyboard yg memungkinkan kita bisa mengetik dengan nyaman di layar 5" menggunakan satu tangan. Itu makanya gw gak gitu suka ukuran layar di atas 5", dan kalau trend ini dibiarkan terus, gw yakin manusia moderen akan berevelusi memiliki volume tangan yg besar ketimbang volume kepala yg besar.

I Am Fabulous Speaker!

Hari Selasa lalu saya berkesempatan untuk menjadi salah-satu fabulous speaker dalam Mobile Academy 2014 (MOBAC 2014) yang diadakan oleh Indosat Community. Selain saya ada Rene Suhardono, Wishnutama, Indra Herlambang, Kemal, Dennis Adhiswara, dan masih banyak lagi.

Seharusnya ini bisa jadi momen untuk numpang beken, kalau bukan karena profile picture saya yang terlihat seperti stand up comedian yang baru bangun tidur ketimbang seorang pembicara workshop bergengsi... 

Pesan moralnya, jangan pernah upload foto selfie yang ngaco di sosial media. Pokoknya jangan!

Ujian Persahabatan Dalam Pilpres

Semua perhatian sosial media saat ini sedang terserap ke pemilihan presiden 2014, bahkan yang menjadi sangat fenomenal, mengalahkan hebohnya World Cup 2014. 

Kita simpan soal kenapa pilpress kali ini begitu fenomenal di jagad maya, khususnya sosial media, kita juga tidak akan membicarakan capres-nya juga. Posting kali ini yang saya ingin angkat adalah beberapa fenomena yang belakangan sering didengungkan, yaitu black-campaign.

Kata ini sering dilontarkan, tapi sepertinya orang-orang gak tahu apa sebenarnya black-campaign ini, hingga akhirnya muncul seruan untuk kampanye damai, yaitu tidak mengungkit keburukan salah-satu capres, karena keduanya toh anak bangsa. Jujur, ini tol*l menurut saya. Maaf, kasar, mungkin bahasa halusnya, t o l * l . . .