Akhirnya rumor mengenai Instagram for Android yang sudah santer sejak tahun lalu, menjadi kenyataan juga. Jelang tanggal 4 April 2012 tengah malam, Instagram muncul di Play Google, market Android.
The Raid: Redemption
Saya sudah dengar bahwa film ini keren, sejak penayangan pertama di gala premier. Beberapa teman saya yang ikut nonton di Gala Premier, bilang ini film wajib nonton. Tapi seperti film lokal yang sudah-sudah, saya masih sedikit sangsi. Niat nonton, tapi tidak terlalu ngebet. Baru setelah teman saya yang berada di luar negri berujar bahwa film ini mendapat standing ovation di Los Angeles, saya benar-benar penasaran.
Akhirnya saya niatkan pulang kantor lebih awal untuk nonton film ini. Ini salah-satu tulisan kritikus film barat, "may be the first time I have heard critics say that they would happily turn right back around and rewatch the movie then and there. And I would have joined them".
Happy New Year 2012!
Year of Friendship, gw rasa itu judul yang tepat untuk merangkum apa yang gw alami di tahun 2011. Di awal tahun gw kehilangan beberapa orang teman. Saat itu gw sadar tidak semua maksud baik kita direspon dengan tepat. Ada kalanya justru disalah-artikan. Tapi bersyukur di akhir tahun gw menemukan banyak teman dan sahabat-sahabat baru, yang mau saling mendukung tanpa pamrih, tanpa kenal lelah. Untuk itu gw ucapkan terima kasih kepada keluarga besar Fotodroids. Kalian semua keren!
Labels:
ngeblog
Selamat Natal 2011!
Tanpa terasa, sudah ke lima kalinya blog ini menulis dan mengucapkan Natal kepada pembacanya. Tahun ini menjadi tahun yang hebat dan punya kisahnya sendiri dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selama lima tahun berjalan, tahun ini merupakan tahun paling sedikit saya ngeblog. Setidaknya di blog ini. Walau demikian tahun ini saya punya beberapa web, komunitas, dan menemukan sahabat-sahabat baru. Tahun ini saya sadar betapa hebatnya power of community, dan power of social media.
Labels:
ngeblog
Android Killing Field, is it true?
Beberapa waktu lalu ada topik menarik di milis. Judul subjectnya 'killing field'. Karena email tersebut muncul pada topik yang kurang relevan sebenarnya, sehingga tidak banyak yang mereplay. sepertinya...
Kira-kira begini isi emailnya:
Kira-kira begini isi emailnya:
Bukannya sekarang tiap vendor kenceng2an spek masing2 ya? Tanpa menonjolkan keunggulan dari android itu sendiri. Terimanya android yang udah jadi dari sananya, paling dimodif dikit dengan ui khas masing2. Ada liat samsung pasang iklan dengan menonjolkan kemampuan atau kebisaan android seperti google voice dll?
Masing2 mau menonjolkan kelebihan produk handsetnya,bukan Androidnya..
Liat ga trendnya di android itu nyari prosesor yang paling tinggi angkanya? Buat apa?
Gua ngikutin android cuma sampe desire hd. Abis itu ga sanggup lagi. Bahkan sekarang kalo gua pake desire aja udah dianggap so yesterday. Gua pake iphone 4 udah setaon...dan masih tetep iphone 4 dengan segala kemampuannya. Dengan segala kehebatannya,dan dengan segala kekurangannya
Tetep stabil harganya,tetep diminati orang. Sekarang gua masih ada nexus one brand new in box. Mau dihargai berapa? Padahal ga butut loh. Bukannya nexus one jadinya udah dibunuh sama tipe yang lain ya?
Sekarang ada teknologi Siri di iOS,dan semua langsung mencibir serta sibuk...ah itu kan udah ada di android... Sama seperti facetime, siri akan booming dan berguna bagi pengguna iOS. Gak seperti google voice yang bahkan temen2 gua yang jago2 android gak pernah sentuh sama sekali....
Itu killing field yang gua maksud.
Part of Dead (bagian 2)
(sambungan dari sini)
Malam itu saya sedang merenung mengenai kematian. Mengenai misteri dibaliknya dan tertidur. Setengah tiga, sebuah telpon berdering berkali-kali di kamar sebelah. Setengah jam kemudian orang tuaku keluar dari rumah menuju Handil Bhakti. Pesannya, istri pak Tedja masuk UGD. Saya kembali jatuh terlelap.
Pk 6.30, ayah saya berdiri di samping ranjang. Wajahnya kusut, persis kalau ia lagi tidak ada uang. "Istrinya pak Tedja meninggal dunia...". Spontan saya bangun dengan mata hampir keluar. "You must be kidding, dad!"
Labels:
life
Part of Life (bagian 1)
Namanya Tedja Ayub (nama samaran), salah-satu jemaat di gereja lokal saya. Sudah pernah saya bercerita mengenai dia di twitter, bagaimana kagum bahwa ada seorang manusia yang diuji beban hidup melebihi kemampuan yang pernah saya tahu.
Dia termasuk dari keluarga Dayak yang cukup terpandang, masih keluarga dengan Teras Narang, gubernur Kalimantan Tengah dua periode. Beberapa tahun lalu ditipu oleh (oknum) bank Swasta nasional. Singkat cerita dia berhutang sampai 10 milyar. Walaupun demikian dia bukan pengusaha, hanya seorang peternak dan penjual daging dengan omset sekitar 10juta per bulan. Bekerja selama 10 tahun dengan menyetor semua penghasilannya saja baru genap 1,2 milyar. Artinya dia perlu bekerja sekurang-kurangnya 90 tahun untuk dapat melunasi hutangnya. Seharusnya kalau dia mau lari atau menolak membayar bisa saja dilakukan, karena ini bukan sepenuhnya kesalahan dia. Herannya oknum tsb hanya di pecat oleh bank, dan tetap menagihkan ke pak Tedja. Benar! Saya pun berpikir dia bodoh.
Labels:
life
Langganan:
Postingan (Atom)
