Extraordinary Week

Selamat Hari minggu ya! Have a great sunday^^

Minggu ini banyak hal yg terjadi, dan semuanya bisa dibilang hm, extraordinary. Kisah pertama dimulai dari awal minggu. Setelah aku pulang malam, dan biasanya memang pulang diatas pk1 dini hari, aku lanjutkan membaca beberapa buku yg tertunda dibaca. Lagi asik2nya membaca, aku mendapatkan ilham untuk buang air. Sayangnya karena akamr mandi dikamar belum ada embernya, sehingga harus berjerih lelah utk menggunakan wc umum yg terletak di lantai bawa. Perlu digambarkan sedikit bahwa kamar kosku ini terletak di lantai dua, dah hanya ada dua kamar kos. Kos kami pun harus berbagi lantai dengan asrama putri sebuah fakultas telogia.

Aku turun dengan membawa hape, sebuah buku, dan tentunya juga sabun. Setelah menunaikan tugas suci tersebut, aku kembali naik ke kamarku. Tangga yg menghubungak antara lantai bawa dengan lantai atas merupakan tangga berputar dari besi. Kira-kira dipertengahan tangga tsb ada sebuah benda yg jatuh mengenai bahu dan terus ke lantai. Di tengah keremangan aku coba melihat ke bawa,. Benda tsb panjang seperti tali, mirip seperti tali hapeku yg berwarna hitam. Cuma seingatku aku tidak membawa tali tsb ke kemar mandi (lagi pula untuk apa juga aku bawa2 tali tsb). Masih dengan kecepatan yg mengagumkan akhirnya otaku menyampaikan bahwa benda tsb serupa belut, karena panjang dan bergerak. APAAA?!!!!! Bergerak?!!!! Astaga itu ULAR BERWANA HITAM!!!!!! AKhirnya dengn respon yg tangkas aku tepis dengan kaki dan ular tsb jatuh ke lantai. Masih dengan paranoid tingkat tinggi masuk ke kamar, dengan was-was. Masih tidak percaya dengan apa barusan terjadi, aku mengintip keluar dari jendela, juga memeriksa seisi kamar. Setelah merasa aman, aku mengunci kamar. Selama sisa malam tsb aku menjadi waspada selama tidur. Yang menjadi pertanyaan, dari mana ular tsb? Memang dibelakang kos hutan bambu, tapi tentunya ular bambu tidak berwarna hitam kan.

Hal lainnya yg merupakan kejadian luar biasa terjadi hari Jumat yg lalu. Malam itu, sekitar jam 22, aku nongkrong minum kopi di warung dekat kos. Ngbro punya ngbrol dengan yg jaga warung, akhirnya tiba warung tsb ditutup. Hari Jumat, dan Sabtu adalah hari yg sangat sepi di kos, karena para penghuni asrama keluar utk pelayanan digreja sampai hari Senin pagi baru kembali ke kos. Sedangkan tetangga kosku juga ada jadwal ngajar pada hari Jumat dan Sabtu sampai malam.Karena malas kembali ke kos, aku iseng jalan cari warnet sembari cari makan. Aku tahu warnet terdekat, namun jaraknya hampirdua kilo dari kos. Ya namanya juga iseng, jadi aku jalan lah ke warnet tsb. Padahal baru jam23 kurang, namun tidak ada lagi yg jalan selain aku, lagi pula sepertinya orang sini jarang jalan kaki. Tiba diwarnet tsb pukul 24 kurang. Aku pikir waaarnet tsb beroprasi 24jam, karena sudah sesepi itu namun masih buka. Akhirnya hampir pk2 dini hari aku diusir. Akhinya kembali jalan pulang. Niatan cari makan terpaksa harus ditunda karena tidak ada lagi yg buka, benar-benar sepi. Aku jg bingung kok aku berani jalan di tempat sesepi ini. Cuma karena aku yakin dengan keamanaan d Bali, jadinya asik2 aja. Sekitar 20 menit berjalan kaki, akhirnya aku tahu kenapa orang ali jarang jalan kaki, apa lagi malam-malam. Anjing dimana-mana! Setiap grombolan aknjing paling sedikit setengah lusin. Kebayang gak sih sepanjang jalan digongongin anjing sekampung?!! Berjalan dengan was-was, dan tidak kurang dari tiga kali aku harus berhadapan dengan berlusin-lusin anjing dijalan, yg menggonggong dan mengikuti dari belakang. Bahkan ada sampai semua anjing jadi berkumpul dan bergonggong dalam radius 10meter dari aku. Tidak ada kengerian yg pernah aku jumpai seperti ini. Seolah-olah semua anjing tsb curiga terhadapku, bahkan ada yg sampai menyerang.

Yang aku takutkan adalah kalo sampai besok di Radar Bali dimuat kematian seorang drummer kelaparan yg mati dikoroyok anjing sekampung. Cuma semakin aku jalan susasana berubah, sampai tibalah aku disebuah pertigaan lampu merah. Di sepanjang jalan dari kos ke warnet tidak ada lampu merah! Di sepanjang jalan tadi tidak ada jalan sebesar ini!!! Gw NYASAR!!!! Setelah berjuang melewati barisan anjing gila, dan nyawaku hampir terancam, GW SALAH JALAN!!!! GW NYASAAAAR!!!!! F****!!!!!!!!!!!!

Aku gak tau kalo terus berjalan akan sampai kemana, cuma tidak mungkin aku kembali lagi setelah harus bertarung dengan anjing dan menembus berlusin-lusin barisan anjing. No way! Gw gak akan kembali!!! Tapi jalan sepi, dan disini tidak seperti Jakarta yg memiliki pos ojeq sampai lewat tengah malam. Akhirnya aku memutuskan utk menelpon sodara, rekan dan sahabatku yg baik bangat, Remon utk menjemput aku. Singkat cerita aku bisa naik diatas ranjang dengan tenang. Beberapa hari kemudia aku sempat trauma setiap melewati anjing, bahkan selalu merasa dikejar. Baru kali ini aku benci terhadap anjing.

0 comments:

Posting Komentar