YEC 2009

Mungkin sedikit dari kamu yang tahu bahwa juara dunia YEF 2009 berasal dari YMI (Yayasan Musik Indonesia), alias Indonesia. Ok, jangankan juaranya, YEF aja barangkali kamu gak tahu. Kasihan. Makanya jangan kelamaan di WC. YEF itu Yamaha Electone Festival, kompetisi internasional tahunan yang diadakan oleh Yamaha.

Electone gak tahu juga?? Argh... pasti kamu pemeran utama film 'Beranak dalam WC'. Electone itu instrumen bertuts lengkap dengan layer MIDI. Jadi kamu bisa membuat sebuah komposisi lengkap hanya dengan satu instrumen ini. Tidak, kamu tidak bisa beranak di WC sambil memainkan instrumen ini.

Kenan Loui Widjaja, pada hari Minggu 8 Februari 2009 memenangkan Grand Prize dari Yamaha Electone Festival 2009, di Akasaka Blitz, Tokyo. Indonesia boleh berbangga, karena selain ini untuk pertama kalinya perwakilan Indonesia menang dalam YEF, Kenan merupakan Electonist termuda dari 15 peserta yang ada (usia Kenan 16 tahun, dan rata-rata peserta yang lain di atas 20 tahun). 13 peserta yang masuk semi final berasal dari Jepang dan satu dari Singapur.

Dari ke 15 orang tersebut dipilih enam terbaik untuk final, dan keluarlah Kenan sebagai Juara YEF 2009. Ini bukan kali pertama musisi didikan Yamaha mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional. Awal tahun 2000an ada Joseph S Djafar yang memenangkan Yamaha Piano Festival tingkat dunia.

Sedikit pengenalan akan electone, agar kamu bisa menikmati instrumen ini -- dan gak berpikir dibohongi seolah-olah pemainnya hanya ngiringin minus one dengan kaki yang gak bisa diam. Electone itu terdiri dari tiga deretan tuts oktaf; lima oktaf tuts teratas digunakan untuk melodi, lima oktaf tuts berikutnya digunakan untuk ritem sesion, dan satu oktaf tuts terakhir, yang dimainkan menggunakan kaki, berfungsi untuk bas atau triger beat. Itu dasarnya, karena pada electone moderen, semuanya bisa dibalik.

Kenapa suaranya ramai, bahkan mungkin terdengar lebih dari lima instrumen? Dan kenapa suara instrumennya dapat berubah senantiasa? Itu karena electone menggunakan bank MIDI. Sehingga suara bisa diatur berubah pada bar ke sekian, atau ketukan kesekian, sesuai dengan setup pemainnya.

Dalam YEC 2009, Kenan membawakan empat lagu, dan satu di antaranya merupakan jam session dengan instrumen lain, yaitu drum. Hanya saja, di sini gw hanya membahas dua lagu di antaranya, Fly dan Global Powerization. Sebenarnya komposisi Kenan di Smile of Rainbow menarik untuk dibahas, hanya saja saya sangsi kamu masih terjaga diakhir posting ini.

Fly
Lagu ini cukup atraktif, sehingga orang awam pun tidak kesulitan untuk mencerna apa yang Kenan mainkan. 'Fly' merupakan komposisi odd time 6/8 dan diawali dengan intro syncopation. Sebelum masuk pada verse pertama, Kenan menjembatani dengan solo drum yang diisi dengan pattern bass slap pada kaki Kenan. Pola bass ini tidak berubah saat masuk ke verse. Piano adalah instrumen dasar pada dua verse di awal (dimainkan pada tuts paling atas) dan sesekali diisi brass section.

Saat masuk ke reff mulai agak rumit karena pola walking-bass, ditambah melodi dan filler yang memiliki pattern yang berbeda-beda. Belum lagi input data di bagi menjadi dua di masing-masing papak tuts. Crab! Gw bingung gimana nih anak membagi otaknya.

Setelah dua kali reff Kenan masuk dalam sesi piano solo. Nuansa yang dimainkan adalah bluss minor. Setelah dibatasi reff, Kenan menyuguhkan duet antara suara bass dan piano sekaligus dialog dengan brass section di dalam kerangkeng syncopation. Di sini rumit, karena Kenan harus menjadi dalang dalam mengatur karakter 'wayang-suara' yang bergerak cepat, agar menarik dalam berdialog. Gw lebih suka menyebut sesi ini sebagai dialog-monolog.

Setelah dialog-monolog, Kenan mulai merusak 'pagar-pagar' lagu. Seolah tanpa mempedulikan halaman reff maupun verse, jemarin Kenan berlari lincah. Ada satu yang unik, saat dari reff, Kenan melompat ke bait tanpa memberikan ancang-ancang terlebih dahulu.

Saat memasuki ending, kenan menggunakan progresi cord yang simple, progresi satu-satu dan tidak lupa menyapa drum sebelum mengakhiri komposisinya. Fly.





Ok, sebenarnya gw mau langsung mulai dengan Global Powerization, cuma gw dengar dengukuran diujung bangku sana. Jadi kita jedah aja dulu.
bersambung.....

16 comments:

Ribz mengatakan...

kok g brasa lo lagi ngomong di depan g...lo bisa tebak smua isi kepala g...

g ga tau YEF apaan, g juga ga tau electone apaan...

uuhhhh...menyeramkan...

Ribz mengatakan...

tapi g bukan pemeran utama film 'Beranak dalam WC'

G juga tau kalo g ga bisa beranak dalam WC sambil maenin instrumen itu...

tapi g mo nanya... YEC apaan?? Yamaha Electone Champion bukan??

joh juda mengatakan...

@Ribz
Karena gw tahu sampai di mana wawasan pembaca blog gw. Dan kalo kamu berwawasan luas, tentu gak akan ngunjungi blog gw ini...

Beranak dalam WC adalah film yang dibuat untuk orang-orang yang terlalu lama di wc sampai gak tau apa yang terjadi di luar sana. Sangkin lamanya dia di wc, bisa diperkirakan akan beranak di wc pula. Dan, sumpah Ribz, ini bukan buat ditanya, tapi buat diketawain 8->

YEC itu Yamaha Electone Concours jadi sama aja dengan YEF.

Anonim mengatakan...

orang sanguin suka menunda - nunda pekerjaan... kali ini dengan alibi, ada yang mendengkur..

Anonim mengatakan...

okey2, sekarang gue comment yang serius..

[quote]
Kenapa suaranya ramai, bahkan mungkin terdengar lebih dari lima instrumen? Dan kenapa suara instrumennya dapat berubah senantiasa? Itu karena electone menggunakan bank MIDI. Sehingga suara bisa diatur berubah pada bar ke sekian, atau ketukan kesekian, sesuai dengan setup pemainnya.
[\quote]

suaranya bisa rame banget, padahal mungkin tuts yang ditekan cuma 1! -___-# tinggal nyetting2 di electone, bunyi yang dihasilkan udah bisa kayak small orchestra! huh! klo urusan nyetting2 mah, gak perlu les! belajar beberapa jam juga udah kelar! mungkin yang agak susah dari bermain electone, cuma mainin bass pedal-nya, apalagi klo yang pake tumit, pake jari aja gue mesti ngintip2 ke bawah...-__-# tapi ya buat orang sejago gue, klo cuma masalah bass pedal-nya, dalam sebulan latihan intensif pasti langsung experd!
karena mereka terbiasa nyetting2 doank, makanya waktu disuruh main piano, mereka kagok.. karena klo nekan 1 tuts, bunyi yang keluar cuma 1!!!!
sorry rada sinis, soalnya di keluarga gue ada persaingan antara pianist dan electonist!
jadi intinya :
1. pianist tetap lebih keren dari electonist!
2. supaya tidak terjadi persaingan di dalam keluarga, klo kakaknya les piano, adeknya juga harus les piano, jangan malah electone! supaya mereka gak jadi rival dalam bermusik!

sekali lagi, hidup pianist!

joh juda mengatakan...

argh ini kenapa pada boros box comment gw sih??

@Selvy
ketentraman blog gw mulai terusik kembali....

Ehm bukan ditunda, tapi dibagi biar gak kepanjangan (dan biar kelihatan banyak postingnya hoho)

Coba dilihat dulu videonya *gw curiga koneksi inet di Rumai-Rumai gak bagus, jadi gak bisa lihat videnya*

Kalo sudah lihat dan masih ngotot electone gampang, ya kakak juga gak bisa ngomong deh. Uh-oh kk percaya ade bisa dalam sebulan. Bravo! Ditunggu upload videonya aja di youtube (anak bangsa itu bicara keras dengan hasil karya).

Ribz mengatakan...

g ga nanya...mang g minta dijelasin tentang beranak dalam wc ituh yah?? perasaan g cuman nanya YEC apaan d...

uuhhh...

Yosu mengatakan...

Global Powerizationnya yang intronya etnik banget itu kan? Trus masuk rock, beat-nya gamelan? Trus pindah lagi. Trus pindah lagi. Pindah-pindah terus, tapi etnisnya tinggal.

Hipotesa terbaik gue sih, mungkin dia otaknya nggak belah 2 kiri kanan, tapi belah 4......

Lu bingung kenapa gue tau?
Soalnya gue nggak bisa beranak yud...

joh juda mengatakan...

@Ribz
Ow ok deh, sori. Soalnya penulis punya obsesi untuk menjelaskan yg gak penting

@Yosu
Hehehe ya kira-kira seperti itu.

Ow gw gak bingung kok, soalnya gw tau lo habis liat googling dan lihat videonya di youtube. More practice :D

Yosu mengatakan...

Ah nggak kok.
Gue...

...liat videonya di video suggestion dari youtube abis kelar nonton Fly...

*padahal hampir aja gue keliatan kayak orang yang ngerti Electone... maybe next time...*

joh juda mengatakan...

@yosu
HAHAHAHAHHAHA...

*ngakak guling-guling*

Priscilla Mulianto mengatakan...

awesome.....
keren, Joe.. asli nda mudah tuh, gw mah cuma bisa maennya yang sangat simpel bgt hahaha... cool...

joh juda mengatakan...

@Sisil
Ah senangnya ada juga akhirnya yang mengerti main Electone...

Yang Global Powerization lebih rumit lagi komposisinya. Gw aja gak ngerti semua yang dia mainkan.

uin mengatakan...

gw tw koq apa itu YEF & apa itu Electone .
gw ikut YEF 2009 Tingkat Wilayah JABODETABEK bagian Electone Ramai-Ramai .
tp gw bru tw klo ada lagu fly hari ini . *duar*
hehehe .

joh juda mengatakan...

@Nuri
Wow, wow akhirnya ada juga pembaca blog gw yang cerdas! Wow gw terharu, tersanjung, dan terjengkal.

Iya, gw tahu langsung dari interviewnya hehe *gak pake duar*

Boleh juga dong kalo sudi untuk di-interview mengenai YEC 2009? hehe

Unknown mengatakan...

Hmm
Sebagai Informasi

Dari Asia Electone Festival 2008 ke Concours 2008, itu formatnya sama sekali berbeda.
Sewaktu dari Electone Festival dri tingkat skolah musik sampai Asia, itu formatnya hanya main satu lagu komposisi (dalem hal ini, Global Powerization) dan khusus Asia, kategori open age itu ada improvisasi dengan menggunakan lagu wajib yang ngak dipublikasikan.

Nah,
untuk electone concours 2008 yang diadakan februari 2009,
formatnya :

*Semifinal
setiap peserta harus membawakan satu lagu free piece, dan setelah itu setiap peserta akan diberikan 3 lagu pilihan untuk dipilih salah satu lalu diimprovisasikan di atas panggung.
Untuk improvisasi, setiap peserta dimaksimalkan selama 4 menit, dengan 3 menit sebagai pertanda nyalanya lampu di atas electone.
6 peserta yang terpilih akan maju ke final.

*final
terpilih 6 peserta, dan setiap peserta HARUS membawakan satu lagu komposisi, satu lagu improvisasi bersama drummer, dan melakukan performance di atas panggung minimal 20 menit maksimal 30 menit dengan kebebasan melakukan apa saja (jungkir balik, MC, ngomong2).

Nah,
bulan januari buru2 lah saya bikin Fly! dan Smile of RainBoy..
jadi Fly dan smile itu buat di final, gak pernah dimainin sebelumnya.

tq

Posting Komentar