Keyboard Terbaik di Smartphone

Kalau gw boleh urutkan keyboard terbaik sebagai penulis - iya, lu gak salah baca, walaupun banyak typo gw ini penulis... - maka SwiftKey ada di puncak keyboard ternyaman untuk smartphone.

Gw percaya yg dikatakan Steve Job, bahwa yg namanya handphone itu ya harus bisa digunakan hanya dengan satu tangan (statment ini dulu muncul karena banyak yg mempertanyakan ukuran layar iPhone yg betah di 3.5"). Dan gw percaya kalau SwiftKey ada sewaktu mr. Steve Job masih hidup, pasti iPhone buru-buru dibuat ukuran 4". Karena SwiftKey ini satu2nya keyboard yg memungkinkan kita bisa mengetik dengan nyaman di layar 5" menggunakan satu tangan. Itu makanya gw gak gitu suka ukuran layar di atas 5", dan kalau trend ini dibiarkan terus, gw yakin manusia moderen akan berevelusi memiliki volume tangan yg besar ketimbang volume kepala yg besar.

Bagi yang belum pernah menggunakan SwiftKey mungkin bertanya-tanya keyboard seperti apa ini dan bagaimana cara kerjanya. Bayangkan kamu ingin mengetik sebuah kata atau kalimat namun tidak dengan menekan tombol keyboard, melainkan menyapukan jari kita melewati deretan huruf yang ada. Secara Otomatis aplikasi akan memprediksikan kata apa yg ingin kita tulis. Mungkin terdengar sedikit rumit, namun jika sudah terbiasa gw jamin akan ketagihan buat mengetik.

Kunci dari kecepatan dan akurasi mengetik menggunakan SwiftKey ini terletak pada prediksi kata yang disimpan oleh app.

Walaupun mengetik menggunakan SwiftKey sangat nyaman, namun soal kecepatan mengetik belum ada yang bisa mengalahkan mengetik menggunakan keyboard iOS, khususnya di IPad.

Membandingkan SwiftKey dengan keyboard virtual di iOS seperti membandingkan kerja sendiri vs kroyokan. Setidaknya pengalaman gw membuktikan gw tetap dapat menggunakan 6 jari dalam mengetik di papan iPad mini ukuran 7.9". Bahkan sekalipun mengetik di iPhone, kamu menggunakan dua jari yang tentu akan lebih cepat jika dibandingkan dengan menggunakan satu jari di SwiftKey. Selain itu presisi mengetik di keyboard iOS sangat akurat.

Kalau menghitung kecepatan menulis gw menggunakan iPad mini, rata-rata dalam semenit gw mampu mengetik dengan kecepata 50-60 WMP (word per minute). Sedangkan menggunakan SwiftKey gw hanya mampu menulis maksimal di 40 WMP.


Nah bagaimana dengan mengetik di qwerty fisik seperti Blackberry?

Buat yang sudah terbiasa menggunakan keyboard qwerty virtual, awalnya akan canggung dan mungkin frustasi menggunakan keyboard fisik seperti milik Blackberry, karena perlu beradaptasi kembali. Apakah sulit? Jawabannya tergantung dari kecepatan kita beradaptasi. Gw sendiri sudah lama tidak menggunakan keyboard fisik seperti Blackberry, persis setelah gw meninggalkan Blackberry sekitar 3-4 tahun yang lalu. Namun gw sempat berhasil mengetik sebuah posting di sini menggunakan keyboard fisik serupa milik Blackberry, tepatnya Andromax G2 Qwerty.

Menariknya ternyata gw tidak perlu waktu lama untuk beradaptasi. Agar dapat diukur, gw iseng-iseng mengetes kecepatan menulis gw di tiga Smartphone yang gw pakai, dan kira-kira ini hasilnya:
6 jari vs 1 jari vs 2 jempol ;)


Gw bisa paham bagi yang tidak bisa lepas dari tombol qwerty Blackberry, karena memungkinkan kita dapat menulis tanpa melihat ke layar. Ini dikarenakan jemarin kita yang 'melihat' papan keyboard. Serupa keyboard konvensional namun menggunakan dua jempol. Makanya gak heran kalau Smartfren mencoba menghadirkan pilihan yang leboh fresh dengan memberikan tambahan keyboard fisik pada Andromax terbaru mereka, Andromax G2.

Jadi kalau diurutkan, keyboard terbaik menurut gw adalah SwiftKey, keyboard iOS, baru keyboard fisik qwerty di smartphone (tentu standarnya adalah keyboard Blackberry). Namun mungkin yang belum bisa move on, tombol fisik menjadi urutan pertama keyboard ternyaman mengetik di smartphone.

0 comments:

Posting Komentar