Merry Christmas...

Menyebalkan itu saat Natal lewat begitu saja, dan mendekati pertengahan tahun merindukan suasana Natal. Dengan alasan tsb saya biasanya sudah memulai suasana Natal lebih awal, tujuannya agar dapat merasakan suasana Natal lebih lama. Itu sebabnya sejak awal bulan saya memutar musik-musik Natal setiap hari, memasang berbagai ornamen Natal, baik di meja kerja, rumah, hingga pada gadget. 


Yup, usaha itu gak berhasil. Menempatkan makna Natal pada ornamen-ornamen seperti itu sangat cheesy. Makna Natal yang sesungguhnya ada pada kedamaian dan persiapan hati. Sayangnya di akhir tahun ini banyak masalah yang timbul, dan bulan ini semakin tinggi tensi masalah yang menerpa. Pada akhirnya hanya rasa kosong dan hampa yang menemani di waktu Natal ini.

Seharusnya kedamaian hati itu bukan sesuatu yang dicari, tapi sesuatu yang diresapi. Tapi Natal kali ini terlalu sepi untuk bisa meresapi apa-apa. Bahkan saya gak tahu mau menulis apa lagi di sini. Tidak ada lagi yang ingin saya sampaikan, selain Selamat Natal untuk para pembaca blog ini. Semoga Natalmu tahun ini lebih baik dariku.

0 comments:

Posting Komentar