Photo Rally, "Ngalam Punya Apa?"


Hari Sabtu lalu saya berkesempatan mengikuti trip "Ngalam Punya Apa?", bersama 14 peserta lain yang merupakan pemenang kontes #shootfast yang diadakan Samsung NX300. Mungkin kamu sedikit bingung, apa itu Ngalam? Kata ngalam berasal dari Malang yang dibaca terbalik. Ini dikarenakan kebiasaan orang-orang malang yang suka membolak-balik kata.


Persis pukul 5.30 kami sudah berkumpul di CGK untuk check in. Dari Jakarta sendiri ada sembilan orang yang berangkat, sisanya dari beberapa kota lain di Indonesia.
tempat kami menginap ^^
walaupun terlihat kecil, tapi interior hotel ini bagus loh!
Begitu tiba di Malang, kami langsung menuju Kartika Graha Hotel. Di sini kami beristirahat, coffee break, sambil mendengarkan briefing mengenai challenge foto relly yang akan diadakan di Malang. Para peserta yang dibagi menjadi 7 kelompok, ditantang untuk hunting foto selama beberapa jam ke depan dengan uang saku yang telah disediakan oleh panitia. Masing-masing group memiliki tema yang berbeda dan ditemani oleh PIC lokal. Kebetulan saya ada di team 5 bersama mba Benita dan bersama mas Iqbal sebagai PIC kami. Kami kebagian tema Transportasi. Ini tema susah!
Benita an me, we are team 5th! Yeyy!!!
Namun tantangan sebenarnya dari foto reli ini adalah tempat yang baru dan kerja sama tim. Hampir sebagian besar pesereta belum pernah menginjakan kakinya di kota Malang, sehingga perlunya kerja sama tim dengan PIC setempat untuk menemukan spot yang tepat dan menarik. Selain itu masing-masing tim hanya diberikan satu buah kamera NX300 untuk memotret dan satu buah tablet sebagai media upload foto ke website yang sudah ditentukan. Ini tantangan lainnya lagi, di mana para pesertanya yang merupakan fotografer semua pasti inginnya memegang kamera sendiri-sendiri. Jadi kalau tidak ada kerja sama tim, pasti bakalan rebutan pakai kameranya hehehe...

Selain itu, kamera NX300 ini merupakan produk terbaru dan kebanyakan peserta belum pernah 'berkenalan' dengan kamera Samsung. Jadi selain cari spot yang baik untuk memotret, komposisi foto, kerja sama tim, juga masih harus mempelajari kamera baru. Tapi ini tantangannya yang membuat trip dan foto reli ini menjadi seru banget.

Peserta dilepas tepat pukul 13.30, dan kembali ke hotel pukul 17.00. Dari peserta yang mengikuti ini terdiri dari berbagai latar belakang, ada yang pemula (seperti saya), hingga fotografer profesional yang sudah sering memenangkan lomba foto *hiks*. Namun karena adanya tantangan-tantangan yang tadi saya sebutkan tadi, maka challenge ini berlaku seimbang bagi semua kelompok.

Tim saya memulai foto reli dengan menuju Terminal Arjosari. Ini merupakan terminal terbesar di kota Malang, baik tempat singgahnya bis antar kota, maupun muara bagi transportasi lokal seperti angkot. Hampir sama dengan terminal Kampung Rambutan di Jakarta, namun lebih kecil. 
terminal Arjosari, Malang
para calo bis yang lagi menunggu penumpang.
Begitu masuk terminal kami langsung disambut oleh para calo hehehe... Namun umumnya warga kota Malang sangat bersahabat. Hanya menjelaskan secara singkat mengenai kegiatan kita, mereka langsung welcome banget, bahkan ada yang minta untuk difoto. Yang lucu juga, saat saya sedang memotret, ada yang mendekati saya sambil bertanya kapan kamera Samsung NX300 tsb launching di Malang. Dia mengaku sebagai fans fanatiknya Samsung sambil mengeluarkan dua gadget samsungnya, Galaxy Note 2 dan Galaxy S3 :D
salah-satu calo yang minta difoto. Numpang narsis ya, bang :D

Cuma suasana berbeda begitu masuk bagia transportasi antar kota, belum apa-apa sudah disambut oleh preman terminal :(


Tips buat yang belum terbiasa hunting di ruang publik, tetap tenang, senyum (alias pura-pura bego) dan pergi berlalu dengan santai. Beruntung kemarin tips ini bekerja di Malang. Biasanya kalau di Jakarta premannya ngejar dan minta duit.

Dari terminal Arjosari, kami lanjutkan perjalanan ke stasiun kereta. Perjalanan ditempuh hampir satu jam karena kondisi jalan yang macet luar biasa. Ternyata kemacetan gak cuma punya Jakarta ya :D 
Entah dengan alasan apa, namun saat ini susah sekali mendapatkan ijin untuk memotret suasana stasiun kereta, tidak hanya di Jakarta, namun berlaku juga di Malang. Kami tidak dapat masuk ke dalam, sehingga hanya dapat memotret sisi luar dan kereta dari kejauhan. Mulai dari sini, hujan mengguyur kota Malang.
tampak depan stasiun kereta Malang
salah-satu view di sekitar Stasiun.
foto keretanya hanya dapat dari kejauhan :(
Dari stasiun kereta, perjalanan kita lanjutkan ke pasar Besar Malang. Sesuai dengan namanya, ini merupakan pasar paling besar di kota Malang. Transportasi yang paling banyak mangkal di sini adalah becak, dan sambil hujan-hujanan saya menemukan beberapa foto yang menarik di sini.


becak adalah salah-satu moda transportasi yang masih banyak ditemukan di Malang
"Menunggu"
Ini becak yang kami gunakan untuk berkeliling kota Malang \^^/

Sebelum kami kembali ke hotel, kami sempat singgah ke toko Oen, toko yang terkenal dan termasuk toko tertua di kota Malang. Menjual panganan dari masa tempo dulu.
suasana toko Oen
Benita yang lagi diskusi foto dengan PIC setempat, mas Iqbal.

Persis pukul 17.00 kami sudah kembali ke hotel untuk mandi dan bersih-bersih. Ini foto reli paling seru yang saya ikuti tahun ini. Trima kasih Samsung NX300!

2 comments:

venus mengatakan...

wuiiih laporannya lengkap! hehehehe keren mas :D

joh juda mengatakan...

Venus: haiyaah... lengkap kayak dunia dalam berita yaa :))

Posting Komentar