Lemot bukan Lemon

Ok, ini sebenarnya posting request dari salah-satu pembaca blog ini. Semoga saya bisa menunaikan tugas ini dengan baik - dan semoga saya tidak berlebihan jika berharap untuk ditraktir di Sushu Naga karena posting ini.

Mungkin posting kali ini harus diawali dengan pertanyaan, kenapa ada seperempat orang di dunia ini yang sering dikatain lemot?

Pasti dong kamu pernah jumpa orang-orang yang seperti ini, atau mungkin teman-teman kamu sendiri, atau mungkin sodara kamu, atau malah kamu sendiri sering dibilang LEMOT. Ok, ini kata sifat, bukan kata benda apa lagi kata buah. Eh itu lemon ya? Maaf, saya salah.

Kalo pun seandainya kamu hidup dipedalaman Kalimantan sehingga tidak menemukan orang bertipe seperti ini (walaupun harus disangsikan darimana kamu bisa baca blog ini), kamu pun masih bisa menemukan orang tipe seperti ini dalam layar kaca (walaupun sering dilebih-lebihkan). Contohnya seperti Jeng Kelin dalam Sketsa, Sasya dalam OB, Welas istri dari Tigor dalam Suami-Suami Takut Istri.

Eh iya ya, namanya di pedalaman mah mana ada sambungan TV?! Ok, kamu baca saja blog ini, nanti juga tahu.

Memang ada seperempat orang dimuka bumi ini yang akan lebih lambat berpikir dari 3/4 sisanya. Dalam dunia personalisasi dikenal dengan nama plegmatis - satu dari empat tipe personaliti manusia, yaitu sanguinis , melankolis, dan kolerik.

Adikku yang perempuan masuk ke dalam tipe ini.

Kejadian terakhir (tentunya ini yang saya ketahui, karena masih banyak yang luput dari pengetahuan saya tentang kekeliruan dia) sewaktu uangnya kurang. Dia sudah panik mikir uangnya yang kurang. Sudah sms saya pura-pura ngecek duit - karena kalo ngaku pasti dimarahin. Adiknnya sudah coba kasih kemungkinan-kemungkinan uangnya terpakai buat apa, tapi pun kena omelnya. Setelah duduk merenung hampir 30 menit, baru sadar kalo itu duit sebagian untuk beli jas dokter yang berada tepat 25cm didepan matanya, masih lengkap dengan label dan kantong plastiknya.

Selain dia, ada satu temanku juga tidak kalah hebohnya dengan adik saya. Ini sepenggal posting dia.

kita pukat (semacam kelompok persekutuan.red), cuman banyak temen2 yg ga bisa dateng, jadilah kita cuman ber5 g, nyokap, lanul, tonce, ade p…

akhirnya kita mutusin untuk ke husada ajah d, nyelawat nyokapnya ci anna yg meninggal…makan dulu, trus lanul juga agak telat datengnya…

nungguin dia makan bentar… eh…g abis minum g tenteng2 tuh botol tupperware ijo ‘BARU’ g…..wkwkwkkkkk ;p

udah mo jalan…g taro tuh botol di meja makan pantry…trus g cariin…

loh kok tiba2 ga ada…eh dibawa pak min kali neh…dicuci jangan2 sama dia…

duh pak min dehhh…loh kok ga ada pak min…

‘botol ijo sayah…botol ijo…tadi saya taro di meja…’ kok bisa ga ada…

kemana yah pak????

tiba2 dari ujung pintu dapur lanul treak dengan kerasnya…

‘lu nyariin apaan???’

‘botol ijo???!!!???’

‘itu diketekin sama u apaan???!!!!’
Baca selengkapnya...


Kalo sudah seperti itu, sama seperti seperempat yang lainnya, hanya bisa nyengir-nyengir gak bersalah.

Sometimes orang-orang seperti ini menjengkelkan, khususnya bagi orang-orang yang tidak sabaran (tipe kolerik-gw?). Biasanya pegawai seperti ini tidak akan bertahan lama jika bekerja sama dengan atasan yang tidak sabaran.

But somehow orang-orang seperti ini adalah teman-teman yang setia. Mungkin karena mereka tidak pernah protes saat kita hanya membutuhkan telinga mereka untuk mendengarkan kita. Kita senang bercerita ke mereka karena mereka jarang sekali protes kalo kita terlalu berisik, terlalu lama, atau terlalu egois. Tapi kalo mau cari teman untuk diminta pertimbangan, tolong pikirkan tiga kali untuk mencari mereka.



Note.
Pertanyaan untuk penulis: Kira-kira lo sendiri bisa sabar dan cocok gak sama orang seperti ini?

4 comments:

Anonim mengatakan...

Untung gue melankolis...

joh juda mengatakan...

Wakakakaka gila lo commentator tercepat dalam sejarah blog gw, hanya berselang 4 menit dari gw posting nih blog :D

Haha jadi sekarang lo merasa beruntung kan sebagai melankoliser :p

Anonim mengatakan...

Pertama
Jeng Kelin itu adanya di Prime Time bukan sketsa...

Kedua...
walaupun g masuk dalam type orang yg diomongin diatas...dan g juga yg request ke lo supaya lo angkat topic ini...tp g ga terlalu setuju dengan pernyataan yg terakhir, terkadang malah orang2 seperti ini, nampak lebih tidak sabar dari yg bisa lo duga...sering protes dan terkadang dia bisa jadi penasihat yg baik...

ehmmm...ehmmm....pasang muka serius neh g....

wkwkwkwkkkkkkk...fuuuhhh agak nyesel nyuruh lo angkat neh topic wkwkwkwkkkkkkk ;p

joh juda mengatakan...

Ribka
#1. sori jeng, saya salah *mulai merasa curiga adanya persodaraan antar pegmatiser...*

#2. Owwwww.... saya anggap ini sebagai pembelaan diri ya :D

#3. Memang nyesel itu selalu belakangan...

Posting Komentar