Saat Kehilanganmu
Hari ini kita bahasa mp.3 aja kali ya. Soalnya ini yg nemanin gw sepanjang malam ini. Hm gw lagi denger laggu-lagunya Dygta, di album Bukan Kekasih Setia. Sebenarnya sih banyak album yg gw denger, selain albumnya Dygta ini. Cuma lagu-lagunya dia nih, yg entah gimana kok rasanya berkesan bangat di gw. Kata-katanya tuh gw bangat. Dalam artian mungkin kalo gw bikin lirik lagu bakalan kek gini. Dengan catatatn kalo bikin ya. Soalnya sampe sekarnag gw gak pernah kepikiran bikin lirik lagu, apa lagi menyanyikannya. Ya you knowlah kenapa hehe.
Dulu kalo gw lagi jatuh cinta, pasti gw akan putar lagu 'Lelaki Sempurna' buat si dia. Karena ini mirip kek puisi gw, apa lagi reff-nya. Wuih. I'm nothing without you.
Dan kek lagu 'Dua Hati', gw juga ngalami ini. Dan gw tahu kalo kita tidak bisa menerimanya dengan iklas, maka kenyataan yg akan menyeretmu dengan paksa. Dan kalo loe marah pada kenyataan, loe gak akan bisa jalani hidup yg seutuhnya.
'Saat Kehilanganmu' menjadi lagu yg buat gw merenung. Khususnya pada salah-satu kalimat di reff, '... dan kini ku terbuka mataku saat kehilanganmu...' Saat sso kehilangan sesuatu (gak hanya pacar aja loh), baru mereka sadar -- jika boleh menggunakan istilah Dygta -- baru mata mereka terbuka, bahwa apa yg mereka miliki selama ini begitu berharga. Termasuk waktu.
Saat loe jalani hidup yg gak lengkap, gak utuh, maka waktu loe akan meninggalkan loe tanpa loe sadari. Sampe tiba saatnya loe sadar, loe sudah kehilangan waktu yg berharga.
Jangan sampe saat loe belajar betapa berharganya keluargamu, teman-temanmu, pasanganmu bahkan waktumu, itu saat dimana loe kehilangan mereka.
Stuck days! But go...go..... Joe!!
Sebenarnya gw sudah sering nulis untuk beberapa artikel, cerpen di majalah nasional, cuma gak kepikiran bikin buku. Sampai akhirnya ketemu mba Eni Kusuma lewat bukunya 'Anda Luar biasa'. Kalo ada penulis yg gw favoritkan, dia salah-satunya. Walopun gak semua pemikiran gw sepaham dengan mba Eni tapi gw sangat memfavoritkan mba Eni. Hidup mba Eni!
Kalo mba Eni aja dengan keterbatasannya dapat melakukan hal yg luar biasa, sungguh malangnya gw yg punya punya batasan tidak seterbatas mba Eni, namun terbatas untuk melakukan seperti dia.
Atas dorongan dan suportnya makanya gw beranikan diri untuk menulis buku. Sayangnya semua ide, wacana, kerangka karangan yg sudah gw siapin sebelumnya gak bisa berbuat banyak saat mulai menulis. Gw ngerasa stuck bangat! Kek kapal hilang arah -- bahkan gak tahu bagaimana merangkai kalimat. Huff.
"Even if you're on the right track, you'll get run over if you just sit there" Will Rogers
Jadi intinya gw harus banyak baca buku lagi, nulis lagi, dan konsultasi dengan penulis lain. Pokoknya jangan nyerah! Semangat Joe!!
Ngomong2 soal penulis, gw ada ketemu penulis Tiga Wajah Wanita, Agnes Marina di Friendster. Sayangnya gw gak bisa kirim message ke doi dikarnakan FS gw yg eror. Semoga bisa kontak deh, soalnya gw lagi butuh dorongan nih hehehe.
WOW
Jadi sekarang kalo liat blog-nya ada signature seperti yg dibawa ini, berarti itu postnya dari hape ya hehe.
Johanes P
johanesjuda.blogspot.com
fivestroke.blogsopt.com
_____________
This mail sent by Sony M600i
I'm superman
Ok, masih ingat kan di salah-satu blogku sebelum ini, kalo aku harus urus rumah sendirian? Nah berita baiknya aku selamat melewati delapan hari tsb.
Dimulai tanggal 22 malam. Karena masih fresh, jadi masih semangat. Pulang dari antar ortu ke bandara, kami (aku dan adeku yg paling kecil, kelas 1smu sih, cuma jangan diharap bantu ngurus rumah kalo bukan sebaliknya yg dia kerjakan) mampir warnet. Pulangnya kami beli soto untuk makan malam. So far so good karena beli makan diluar.
Tanggal 23, pagi kami sarapan kentang dan naget, sounds good hu? Siangnya masak kornet telur dadar. Malamnya. Nah malamnya agak rumit. Aku coba goreng kodok tepung. Yumy! Lumayanlah, cuma aku gak mau lagi masak kodok. Asli geli liat paha kodok mentah, apa lagi masih ada kukunya. Udah gitu dagingnya dikit pula. Swt deh.
Tanggal 24 siang makan diluar karena sekalian belanja buat malam natal. Cihui, bakalan asik nih! Rencananya aku mau bikin mess potato, ayam&ikan panggang ala hotel SangriLa (nyerempet dikit), sop ikan ekor kuning, sama satu loyang pizza. Huehue pasti kalian semua mulai ngiler kan?;D
Cara membuat:
- mess Potato. Siapkan kentang 1kg, susu putih cair (bukan susu kental manis), serta garam&lada secukupnya. Cara membuat: rebus kentang (tentunya setelah di cuci dong) kupas, dan hancurkan. Setelah halus masak tanpa api (loh?!). Sori, masak tanpa minyak dengan api kecil, sambil tuangkan susu cair perlahan-lahan. Ingat, bukan susu manis ya! Masak hingga lembut. Setelah itu jangan lupa matikan kompor.
- Ikan&ayam bakar ala hotel SangriLa (hehe soalnya aku sampai tanya resepnya ke mantan koki SangriLa nih). Hasilnya? Ugh, not bad, cuma agak asam karena kebanyakan jeruk lemon (aku suka pake jeruk lemon). Cuma tidak buruk, malah cukup baiklah untuk pemula hehe.
- Sop ikan. Aku lupa beli wortel dan tomat, jadinya sop monokromatik gitu warnanya. Ini sop juga ala SangriLa. Cara membuat, fille daging ikan. Terus rebus tulang, kepala, bawang merah/putih, bawang bombay dalam 700cc air sekitar 15menit dengan api kecil. Habis itu ambil airnya, dan rebus kembali bersama potongan ikan, daun bawang, wortel, tomat, garam, gula, merica, dan jeruk nipis. Masak hingga matang. Eh ini resep sungguhan loh, bukan 'how to kill ur roomates'.
- Pizza. Monggo di beli di PizzaHut terdekat.
Tanggal 25, gereja. Pulang gereja bobo karena kecapean. Malamnya masak sop sama goreng ikan. Mulai males masak aneh-aneh karena nyuci baju juga. Gila, cape bangat! Hampir setahun yg lalu jg aku pernah nyuci baju sso. Sebelumnya aku belum pernah seumur-umur nyuci baju, karena aku lebih milih sikat wc, cuci piring, nyapu/ngpel ketimbang cuci baju. Ya mau tdk mau aku harus bertrima kasih pada orang tsb.
Tanggal 26 s/d tanggal 28, nyuci/jemur pakean, masak, nyapu/pel. Oh God help me! Dulu aku sering berpikir, aku lebih bisa masak dari pada pembantuku or mamaku, cuma sekarang aku ngerti, kalo ngurus rumah tuh berat. Kerjaan gak hanya masak doang, tapi ngepel, nyuci dll. Dalam delapan hari ini aku merasa jadi manusia super (baca superman.red), mungkin lebih (karena aku sangsi superman bisa masak, nyuci, ngepel).
Aku jadi berpikir, sebenarnya perempuan itu lebih kuat dari laki-laki, apa lagi wanita karier. Aku gak habis pikir bagaimana bisa ya mengerjakan pekerjaan rumah dan masih tetap produktif di kantor??
Sungguh besar jasamu ibu. Kalo tidak ada engkau, sudah lama aku mati karena harus ngurus rumah.
Sungguh besar jasamu wahai para pembantu RT. Jika tidak ada kalian, maka membereskan rumah akan sama mustahilnya seperti membrantas korupsi di Indonesia.
Nb. Utk para ibu2, bukan berarti saya mensejajarkan fungsinya dengan para pembantu, jelas para ibu lebih tinggi hehe
Johanes P
johanesjuda.blogspot.com
fivestroke.blogsopt.com
_____________
This mail sent by Sony M600i
Malam Natal
Aku tidak merasakan ada yg istimewa malam ini; sama seperti malam-malam lainnya. Apa yg seharusnya istimewa malam ini, atau besok? Apa yg membedakannya dengan malam-malam lainnya?
Beberapa saat lalu aku sempat menonton 'Polar Express', film animasi yg saya tonton tahun lalu. Satu hal yg aku dapat dari film tsb yaitu, 'hal baik selalu menemukan jalan dan tidak pernah gagal'.
Hal baik.
Mungkin ini yg membedakan hari ini dengan hari-hari lainnya? Apakah hanya hari ini kita bisa melihat dan merasakan 'hal baik'?
Disaat bersama dengan aku menulis ini, aku lihat sebuah film Natal di sctv. Aku tidak tahu judulnya karena aku juga baru mengikuti di pertengahan cerita. Kurang lebih ceritanya mengenai seo penerus Santa yg ragu mengambil anggung jawab tsb, karena selain ragu dia juga merupakan seo wanita negro yg jauh dari gambaran natal (rasanya anda mulai tahu filmnya).
Aku rasa karena Natal dimulai dengan pemberian terbesar bagi manusia, yaitu Yesus, maka cerita tsb memilik seo wanita negro untuk menjadi penerus santa. Sant sebelumnya berkata, "...kamu tidak hanya melihat semangat natal (damai dan sukacita Natal) dalam diri santa berjanggut putih, karena santa bisa bermata besar, atau muncul dengan warna kulit hitam, atau mungkin malah dengan tubuh seo wanita...". Santa bisa siapa saja yg memiliki kebaikan hati untuk di bagikan kepada orang lain. Karena orang tsb akan dibilang anak-anak terang, seorang santa (orang kudus, pembawa damai).
Mungkin inilah seharusnya yg membedakannya dengan hari-hari lainnya, yaitu kebaikan hati. Kebaikan hati yg menembus warna kulit, status sosial, etnis, agama dan budaya. Kebaikan hati yg seharusnya bisa dirasakan sesamanya manusia. Namun malam ini, hari ini tidak akan ada gunanya jika kebaikan itu hanya menjadi tradisi sehari, karena sebenarnya kebaikan hati harus terpancar senantiasa setiap hari, setiap waktu.
Selamat Hari Natal Kawan
Makna Hidup
Adek-adek saya yg di Jakarta tidak jadi pulang dikarenakan kuliah dan kesibukan masing-masing. Saya juga baru tahu kalo ortuku akan ke Kupang dan Rote, jenguk oma ku. Tinggalah Saya dan ade saya yg paling kecil, Daniel, di rumah Banjarmasin. Fuih. Ini Natal paling sepi seumur hidup saya! Plus ngurus rumah; msak, nyuci, sapu-ngepel, Damn!
Ortu sudah berangkat kemarin, jadi saya mulai kemarin malam sudah mulai masak, tadi pagi nyuci dan bikin sarapan. Semoga untuk 10 hari kedepan tidak ada kecelakaan yg menyebabkan rumah di Banjarmasin ilang dari peredaran. Nanti saya coba report disini hari-hari naas yg akan dilalui.
Balik ketopik hari ini. Di hari-hari yg mendekati akhir tahun ini, kebanyakan dari kita mulai berpikir mengenai apa-apa aja yg sudah kita lakukan di tahun ini. Apakah target-target kita diawal tahun tergenapi atau ada yg gagal. Terus ditahun kedepan itu mau ngapain aja, target2nya apa aja, dan masih banyak lagi renungan-renungan pribadi. Biasanya kita sebut ini evaluasi diri. Waktu terasa begitu cepat saat kita berada di penghujung tahun. Padahal sewaktu kita menginjakan diri pada bulan Januari, or Febuari, kita merasa cemas untuk hal apa saja yg akan kita kerjakan di tahun tsb, karena terasa lama hari-hari tsb (dan memang lama kawan, 356 hari!).
Apa makna jerih lelah-kita? Apa makna kita berada disini? Apa makna kehidupan kita?
Puluhan tahun, ratusan bulan, bahkan ribuan minggu akan kita atau sudah kita lewati, namun dari waktu dan semua peristiwa yg kita alami sepanjang hidup kita itu, bermakna apa?
Segala sesuatu ada artinya, ada tujuannya, termasuk keberadaan kita. Jika kita tidak memiliki tujuan, kita tidak akan tahu apa yg mau kita kerjakan atau lakukan. Jika kita tidak tahu apa yg kita kerjakan atau lakukan; perbuatan kita mengarah pada satu hal, yaitu kesia-siaan. Saat hidup kita sia-sia, kita tidak memiliki makna.
'.... hidup harus memiliki makna sayang. Kalau tidak bisa hidup untuk cinta, paling tidak hidup untuk membalas dendam sayang...'
Itu sebuah penggalan baris sebuah novel yg sempat saya baca. Bahkan sekalipun hidup itu untuk sebuah dendam, hidup itu masih lebih bermakna, dari pada hidup tanpa tujuan.
Hal ini terngiang-ngiang sejak saya kembali ke Indonesia. Apa sih yg saya kerjakan sebenarnya? Apa sih makna dari semua yg saya kerjakan tahun ini?
Jawabannya aku temukan saat aku membaca sebuah komik. Kaget ya? Sama.
Komik karangan Yumi Hotta. Kir-kira pesannya begini, "kita hidup untuk menghubungan masa lalu yg panjang sekali dengan masa depan yg panjang sekali''.
Setelah aku renungkan hal tsb benar. Setiap dari kita merupakan seorang agen dari masa lalu yg menyatakan eksistensinya pada masa depan. Kita ada sekarang karena masa lalu, untuk menjangkau masa depan. Setiap dari kita akan mempengaruhi masa depan. Apapun yg kita kerjakan akan berpengaruh kekekalan terhadap masa depan kita. Seperti yg aku sebutkan diatas, kita merupakan agen, jembatan, penghubung untuk generasi mendatang agar mereka belajar dari para leluhurnya, baik hal yg buruk maupun yg baik.
Setiap dari apa yg melekat dari kita adalah mata rantai generasi yg menghubungkan generasi di belakang kita dengan generasi di depan kita. Kita mewarisi tugas mulia ini tentunya untuk melakukan hal terpuji agar generasi di depan kita menikmati apa yg baik dari kita dan mewarisinya juga ke generasi di depan mereka.
Kita ada disini bukan untuk diri kita sendiri, melainkan untuk sebuah generasi. Apa yg kamu wariskan pada generasimu kawan?
'Rumor Has it...' Based on a true rumor, has it...
Beberapa hari ini denpasar diguyur hujan. Aku suka sekali dengan hujan. Terkadang aku habiskan waktu berjam-jam saat hujan untuk memandang keluar. Kadang juga aku main hujan, dengan sengaja diguyur hujan deras. Saat-saat kepala ini basah dengan hujan, kita bisa berpikir dengan kepala dingin. Kembalai merasa seperti anak kecil, seolah melihat semua masalah menjadi kecil.
Semenjak pergi dari Jakarta, ada kebiasaan yg aku rasakan sudah tidak pernah aku lakukan lagi di sini. Saat-saat terakhir aku diJakarta, aku senang sekali nonton dvd. Sepertinya waktu cepat berlalu (aku pernah bilang dulu kalo TV adalah mesin waktu, mesin waktu yg hanya bergerak kedepan), dan ini adalah alat paling ampuh untuk membunuh waktu. Maka dari itu setiap pulang kerja aku selalu sempatkan untuk membeli beberapa keeping dvd untuk aku habiskan dirumah.
Suatu ketika aku membeli dua dvd didekat tempat kerjaku. Untuk pertama kalinya aku membeli dvd yg keduanya bagus. Biasanya jika yg satu bagus yg lainnya amit-amit. Ya mungkin juga karena saya lebih pandai menonton ketimbang memilih film. Pokoknya aku beruntung kali ini.
Film pertama yg saya tonton ‘The Illusionist’. Nothing is what it seems. That’s right. Endingnya tidak terduga, seperti layaknya cerita-cerita misteri. Mungkin biasa saja buat orang lain, cuma menarik buatku. Ini film roman klasik misteri, latarnya, krangka cerita, alurnya. Kisahnya menceritakan seorang anak yg belajar sulap (sulap selalu identik dengna romantisme) yg memiliki kekasih pujaan hati. Mereka saling menyayangi namun orang tua sang gadis yg notabene bangsawan kerajaan tidak setuju, dan akhirnya sang pria pergi dari desa tsb. Dia pergi untuk mencari, sebuah sulap yg mampu menghilangkan dia dan gadisnya.
Selang puluhan tahun kemudia pemuda tsb kembali, namun tentunya kali ini dia tidak dikenali karena sudah menjadi pria dewasa. Pemuda ini membuka pertunjukan ilusinya dikota tsb. Singkat cerita sang gadis menyadari, namun kali ini posisinya lebih sullit karena sekarang dia sudah menjadi tunangan raja. Singkat cerita sang pemuda berhasil melakukan pertunjukan terbesarnya sepanjang masa, menghilangkan sang gadis….
Film berikutnya lebih ringan dan comedian, ‘Rumor Has it…’ Based on a true rumor. Saat ini tidak hanya true story yg bisa dijadikan film, namun true rumor juga. Mungkin besok-besok kita tidak akan kaget kalo muncul film ‘based on a true untrue’.
Eniwei film ini menceritakan tentang seorang pria (entah bisa dibilang beruntung atau tidak) yg tidur dengan tiga generasi sebuah keluarga, neneknya, ibunya, dan anaknya. Namanya Beuh (Kevin Costner). Ceritanya dimulai dengan Sarah (Jenifer Aniston) merasa ragu untuk menikahi tunangannya Jeff (Mark Ruffalo). Ditengah kebimbangannya dia mendapatkan rumor kalo ternyata dia bukan anak dari ayahnya (lupa euy nama ayahnya), namun anak dari Beuh itu. AKhirnya dia menyelidiki, sampai akhirnya mereka berhubungan intim. Udah gitu belakangan dia baru tahu kalo si Beuh ini tidur sama neneknya (Shirley MacLaine), nyokapnya, dan sama dia! Udah gitu tunangannya tahu dan hubungan mereka terancam.
Klo dulu aku nonton film kek gini, pasti sudah saya matikan sebelum selesai filmnya. Bagi saya tidak ada yg menarik dalam sebuah perselingkuhan untuk ditonton, dan it bukan hiburan. Tapi film yg satu ini saya sangat menikmati. BUkan karena saya pernah selingkuh, atau selingkuh itu menyenangkan, namun karena film tsb begitu manusiawi. Bahwa hal-hal tsb bisa terjadi disekitar kita, atau mungkin kita sendiri yg mengalaminya. Apa lagi buat orang Asia yg katanya memiliki budaya serta kesusilaan lebih tinggi dari orang barat, aib seperti di film ini pasti tak terampuni, dan walopun bebas dari penjara besi, namun tetap harus mendekam dalam penjara sosial.
Film ini bercerita lebih banyak lagi, bukan apa yg telah kita perbuat yg menentukan diri kita, namun apa yg akan kita perbuat untuk memperbaikinya. Bukan seberapa banyak kita jatuh, namun seberapa banyak kita bangun. Sedikitnya aku pernah mengalami dalam posisi Jef, walopun tidak benar-benar sama.
".... aku tidak datang untuk bilang 'aku tidak bisa hidup tanpamu' karena aku bisa, tapi aku tidak ingin itu."