AW, King of Play Boy

...si AW raja chating, punya komedo di hidung...

Kalo ada orang yang paling santai yang pernah saya kenal, itu sudah pasti abang sepupu saya. Dia orang dengan tempramen 95% sanguin, apesnya 5% adalah plegmatis.

Kalo saya paling cepat butuh 10 menit untuk akrab dengan orang baru, maka doi ini paling lama butuh waktu 55 detik untuk akrab dengan orang baru. Tidak heran teman-teman ceweknya banyak, dan tidak ada pesta tanpa doi.

Bicara mengenai teman ceweknya, tidak ada batasan usia, alias dari berbagai kalangan usia. Dari anak ABG sampai mahasiswa. Sori kalo ternyata ada juga tante-tante. Moto pria bernama Michael Arthur aka 'AW' aka 'si AW Raja Chating' (pernah dengar lagu dengan titel demikian? Itu lagu sebenarnya untuk doi, hanya saja namanya di ganti) ini adalah memperhatikan cewek orang lain. Masih kata dia, lebih enak memperhatikan cewek orang lain, dari pada cewek sendiri. Alasannya karena saat itu dia belum punya pacar. "Saat butuh teman jalan, banyak yg bisa diajak. Saat males jalan tidak ada kewajiban ngapelin cewek Yud".

Sehubungan dengan memperhatikan dan diperhatikan, abang yang satu ini penuh perhatian terhadap ade-adenya. Pernah satu-waktu saat saya masih di Bandung, doi nelpon,

AW: de, abang lagi di Bandung nih, mau mampir ke rumah. Alamat rumah di mana?
Gw: ow, abang dari arah mana? Kalau dari selatan, lewat BSM lalu bla bla bla, kemudian bla bla bla....
AW: Ok, nanti abang telpon lagi.

Tunggu punya tunggu, saya sms, sudah di mana bang?
Di depan BSM. 15 menit lagi sampai.

Satu jam berlalu..
Gw: ada di mana bang?
AW: Sori de, tadi sudah sampai depan rumah, cuma temen (cewe.red) abang telpon mau jalan. Jadi abang langsung tancab gas putar balik huehue.
Gw: '......'


Selang beberapa waktu lamanya;
AW: de, abang lagi di Bandung nih, mau main ke rumah. Ada siapa di rumah?
Gw: bang, kami sudah pindah ke Banjarmasin....


Dengan begitu jangan pernah mengharapakan keseriusan dari kalimatnya. Adiknya saja, maksudku Nina, adik kandungnya, saat curhat mengenai cowok dengan berlinangan air mata, tidak dibutuhkan waktu lama untuk membuat adiknya tertawa. Memang dia bukan pendengar yang baik, tapi setidaknya dia penghibur yang baik.

Walaupun dia selalu percaya diri, supel dan mudah bergaul, dia punya aib yang hampir semua kawan-kawannya tahu - dia begitu kikuk saat harus berhadapan dengan wanita yang disukanya. Pernah satu ketika, saat dia di kantin kampus sedang asik ngbrol dengan teman-temannya, tiba-tiba doi bergegas mengambil tas dan ngbrit. "Eh, loe mau ke mana we?", tanya temannya yang heran. "Kabur Don. Si Siska datang!". Teman-temannya masih clingukan di mana gerangan Siska, gebetan AW. "AW, Siska masih 10 meter lagi kali dari kantin...Cupu loe!".

Makanya tidak terbayangkan bagaimana caranya tahun lalu dia menjalin hubungan dengan seseorang. Tentunya seorang wanita, dan tentunya yang ia sayangi. Penasaran gak gimana tuh bisa jadian? Sama, saja pun demikian. Kesempatan untuk menanyakan langsung prihal ini, tiba saat saya menjenguk ayahnya yang oprasi bulan lalu (cek di sini). Kebetulan, tidak hanya abang sepupu saya saja, tapi pacarnya pun ada.

Bagaimana pun, pertemuan dengan Ana, pacar abang sepupu saya, merupakan sebuah sebuah awal 'penderitaan' bagi hidup Ana. Diawali dengan mengangkut, maksud saya dengan benar-benar menggotong abang saya keruangan sekolah minggu, hanya, HANYA, untuk berkenalan. Huhuhu gila cupu bangat sih nih cowo. Tapi itu, ugh, awalnya.

Dari situ dimulailah pertemanan mereka. Setelah sekian lama berteman, akhirnya abang saya memutuskan untuk melangkah lebih jauh nyemplung ke kali belakang rumah. Saya tahu ini pasti 'penderitaan' tersendiri bagi abang sepupu saya. Bukan karena basah lah! Tapi karena harus nembak cewek.

Rencana menyatakan perasaan sebenarnya sewaktu ngajak Ana jalan-jalan ke Jakarta. Berangkat dari Bogor pagi. Muter-muter seharian di Jakarta, eh baru kesampaian setelah perjalanan pulang kembali ke Bogor. Itu pun karena sudah mau sampai Bogor lagi.

Memang menyenangkan untuk berteman dengan seorang sanguinis, tapi mengharapkan seorang yang tidak dapat serius menjadi pacar bukan merupakan mimpi cewek pada umumnya, dan Ana termasuk cewe pada umumnya. Jadi tidak heran penolakan menjadi jawaban pertama dari Ana. Kenapa saya bilang pertama? Karena masih ada tembakan yang lain.

Sebelum Ana turun, ini pesan abang saya kepada Ana, 'penolakan hari ini bukan berarti penolakan untuk besok'. Itu dibuktikan dengan nongolnya abang saya pagi-pagi di pagar rumah Ana. Lengkap dengan celana training, handuk olahraga, dan bandana, 'hi darling! Yuks, kita lari pagi di Sentul?'

HAREEE GINI NGAJAK GEBETAN LARI PAGI???!!!

Foto sehabis lari pagi di Sentul: kalo kamu lihat ini sebagai foto mesrah, kamu keliru bangat. Yang ada Ana hampir pingsan disuruh lari pagi hehehe

Kali kedua, abang saya mengirim surat, lengkap dengan sesajen, maaf maksud saya kado. Barang yang dikasih adalah pasminah. Isi suratnya, 'kain ini kuberikan untuk menghangatkan tubuhmu saat dingin, tapi aku ada untuk menghangatkan hatimu'. Di akhir surat tertera sebaris pantun, Ikan Hiu geleng-geleng, i love u girl. '....................'

Keputusan Ana masih tepat. Yup, ditolak lagi! Ya iya lah, cewe mana sih yang mau ditembak kek gini??!!! Ow malang bener nasibmu Ana!!

Tapi sesuai dengan moto abang saya, maka berikutnya restoran Dunia Baru menjadi saksi bisu penganiyaan abang saya terhadap Ana secara mental.
Pelayan: pesan apa?
Ana: teh manis
(gak makan? Lihat panduan dating dari AW di bawa)
AW: teh tawar aja
pelayan: teh tawar sama teh manis harganya sama aja mas
AW: gak mas, nanti kemanisan. Soalnya di sini sudah ada yang manis.
pelayan & Ana: '.......'

Seusai makan minum dan membayar, abang saya mengeluarkan pulpen.

Kamu pernah di 'prospek' oleh agen asuransi? Bagi yang sudah, tentunya tidak asing dengan skema yang sering di buat para agen asuransi. Para agen akan menggambar garis lurus, dan menunjuk satu titik di antara garis tersebut sebagai usiamu saat ini. Sehabis itu mereka akan menunjuk titik lain sebagai harapan dan cita-citamu, dan diakhir garis tersebut adalah selesainya hidupmu; time line. Dapat yang saya maksud?

Nah proposal itu juga yang kali ini digunakan abang sepupu saya.
Aw: Ana, Aw sekarang ada di sini (menunjuk satu titik di tengah garis)
Ana: '....'
Aw: Ana juga ada di sini (sambil menunjuk titik yang sama). Papa ingin Aw menikah usia 28 tahun(menunjuk titik di depan titik sebelumnya), sedangkan Aw ingin menikahnya usia 30.
Ana: '................'
AW: bla... bla... bla....

Saya kurang memperhatikan kelanjutannya lagi, karena dehidrasi kebanyakan muntah dengar cerita abang saya. Yang saya tahu proposal itu diberi judul 'be my girl' di depan map biru, lengkap dengan riwayat hidup, potensi, serta rencana-rencana hidupnya yang lain. Dan hal berikut yang saya tahu pasti, abang saya tetap di tolak.

Sepertinya saya tidak makan daging kaleng yang terkontaminasi akhir-akhir ini, tapi kok terkena histeria juga ya?

Tapi memang kesabaran itu dekat dengan keberhasilan, walaupu keberhasilan yang terpaksa.

Akhirnya Ana mau juga menerima abang saya sebagai pasangannya. Pasti penasaran dong bagaimana sampai Ana terperangkap juga sama playboy yang satu ini? Dan ide gila apa yang digunakan abang saya?

Nyatanya, tidak ada yang istimewa dari kali terakhir ini, kecuali tindak penganiyaan yang bertubi-tubi mencedrai mental dan fisik Ana hingga akhirnya dia sakit tipes. Sering kita dengar, saat demam, orang jadi berhalusinasi. Begitu juga yang di alami Ana saat melihat Aw merawatnya dengan setia. Dia pikir Aw itu pangeran, dan dengan kelicinannya, akhirnya abangku mendapatkan Ana.

Beberapa tips langsung dari AW
  • jangan pernah malu menjadi sales MLM menyerah! Penolakan hari ini bukan berarti penolakan untuk esok hari. Jiwa MLM sekali
  • kalo cewe sudah mau diajak makan, itu artinya kita postif di mata dia
  • selalu sediakan aqua, gorengan, kacang kulit yang banyak di mobil. Isi kegiatan mengendara dengan ngemil bersama gebetan anda. Ini akan membuat anda tidak akan keluar kocek untuk mentraktir gebetan
  • Durasi maksimal untuk kencan adalah empat jam, setelah itu anda harus sesegra mungkin mengembalikan gebetan anda kerumah/kostnya. Kenapa? Karena lebih dari itu dia akan merasa lapar. Kan lebih baik kalo gebetan anda lapar di rumah
  • selalu manfaatkan evant kondangan sebagai pererat hubungan, sekalian makan geratis bersama gebetan
  • walaupun kita tahu gebetan kita sudah kenyang, tapi selalu tawarkan untuk makan atau sekedar minum di cafe atau restoran - walaupun kita tahu mereka akan menolaknya
  • siap sedia kata-kata [s]gombal[/s] mutiara dalam draft sms dan dibawa kemudi, yang dapat digunakan sewaktu-waktu.

Maaf, saya tidak bermaksud membuat posting ini terlihat lucu. Kalau kamu tertawa, mungkin karena tingkah 'be your self' dari abang saya. Walau mungkin terlihat konyol, tapi abang saya serius kok.

Kalau kamu mencintai seseorang, rasanya itu sudah cukup menjadi satu-satunya alasan untuk memperjuangkannya. Kamu akan berbuat yang terbaik dalam dirimu, tidak hanya untuk dirimu saja, tapi untuk orangtua, sodara, teman, bahkan pasanganmu.

Hari ini, setelah melewati penantian sekian lama, akhirnya abngku kawin juga. Maaf, bukan yang ini penutup postingku. Akhirnya abangku maju sidang juga hari Rabu 27 Agustus pukul 10.30. Untuk setiap mimpi yang sudah kamu harapkan, kejar, dan kerjakan, saya doakan agar yang terbaik yang menjadi milikmu bang. Selamat ya bang!



Ps. Ini bukan free edvertasing. Diharapkan kesediaannya untuk mentraktir penulis!

4 comments:

Anonim mengatakan...

AUHEUAHEUAHE ,....Gokil-gokil ,..ga semuanya loh isi nya ini benar ,.. Gw mah emang engga ganteng ,..tapi kalo soal Baik iya auheauheuae .....

joh juda mengatakan...

Hahahaha jangan anonim gitu dong bang :P

Ada kok pembaca gw yg bilang abang ganteng :D *awas muntah*

Anonim mengatakan...

ahhh masak seehh ??? siapa tuh pembacanya ?? ada nomer HP nya ,.atau alamat yang bisa d hubungi ,..UAHEUAHE ,..engga lah bukan buat di ajak jalan ,..cuman diajak doa syafaat aja buat bangsa dan negara ,.kasian kan ,..apalagi harga gas elpiji 12 KG naik auehauhe apa hubungannya yah auheuahea ....

joh juda mengatakan...

errrr yg bilang cowo bang...

Posting Komentar