Tiga Sahabatku

Sahabatku?_Kamu!!

Ada tiga tipe sahabat yang harus kamu miliki agar kamu bisa belajar, di ajar dan berbagi.

Pertama, sahabat sebaya. Ini membuat kamu punya teman untuk berbagi dan saling mengerti. Kenapa? Kerena mereka sebaya dengan kamu, jadi jelas mereka setidaknya mengerti polemik generasimu.

Kedua, mentor. Sahabat yang ini, berasal dari generasi di atas kita. Kita perlu memiliki sahabat yang lebih tua untuk belajar dari pengalaman mereka. Hanya orang congkak yang merasa tidak perlu belajar dari pegalaman orang lain, dan hanya orang bijak yang membuka pikiran mereka pada nasehat orang lain.

Dan yang terakhir, murid. Seperti tebakanmu, yang tergolong sahabat ini adalah yang lebih mudah dari kita.

Ngapain sih harus berteman dengan anak kecil? Pikiran mereka kan masih kekanak-kanakan.

Mungkin memang benar demikian, tapi bukankah kita hidup harus meninggalkan jejak? Menurutmu di mana jejak yang paling baik untuk kita sisihkan? Yup, pada generasi di bawah kita. Kalo kita tidak bersahabat dengan mereka, kita tidak tahu bahwa dunia ini akan, sedang, dan telah berubah. Kalo kita tidak sadar, maka kita akan puas diri dengan segala yang kita miliki. Dan itu tanda kematian untuk mental kita.

Kebanyakan dari kita punya banyak sahabat yang sebaya kita, tapi bagaimana dengan mentor kita? Bagaimana dengan murid kita?

Di posting sebelumnya sudah pernah saya singgung sedikit mengenai orang yang mempengaruhi hidup saya, sekaligus mentor saya, yaitu Sulianto. Selain dia, ada Yoseph Hopetenly Tambah; orang ini begitu luar biasanya. Saya belajar yang namanya kesetiaan, kerja keras dan harapan. Sekarang beliau tinggal di Singapur dan bekerja untuk bank terbesar di dunia.

Benny, merupakan satu dari tiga mentor saya. Di dalam kejenuhan hidup dan rutinitas saya yang hampir membunuh, saya bertemu dengan orang yang penuh dengan hidup, kerja keras, cerdas, dan beberapa kemiripan dengan diri saya. Bukan, saya bukan bermaksud bilang diri saya cerdas dan pekerja keras. Justru sebaliknya, melihat dia saya mengerti bahwa saya harus banyak belajar dan bekerja lebih giat lagi.

Yang paling saya salutkan dari dia, karena dia pernah menjadi dosen. Menurutku, seorang pengajar itu besar nilai hidupnya. Karena dia membagi pengalaman hidupnya agar bisa menjadi pelajaran berharga bagi generasi di bawanya.

Saya belajar juga bahwa seseorang tidak mungkin bisa dinilai dari penampilannya. Ow, jangan berpikir bahwa dia yang gak bisa dinilai dari penampilan, bukan. Tapi sebaliknya, dia memperlakukan orang lain seperti itu.

Ok, harus saya hentikan disini sebelum Benny melayang haha.

Untuk generasi di bawah saya, saya berterima kasih untuk Michael dan Buce. Karena saya belajar banyak juga dari kalian. Bersyukur karena dengan rela hati kalian bersedia untuk disesatkan oleh saya. Buse yang bulan lalu sudah menikah. Ironis bukan, murid gw sudah menikah, sedangkan gurunya, pacaran aja belum. Kepiting!

Dan bagaimana cara untuk menemukan kebahagiaan dalam hidup, sahabat yang baik?
Sahabat yang baik itu, yang akan kamu nikahi jika ia berbeda gender denganmu. Yup, dengan demikian saya telah pro terhadap poligami.


Nb.posting_lain_persahabatan.

2 comments:

Wibowo Kosasih mengatakan...

Duh, Joe ... I feel Honoured ...
But truly, I'm prefer to be your best friends, rather than your mentor.

But ya gue senenglah, kalau u bisa ada manfaat berteman ama gue.

Salah satu hal terbaik dalam membuat blog, adalah bertemu teman like u Joe.

Cu soon My Brother ...

joh juda mengatakan...

@Benny
Haha sepertinya mentor itu terlalu berat ya tanggung jawabnya :D Soalnya gw gak menemukan kata yg tepat untuk gw letakan di situ. Coba nanti gw cari lagi kata yg tepat.

Same with u bro

Posting Komentar