Double Espresso, tanpa Gula!

Awalnya saya bukan penikmat kopi yang baik. Kopi instan sudah lebih dari cukup untuk mengawali pagi saya. Pengetahuan saya terhadap jenis kopi mulai bertambah saat saya mengenal Starbucks. Ok, perlu saya jelaskan bahwa saya bukan kelompok hedonis yang gemar menghabiskan uang di warung kopi paman Sam ini, namun bukunya Joshep Michelli, The Experiance of Starbucks mampu mengiklankan warung kopi ini dengan baik, sehingga membuat saya addicted terhadap warung ini.

Seperti kebanyakan nubie, maka yang saya ketahui dari macam-macam kopi hanyalah Cappuccino dan kopi kapal api. Sisanya tinggal dikelompokan dalam dua golongan tsb. Ternyata selain cappucciono, dan kopi kapal api, ada yang disebut espresso, machiato, bahkan kahlua (minuman beralkohol beraroma kopi).

Menurut saya, cappuccino sudah cukup enak dan gurih untuk diminum. Itu sebelum saya mengerti bahwa gula bukan diminum bersama air. Setelah saya mencoba untuk hidup sehat, maka gula (pasir yang paling saya gemari) pun, salah-satu yang harus saya kurangi; yang sebelumnya tiga sendok makan untuk secangkir kecil menjadi satu sendok teh. Tapi lama ke lamaan saya sadar bahwa konsumsi gula yang baik adalah dua sendok teh, bukan persatu kali saji, melainkan dalam satu hari. Gosh! Kebayang gak sih berapa banyak gula yang masuk dalam tubuh kita dalam sehari, mengingat banyaknya makanan dan minuman yang manis-manis dewasa ini?

Banyak makanan atau minuman yang kita tidak bisa atur kandungan gulanya, seperti cake atau minuman kemasan. Jelas tidak masuk akal kita minta cake yang tawar atau cari minuman kemasan tanpa gula (ada sih, seperti green tea no sugar, cuma masih jarang dijual). Akhirnya saya mensiasati dengan tidak mengkonsumsi sama sekali gula untuk minuman atau makanan yang bisa saya kendalikan gulanya, seperti kopi tanpa gula, jus tanpa gula atau tanpa susu kental, dan nasi tanpa gula. Dari sini juga saya membiasakan menikmati cappuccino tanpa gula, alias pahit.

Selain gula, dalam diet saya pun sangat memperhatikan kandungan lemak yang masuk dalam tubuh. Mungkin kamu heran, cowo kurus seperti saya berlemak. Berita buruknya, memang ada kawan. Kandungan lemak tubuh saya 23% dari berat badan saya. Padahal lemak yang sehat dalam tubuh harus di antara 10-15% per berat badan. Tapi berita baiknya, kalo kamu merasa lebih besar dari saya, maka bersiaplah dengan jumlah lemak yang lebih besar dari saya LOL.

Makanan jaman sekarang tidak lepas dari lemak, baik minyak goreng maupun bahan makanan itu sendiri. Alasannya, karena lemak itu gurih; semakin banyak lemak, semakin enak.

Oops, sepertinya ini menyinggung cappuccino saya.

Ya benar, cappuccino terdiri dari 2/3 ekspresso dengan 1/3 susu. 1/3 susu di sini sudah cukup untuk membuat diet kamu berantakan, karena bukan susu low fat. Belum lagi kalo kamu memesan minuman lain di SB, karena kalorinya jelas tinggi. Hanya ada 2 minuman tanpa lemak dan tanpa kolesterol di SB (wanita pasti senang mendengarnya), americano dan espresso (saya rasa tidak juga).

Ok, sebelum kamu berpindah ke blog lain karena tidak menggemari kopi, ijinkan saya memaparkan kebaikan-kebaikan dari kopi. Apa manfaat dari meminum kopi? Apa yang kita dapatkan dari minuman kental berwarna hitam ini, sampai dengan rela hati berpahit-pahit ria meneguknya?

Menurut para ahli dan pakar nutrisi, dan Joe yang sotoy ini, kopi dalam porsi sedang dapat menurunkan resiko terkena kangker, sirosis hati, parkinson, mencegah/mengurangi resiko terkena batu empedu dan diabet. Bahkan antioksidanya mampu melawan kangker 3-4 kali lebih banyak dari teh hijau! Menarik bukan?

Kopi seduh pun, selain tidak memiliki lemak dan kolesterol seperti yang sudah saya utarakan di atas, juga tidak mengandung karbohidrat, kalori dan sodium. Yang terkandung dari secangkir kopi adalah asam pantotenat, riboflavin, niasin, folat, potasion, magnesium dan masih banyak lagi (hoho terdengar keren kan?). Benar-benar minuman diet sejati bukan.

Lantas bagaimana dengan masalah jantung yang sering dikeluhkan oleh sebagian orang?

Kamu boleh bergembira, karena masalah dada berdebar seusai meneguk kopi, dikarenakan jantung yang sensitif. Kafein yang dikandung kopi merupakan stimultan ringan bagi sistem saraf pusat. Ini yang membuat sebagian orang merasa dada berdebar-debar. Bahkan kopi aman dikonsumsi penderita jantung, jika dikonsumsi dalam porsi sedang. Hasil penelitian di Inggris malah menyebutkan kopi mengurangi resiko terkena penyakit jantung.

Lantas bagaimana hubunga kopi dengan pengganjal kantuk?

Masih karena kafein. Cara kerja kafein dengan menghambat kerja adenosine, yaitu zat kimia dalam tubuh yang berfungsi sebagai obat penenang/tidur. Selain itu dalam porsi yang sedang kafein meningkatkan kewaspadaan kita, meringankan nyeri otot (cocok bagi praktisi fitnes), meringankan gejala-gejala asma, meningkatkan ketahanan, dan menghilangkan jetlag (itu sebabnya warung kopi harus jualan 24jam).

Ralat, karena justru kafein membuat gigi kuning. Disebabkan asam lambung meningkat, menyebabkan kadar asam berlebih dalam mulut yang menyebabkan plak pada gigi. Mohon maaf sebesar-besarnya atas info yang menyesatkan ini. Trima kasih.

Lantas dampak kafein terhadap gigi kuning?
Hoho sepertinya kamu terlalu banyak nonton iklan kawan. Selain di Indonesia, kopi begitu digemari di amerika maupun eropa, tapi gigi mereka tetap baik-baik saja. Gigi kuning yang sering kita jumpai, karena memang orang asia, khususnya asia tenggara memiliki gigi yang cendrung kekuningan. Ini bukan faktor makanan, tapi geobiologi.



Agar adil, perlu juga untuk mengungkapkan kekurangan kopi. Untuk sebagian orang, kopi bisa mengakibatkan asam lambung berlebih. Ini menyebabkan maag untuk beberapa orang. Makanya, minum lah kopi sesudah makan, jangan sesudah tidur. Saya heran kalo setelah saya ngebacot panjang lebar, masih ada yang beranjak meninggalkan blog saya.

Ok, saya mau minum, tapi seberapa banyak kah porsi sedang itu?

Mungkin yang ini kamu agak kaget, karena ternyata porsi 'sedang' yang dianjurkan para ahli adalah 3-4 ekspesso dalam sehari. Menakjubkan! Karena sejauh ini saya hanya mampu meneguk 2 gelas ekspresso pahit dalam sehari.

Tapi kopi bisa menjadi tidak sehat karena kita berusaha menghilangkan pahitnya kopi agar kita pikir tetap bisa menikmati khasiatnya kopi. Tambahkan cream, whip, gula, caramel, dan kamu akan menemukan minumanmu lebih berkalori, berlemak, berkarbohidrat dan berkolesterol dari pada makan siangmu.

2 comments:

OnikChan mengatakan...

Joe, u udah kurus tp masih itung2 berapa kalori yg masuk ke tubuhmu :)
bukankah ada fasilitas fitness di apartemenmu yg siap membakar kalori dan lemak di tubuhmu... :p

joh juda mengatakan...

Hahaha iya ni ci, gw lagi terobsesi dengan hidup sehat. Tapi gw berjanji kok, tubuh gw akan naik 10kg sebelum akhir tahun (wow, loe terlalu mengumbar janji Joe!) hehe doakan saya ^^

Posting Komentar